Vaksinasi Lansia Perlu Pendampingan Aparat

Senin, 15 Maret 2021 Jumadi Dibaca 709 kali Kesehatan
Vaksinasi Lansia Perlu Pendampingan Aparat
Batang - Pengelola Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) khususnya di Rumah Sakit Qolbu Insan Mulia (RS QIM) mengharapkan adanya pemdampingan khusus dari aparat desa maupun Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk membantu memperlancar akses para lansia mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Batang - Pengelola Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) khususnya di Rumah Sakit Qolbu Insan Mulia (RS QIM) mengharapkan adanya pemdampingan khusus dari aparat desa maupun Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk membantu memperlancar akses para lansia mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Pasalnya jumlah lansia yang mengikuti vaksinasi masih dikategorikan minim dari yang ditargetkan.

“Dari yang ditargetkan dari Dinas Kesehatan setiap harinya 150 orang, tapi kenyataannya tiap hari yang datang antara 50-70 orang,” kata Direktur RS QIM, dr. Ratna Ismoyowati, saat meninjau proses vaksinasi lansia di ruang vaksinasi RS QIM, Kabupaten Batang, Senin (15/3/2021).

Menurut dia, harus ada aparat terkait yang wajib mendorong dan mendampingi selama proses vaksinasi lansia berlangsung.

“Bisa dari aparat desa dibantu Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk mengerahkan, karena program dari pemerintah ini harus sukses. Lha kalau yang datang cuma 30%, ya mungkin tidak akan sukses,” jelasnya.

Dijelaskannya, jumlah lansia yang telah divaksin di RS QIM sebanyak 200 orang, sedangkan target yang diharapkan mencapai 650 orang.

Pihaknya mengharapkan, adanya vaksinasi yang telah diupayakan semaksimal mungkin oleh pemerintah, dapat disukseskan, agar terjadi imunitas yang baik bagi penduduknya.

“Lansia itu kelompok rentan yang angka kematian akibat COVID-19 cukup tinggi, terutama yang mengidap penyakit penyerta,” tuturnya.

Kaum lansia tidak perlu khawatir, sebab para dokter spesialis telah melakukan penelitian dan memaparkan kriteria yang diperbolehkan mendapat vaksin. Lansia merupakan kelompok rentan, maka perlu mendapat perlindungan ekstra.

Ia mempertanyakan, mengapa lansia kurang memanfaatkan fasilitas yang sudah disiapkan. Vaksin itu sudah dibeli pemerintah dengan biaya yang tidak sedikit.

“Penerima vaksin yang ditargetkan oleh Menteri Kesehatan sampai akhir Desember 2021, mencapai 180 juta penduduk Indonesia, jadi butuh kerja sama yang optimal dari seluruh aparat terkait agar program tersebut berjalan lancar dan sukses,” harapnya.

Salah satu lansia, Aziz mengutarakan, vaksinasi sangat penting dan dibutuhkan bagi kelompok lansia. Hal itu sebagai langkah antisipasi agar tidak mudah terpapar Virus Corona, selain tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan.

“Saya sudah divaksin, yang dirasakan paling sedikit pegal dan selama masa observasi 30 menit tidak merasakan efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI),” ungkapnya.

Ia mengharapkan agar seluruh lansia di seluruh Kabupaten Batang divaksin, sehingga terhidar dari COVID-19.

Ditemui secara terpisah, Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Batang Yuli Suryandaru mengatakan, jumlah sasaran lansia yang ditargetkan di seluruh Kabupaten Batang mencapai 65 ribu.

Pihaknya telah mengundang 1.400 lansia, namun saat ini baru 700 orang yang telah divaksin. Rentang usia lansia yang akan divaksin di atas 60 tahun.

“Lansia yang akan divaksin harus melalui tahapan skrining, kalau memang layak akan langsung divaksin, tetapi kalau sebaliknya ya kita tunda,” tegasnya.

Beberapa kriteria lansia yang tidak diperkenankan vaksin, antara lain : mengalami kelumpuhan atau stroke, tidak mampu menaiki 10 anak tangga.

Sedangkan lansia yang diperbolehkan vaksin yaitu mampu berjalan kaki sepanjang 100 meter dengan baik, mampu menaiki 10 anak tangga dengan lancar, tidak ada penurunan berat badan secara drastis selama 1 tahun.

Ia menerangkan, saat ini data lansia belum sepenuhnya terkumpul, maka pihak Dinkes masih berupaya semaksimal mungkin mendata lansia yang patut divaksin melalui aparat desa setempat.

