Batang - PT Elecmetal Longteng Indonesia resmi memulai operasional fasilitas produksinya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Rabu (1542026). Perusahaan ini menjadi investasi pertama asal Amerika Latin di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri logam global.
Batang - PT Elecmetal Longteng Indonesia resmi memulai operasional fasilitas produksinya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Rabu (15/4/2026). Perusahaan ini menjadi investasi pertama asal Amerika Latin di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri logam global.
Chairman Elecmetal Longteng Rolando Medeiros menyampaikan, apresiasi atas dukungan pemerintah Indonesia dalam percepatan pembangunan fasilitas tersebut. Kami sangat berterima kasih atas keramah-tamahan dan dukungan yang luar biasa. Fasilitas besar ini dapat kami selesaikan hanya dalam waktu 15 bulan.
“PT Elecmetal Longteng Indonesia membangun fasilitas produksi grinding ball di atas lahan seluas 4,99 hektar dengan total investasi hampir 50 juta dollar AS di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Perusahaan ini merupakan hasil kemitraan antara ME Elecmetal dan Longteng Special Steel Co., Ltd,” jelasnya.
Pembangunan cepat tersebut merupakan bagian dari strategi ekspansi global perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar internasional. Saat ini, Elecmetal Longteng telah memiliki fasilitas di berbagai negara, termasuk Tiongkok, Zambia, Amerika Serikat, Chili, dan Peru. Menurutnya, Indonesia menjadi basis strategis untuk memperluas pasar ekspor ke berbagai negara, seperti Meksiko, Australia, Kanada, hingga Amerika Serikat.
“Kami melihat Indonesia sebagai batu loncatan untuk menjangkau pasar global dengan standar kualitas yang sama seperti fasilitas kami di negara lain,” ungkapnya.
Pada tahap awal, perusahaan menargetkan kapasitas produksi sebesar 130.000 ton media penggilingan per tahun, yang akan ditingkatkan hingga 200.000 ton pada fase berikutnya. Fasilitas ini juga menyerap sekitar 150 tenaga kerja dan akan terus bertambah seiring perkembangan bisnis.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menilai kehadiran industri ini akan memperkuat struktur industri logam nasional. Sektor manufaktur masih menjadi penggerak utama ekonomi nasional, dengan pertumbuhan 5,08 persen pada kuartal IV 2025. Industri logam dasar bahkan tumbuh 14,76 persen.
“Industri grinding ball memiliki peran strategis dalam rantai pasok sektor pertambangan dan semen, sehingga mendukung hilirisasi sumber daya alam dan pembangunan infrastruktur nasional,” terangnya.
Dengan beroperasinya fasilitas ini, kapasitas produksi grinding ball nasional diproyeksikan meningkat dari sekitar 280.000 ton menjadi 480.000 ton per tahun. Hal ini diharapkan dapat memperkuat substitusi impor sekaligus mendorong peningkatan ekspor produk logam bernilai tambah.
Sementara itu, Direktur Utama KITB Ngurah Wirawan menyebutkan, bahwa investasi ini menunjukkan efisiensi tinggi dalam proses pembangunan industri. Perjanjian ditandatangani pada Agustus 2024, konstruksi dimulai Februari 2025, dan operasional tercapai dalam 15 bulan. Ini capaian yang sangat cepat.
“Fasilitas ini menggunakan teknologi robotik untuk meningkatkan keselamatan kerja, khususnya dalam penanganan produk grinding ball bersuhu tinggi,” tuturnya.
Ngurah juga menekankan, pentingnya produk grinding ball sebagai komponen utama dalam pengolahan mineral seperti nikel, aluminium, tembaga, dan emas. Produksi dalam negeri dinilai menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan impor.
“Untuk mendukung distribusi logistik, pemerintah tengah menyiapkan pembangunan dry port di kawasan KITB. Fasilitas ini akan mengalihkan distribusi dari truk ke jalur kereta api menuju pelabuhan utama seperti Tanjung Priok dan Tanjung Perak,” ujar dia.
Dengan beroperasinya PT Elecmetal Longteng Indonesia, pemerintah berharap investasi ini dapat menjadi katalisator penguatan industri logam nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)