Pasar Tradisional Masih Diminati untuk Berbelanja Kebutuhan Lebaran

Senin, 10 Mei 2021 Jumadi Dibaca 2.296 kali Ekonomi
Pasar Tradisional Masih Diminati untuk Berbelanja Kebutuhan Lebaran
Batang - Menjelang Idulfitri mayoritas masyarakat Kabupaten Batang berduyun-duyun menuju pasar tradisional untuk berbelanja kebutuhan hari raya. Pasar tradisional sampai saat ini masih diminati sebagian besar warga Batang, karena harga yang lebih terjangkau dan kualitasnya pun tak kalah dengan lainnya.

Batang - Menjelang Idulfitri mayoritas masyarakat Kabupaten Batang berduyun-duyun menuju pasar tradisional untuk berbelanja kebutuhan hari raya. Pasar tradisional sampai saat ini masih diminati sebagian besar warga Batang, karena harga yang lebih terjangkau dan kualitasnya pun tak kalah dengan lainnya.

Mayoritas pengunjung yang berbelanja adalah untuk memenuhi kebutuhan jelang hari raya, seperti busana muslim, gamis, baju koko dan lainnya.

Beberapa pedagang yang sempat ditemui mengaku lebaran tahun ini meski masih dalam suasana pandemi Covid-19, namun masih lebih baik dari tahun lalu.

“Tahun ini lumayan ramai daripada tahun kemarin, penjualan lebih meningkat 50-80 persen. Kalau tahun lalu sepi pengunjung jadi berbeda jauh mas,” kata Kustinah penjual busana muslim di Kios Pasar Kabupaten Batang, Minggu (9/5/2021).

Geliat perekonomian lebih terpacu cukup kencang, karena mulai diizinkannya beberapa toko kelontong untuk dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Demikian pula untuk kebutuhan kue-kue lebaran masyarakat Kabupaten Batang lebih memilih berbelanja di pasar, karena harganya lebih terjangkau dibandingkan di sejumlah toko maupun swalayan.

Pedagang kue dan roti, Yasin mengutarakan, penjualan makanan kecil mulai dari kue lebaran mengalami peningkatan penjualan.

“Omset meningkat 100 persen dibandingkan tahun lalu hanya 50 persen. Tahun kemarin sepi pembeli mas,” tuturnya.

Menjelang lebaran, Lanjut dia, masyarakat banyak yang membeli kue kering untuk sajian menyambut tamu atau tetangga.

Saat ini suasana pasar tidak begitu padat, namun warga akan mulai memadati pasar Batang pada H-2 untuk membeli bahan-bahan membuat menu khas lebaran seperti ayam dan ketupat.

Salah satu pengunjung, Ghofur lebih memilih membelikan baju lebaran putranya di pasar karena harga yang lebih ekonomis.

“Sekarang lebih nyaman karena pengunjungnya tidak terlalu padat, apalagi masih ada Covid-19,” jelasnya.

Ia bersama keluarga pun telah menyiapkan hidangan lebaran, seperti kue-kue lebaran. Baginya dan keluarga, lebaran tidak lengkap tanpa menu spesial khas Batang longtong opor. Menu tersebut wajib disajikan di atas meja makan saat hari raya.

Ia juga mengharapkan, pandemi segera selesai, agar perekonomian warga Batang kembali pulih.

“Cari rezeki jadi lancar lagi, tidak seperti sekarang serba dibatasi ruang geraknya,” ungkapnya.

Untuk suasana lalu lintas di depan pasar induk Kota Batang masih ramai lancar kendaraan hanya didominasi sepeda motor dan bus-bus kecil yang mengangkut warga desa untuk berbelanja kebutuhan lebaran. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 50
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 106
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 108
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 61
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 24
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 24