Batang - Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang terus menunjukkan progres signifikan. Sejumlah proyek strategis mulai disiapkan, mulai dari pembangunan pelabuhan darat (dry port), kawasan hunian pekerja, hingga pengembangan destinasi wisata terpadu.
Batang - Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang terus menunjukkan progres signifikan. Sejumlah proyek strategis mulai disiapkan, mulai dari pembangunan pelabuhan darat (dry port), kawasan hunian pekerja, hingga pengembangan destinasi wisata terpadu.
Direktur Utama Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) Ngurah Wirawan mengatakan, bahwa fasilitas asrama pekerja ditargetkan mulai dapat digunakan pada bulan depan.
“Rencananya akan diresmikan oleh Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Rosan Roeslani, yang sebelumnya telah melakukan peletakan batu pertama dua tahun lalu,” katanya saat ditemui di Kantor Marketing Gallery KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Rabu (15/4/2026).
Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan pembangunan dry port yang akan segera memasuki tahap peletakan batu pertama. Proyek ini akan dikerjakan melalui kerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia dan Pelindo untuk mendukung konektivitas logistik kawasan.
Ngurah juga menjelaskan, pengembangan dry port tersebut akan terintegrasi dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di atas lahan sekitar 50 hektar. Kawasan ini dirancang tidak hanya sebagai pusat industri, tetapi juga sebagai kota terpadu yang nyaman untuk dihuni.
“Batang bukan sekadar kawasan industri, tetapi kami rancang sebagai kota yang lengkap, tempat orang bisa tinggal dan beraktivitas. Sejalan dengan itu, pemerintah juga merencanakan pengembangan sektor pariwisata di kawasan tersebut, termasuk pembangunan lapangan golf 27 lubang yang ditargetkan dapat beroperasi dalam tiga hingga empat tahun ke depan,” jelasnya.
Lebih jauh, KITB juga tengah mengkaji pengembangan waterfront city sebagai bagian dari penguatan kawasan pesisir. Proyek ini akan dilengkapi dengan pembangunan pulau buatan untuk melindungi pelabuhan dari gelombang laut, sebagai alternatif dari pembangunan breakwater konvensional.
“Kami sedang mengajukan izin untuk proyek reklamasi guna membangun dua pulau baru sebagai pelindung pelabuhan di masa depan,” tegasnya.
Sementara itu, perkembangan kawasan industri menunjukkan tren positif. Hingga akhir tahun lalu, tercatat sebanyak 39 Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) telah ditandatangani. Saat ini, 12 pabrik telah beroperasi dan sekitar 20 pabrik lainnya masih dalam tahap konstruksi.
“Kami memperkirakan kawasan ini dapat membuka sekitar 3.000 hingga 4.000 lapangan kerja baru setiap tahunnya. Pengembangan kawasan juga telah memasuki fase kedua, sekitar 200 hektar lahan industri telah terjual,” terangnya.
Selain sektor industri, KITB juga merencanakan pembangunan kawasan komersial dan pariwisata di sisi barat kawasan. Fasilitas yang akan dibangun meliputi hotel, pusat perbelanjaan, bioskop, hingga sarana rekreasi seperti taman hiburan, lapangan golf, dan arena pacuan kuda.
“Melalui pengembangan terpadu ini, KEK Industropolis Batang diharapkan tidak hanya menjadi pusat industri nasional, tetapi juga kawasan modern yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Siska)