“Sampai saat ini vaksin yang digunakan adalah Sinovac. Khusus para lansia, Dinkes menyiapkan 3 rumah sakit yaitu RSUD Batang, RSUD Limpung dan RS QIM, sedangkan 21 Puskesmas digunakan vaksinasi untuk pelayan publik,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi) 

Berita Lainnya

DPRD Cup Digelar Sukses, PBSI Batang Siap Jadikan Agenda Tahunan DPRD Cup Digelar Sukses, PBSI Batang Siap Jadikan Agenda Tahunan
DPRD Cup Digelar Sukses, PBSI Batang Siap Jadikan Agenda Tahunan
Batang - Kejuaraan Bulu Tangkis DPRD Cup Batang 2026, yang digelar khusus bagi pebulu tangkis pemula akhirnya sukses menuai pujian dari banyak pihak berkat semangat para atlet. Melihat kesuksesan dan antusias peserta, Pengkab PBSI Batang akan menjadikan DPRD Cup sebagai even kejuaraan tahunan yang diharapkan menjadi ajang tolok ukur kemampuan atlet sebelum bertanding ke tingkat provinsi maupun nasional.
09 Okt 2026 Jumadi 179
Dispaperta Batang Waspadai Brucellosis pada Sapi Perah, Peternak Diminta Kenali Gejalanya Dispaperta Batang Waspadai Brucellosis pada Sapi Perah, Peternak Diminta Kenali Gejalanya
Dispaperta Batang Waspadai Brucellosis pada Sapi Perah, Peternak Diminta Kenali Gejalanya
Batang Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang, mengimbau peternak sapi perah untuk mewaspadai penyakit brucellosis yang dapat menyebabkan keguguran pada ternak dan berpotensi menular kepada manusia. Penyakit tersebut menjadi perhatian karena dapat berdampak pada produktivitas ternak, termasuk produksi susu. Brucellosis merupakan penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
09 Okt 2026 Jumadi 192
DPUPR Batang Targetkan Pembangunan Jembatan dan Infrastruktur Rampung Pertengahan Desember 2026 DPUPR Batang Targetkan Pembangunan Jembatan dan Infrastruktur Rampung Pertengahan Desember 2026
DPUPR Batang Targetkan Pembangunan Jembatan dan Infrastruktur Rampung Pertengahan Desember 2026
Batang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang terus mempercepat pembangunan jembatan dan infrastruktur daerah. Sejumlah proyek yang dibiayai melalui anggaran perubahan ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2026.
09 Okt 2026 Jumadi 155
DPRD Batang Beri Sejumlah Catatan untuk Perubahan APBD 2026 DPRD Batang Beri Sejumlah Catatan untuk Perubahan APBD 2026
DPRD Batang Beri Sejumlah Catatan untuk Perubahan APBD 2026
Batang DPRD Kabupaten Batang memberikan sejumlah catatan dan evaluasi terhadap Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2026.  Catatan tersebut mencakup penataan kegiatan aspirasi DPRD, pemenuhan belanja wajib, pengelolaan aset kendaraan dinas, hingga klaim biaya penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
09 Okt 2026 Jumadi 154
Alun-alun Batang Bakal Padat, Petugas Siapkan Skema Parkir dan Jalur Alternatif Alun-alun Batang Bakal Padat, Petugas Siapkan Skema Parkir dan Jalur Alternatif
Alun-alun Batang Bakal Padat, Petugas Siapkan Skema Parkir dan Jalur Alternatif
Batang - Kawasan Alun-alun Batang diprediksi bakal disesaki ribuan pengunjung menyusul gelaran acara besar yang berlangsung akhir pekan ini. Menanggapi potensi lonjakan massa tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang bergerak cepat menyusun rekayasa lalu lintas sekaligus menyiapkan kantong parkir demi menjaga arus kendaraan tetap terkendali.
09 Okt 2026 Jumadi 186
Dinkes Batang Umumkan Hasil Uji Laboratorium Kasus Keracunan MBG di Bawang Dinkes Batang Umumkan Hasil Uji Laboratorium Kasus Keracunan MBG di Bawang
Dinkes Batang Umumkan Hasil Uji Laboratorium Kasus Keracunan MBG di Bawang
Batang Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang mengumumkan hasil pemeriksaan laboratorium terkait kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Jumat (9102026).
09 Okt 2026 Jumadi 607