Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) dan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang melakukan peninjauan Curug Macan untuk memastikan langkah konkret dalam rangka mewujudkan "Visit To Batang Year 2022", di Dukuh Indah Sari Desa Pacet Kecamatan Reban Kabupaten Batang, Jum’at (27/10).
Sejak tahun 2016 Bapelitbang (Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan) sudah meninjau langsung Curug Macan Kumbang yang merupakan salah satu ikon destinasi wisata yang diajukan oleh 15 kecamatan. Melihat potensi alam yang masih asri, Bapelitbang memberikan bantuan sebesar Rp. 1 M untuk membangun sarana penunjang Sumber Daya Alam (SDA) dan mengembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang rencananya akan dijadikan salah satu destinasi pariwisata masyarakat Kabupaten Batang.
“Kami bersama Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) kali ini kembali melakukan peninjauan untuk memastikan langkah konkret untuk mengembangkan potensi alam yang menyejukkan mata,” kata Kepala Bapelitbang Sabino Suwondo bersama Kepala Disparpora Bambang Supriyanto Saat meninjau Curug Macan Kumbang di Dukuh Indah Sari Desa Pacet Kecamatan Reban Kabupaten Batang, Jum’at (27/10).
Insya Allah di akhir tahun 2017 proses pembangunan sarana prasarana sudah selesai. Selain gardu pandang yang telah selesai pengerjaannya, akan dibangun jalan setapak untuk lebih mempermudah akses menuju Curug Macan Kumbang. Kami melihat bahwa akses menuju curug tersebut masih terlalu curam dan saat turun hujan jalan yang dilewati sangat licin, sehingga sangat berbahaya bagi wisatawan.
“Panorama alam yang masih alami ini sangat menyejukkan, menyehatkan para pengunjung, jadi sangat disayangkan apabila potensi sebagus ini dibiarkan begitu saja, sebab di sisi lain menguntungkan karena roda perekonomian masyarakat desa wisata Curug Macan Kumbang bisa berkembang pesat serta PAD Kabupaten Batang juga meningkat,” ujar beliau.
Menurut Sabino, masyarakat Desa Pacet dapat mengembangkan potensi yang sudah ada dengan kreativitas pemudanya, seperti di bidang kuliner dengan menyuguhkan teh sangrai (menggoreng tanpa minyak) kepada wisatawan yang berkunjung ke Curug Macan Kumbang yang akan diresmikan menjadi destinasi pariwisata setelah sarana dan prasarana pendukungnya lengkap.
“Selanjutnya tugas yang diemban Karang Taruna dan masyarakat Desa Pacet adalah menjaga keasrian alam Curug Macan Kumbang, karena merupakan kekayaan alam yang tak tergantikan,” pungkas beliau.
Sementara itu, Kepala Disparpora Bambang Supriyanto mengatakan, Curug Macan Kumbang memang sangat potensial untuk dikembangkan, namun memerlukan proses panjang yang harus dilalui untuk menuju destinasi wisata yang harapannya akan dikunjungi banyak wisatawan baik dalam maupun luar negeri.
“Seperti harapan Bupati Batang Wihaji untuk mewujudkan “Visit To Batang Year 2022” imbuhnya.
Bambang menerangkan bahwa nantinya destinasi pariwisata yang dapat dimasukkan ke dalam paket wisata antara lain situs wisata alam, olahraga, kuliner dan souvenir sebagai oleh – oleh khas dari Curug Macan Kumbang.
“Pemkab Batang menginginkan agar dapat menghilangkan citra pariwisata yang negatif dengan mengkombinasikan antara wisata alam, religi dan seni budaya yang nanti akan dikemas menjadi 1 paket wisata,” tuturnya.
Berkaitan dengan dana hibah sebesar Rp. 1 M yang akan digunakan untuk pengembangan sarana prasarana Curug Macan Kumbang, Camat Reban Supriyono mengharapkan agar masyarakat Desa Pacet dapat memanfaatkan dana tersebut untuk mengembangkan potensi wisata yang bisa menambah pendapatan masyarakat sekitar curug tersebut.
Ditemui di tempat yang sama, Da’an selaku Fasilitator Desa Pacet menceritakan tentang asal mula nama Curug Macan Kumbang. “Dinamakan Macan Kumbang karena pada zaman dahulu di sekitar curug tersebut banyak macan kumbang sekitar 20 – 30 ekor yang berkeliaran, namun seiring perkembangan zaman dengan banyaknya illegal logging (penebangan hutan secara liar) di akhir tahun 90’an yang membuat fauna tersebut menyingkir dengan sendirinya,” ungkapnya.
Tetapi kini lanjutnya, masyarakat telah menyadari bahwa peran hutan sangat penting bagi kehidupan manusia. Sekarang dapat dilihat hutan yang semakin menghijau, tinggal kita yang merawat dan melestarikan. (Heri/Arga/McBatang)
Batang - Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis yang terus bertumbuh dalam mendukung lahirnya kota baru, di timur Kabupaten Batang, membawa dampak perbaikan infrastruktur di Desa Sembung Kecamatan Banyuputih. Hal tersebut dibuktikan dengan dipilihnya desa tersebut sebagai prioritas perbaikan infrastruktur dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-130, yang berfokus untuk membuka akses jalan penghubung baru dari Desa Sembung menuju KEK Industropolis.
Batang Pemerintah Kabupaten Batang bersama Kodim 0736Batang menggelar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 di Lapangan Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
Batang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batang menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian jawaban fraksi gabungan atas pendapat Bupati Batang terhadap lima rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif DPRD tahun 2026 di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
Batang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang menetapkan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kabupaten Batang Tahun 2027 dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
Batang Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Batang melepas kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang resmi melepas 258 anggota kontingen yang akan bertanding dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Dalam pelepasan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Batang, Selasa 13 Oktober 2026, Pemkab Batang menegaskan komitmen dukungannya dengan mengalokasikan anggaran Rp1 miliar untuk operasional kontingen serta menyiapkan bonus bagi atlet peraih medali.