Bupati Blusukan Mengunjung Makam Aulia

Senin, 16 Oktober 2017 Lukman Hadi Lukito Dibaca 840 kali Kegiatan Keagamaan
Bupati Blusukan Mengunjung Makam Aulia
Disela sela kesibukannya sebagai Bupati Batang Wihaji selalu menyempatkan untuk menghadiri undangan dari masyarakat. Kali ini Bupati Batang menghadiri acara khoul yang diselenggarkan oleh Desa Kutosari Kecamatan Gringsing, Minggu (15/10).

Acara ini dihadiri oleh KH. Dr Ahdor Ihsan dari Semarang, Bupati Batang Wihaji, Ibu Uni Wihaji, Camat Gringsing Rusmanto, Kades Kutosari Wiwik Karolina, Muspika Kecamatan Gringsing serta ratusan warga Kutosari yang sangat antusias dalam mengikuti acara Khoul Tersebut.

Khoul Mbah Demang Martoyudo dan Mbah Kyai Liman ini selalu diadakan setiap tahun baru hijriah oleh pemerintah desa Kutosari. Warga Kutosari sangat mempercayai bahwa Mbah Demang dan Mbah Kyai Liman ini adalah sesepuh desa dan sekaligus penyiar agama islam pada masanya.

Jarak yang ditempuh untuk menuju makam Aulia ini sekitar 3 Km dari pintu masuk desa Kutosari. Makam Mbah Demang Martoyudo dan Mbah Kyai Liman ini berada ditengah tengah hutan jati milik Perum Perhutani. Sebelum menuju makam Aulia kita terlebih dahulu disuguhi oleh pemandangan kali Kuto dan rimbunya hutan pohon jati.

Dalam sambutannya Bupati Batang Wihaji mengatakan “ Tujuan diadakannya acara ini adalah bentuk rasa syukur kita kepada beliau yang telah memberikan warisan teladan kepada kita semua. Serta untuk mengingatkan kita kepada para pendahulu yang telah berjuang dan memberikan kontribusi dimasanya. Disetiap daerah pasti mempunyai makam makam aulia dan ini adalah salah satu kekayaan yang dimiliki oleh Kabupten Batang.

Dikatakan, Kecamatan Gringsing adalah salah satu kecamatan yang tingkat perekonomiannya sudah baik. Gringsing menjadi salah satu sasaran tempat untuk pertumbuhan industri di Kabupaten Batang karena gringsing berada dijalur pantura.

Tradisi yang baik ini juga mengajarkan kita dan para generasi selanjutya untuk selalu mengingat kepada Allah SWT. Karena kita semua adalah camat atau calon mati maka dari itu mari kita semua berlomba lomba untuk berbuat kebaikan, Ujar Wihaji disambut riuh tawa jamaah.

Bupati Batang juga menyampaikan program program unggulan yang bertujuan untuk mensejahterkan masyarakat. Salah satunya adalah pemberian gaji untuk guru madin dan santunan kematian yang pada bulan November nanti sudah bisa realisasikan.

Santunan kematian ini hanya berlaku bagi masyarakat yang kurang mampu dan nantinya akan mendapatkan uang sebesar Rp. 1 juta rupiah. Dari Pemerintah Daerah sendiri telah menganggarkan 2 Miliar untuk program santunan kematian ini, Tandas Wihaji

Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini menghadirkan KH. Dr Ahdor Ihsan yang memberikan siraman rohani yang menginspirasi dan memberikan pengetahuan tentang agam islam dihadapan ratusan jamaah yang hadir. ” Semoga niat baik kita semua diridhoi oleh Allah SWT dan senantiasa memberikan kebaikan kepada kita semua kepada masyarakat Kutosari dan sekitarnya serta Kabupaten Batang, Ujar Ahdor. (Anto/Humas/McBatang)

Berita Lainnya

Pengumpulan Minyak Jelantah di Batang Raih Rekor MURI, Hasilkan Cuan Rp90 Juta Untuk Bioavtur Pengumpulan Minyak Jelantah di Batang Raih Rekor MURI, Hasilkan Cuan Rp90 Juta Untuk Bioavtur
Pengumpulan Minyak Jelantah di Batang Raih Rekor MURI, Hasilkan Cuan Rp90 Juta Untuk Bioavtur
Batang Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setda Batang M Fathoni menegaskan bahwa aksi pengumpulan minyak goreng bekas atau jelantah di lingkungan Sekretariat Daerah bukan sekadar mengejar angka. Gerakan ini merupakan langkah nyata Pemerintah Kabupaten Batang dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pemanfaatan energi terbarukan.
13 Apr 2026 Jumadi 18
Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral
Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral
Batang - Kabupaten Batang bersiap menghelat pesta rakyat yang tak biasa. Memperingati hari jadinya Ke-60, tradisi Kirab Budaya tahun ini tampil lebih kolosal dan sakral, membawa atmosfer keagungan Kasultanan Yogyakarta ke tanah Batang.
12 Apr 2026 Jumadi 81
Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT
Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT
Batang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan dalam rangka Ziarah Kebangsaan sekaligus pembinaan Paguyuban Ketua Rukun Tetangga (PPRT) di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Minggu (1242026).
12 Apr 2026 Jumadi 128
Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah
Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Kirab Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 dengan mengusung tema Kesultanan Yogyakarta, di Pendopo Kabupaten Batang Minggu (1242026).
12 Apr 2026 Jumadi 107
Berbusana Ala Jogja, Bupati Faiz Wacanakan Batang Kembali ke Era Mataraman Berbusana Ala Jogja, Bupati Faiz Wacanakan Batang Kembali ke Era Mataraman
Berbusana Ala Jogja, Bupati Faiz Wacanakan Batang Kembali ke Era Mataraman
Batang - Peringatan Kembalinya Kabupaten Batang Ke-60, makin semarak karena diliputi nuansa Keraton Yogyakarta yang begitu kental. Dimulai dari busana beskap dan blangkon yang dikenakan Bupati M Faiz Kurniawan bernuansakan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, saat menggelar kirab budaya di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Minggu (1242026).
12 Apr 2026 Jumadi 42
Kesakralan Tombak Kyai Abirawa di Tiap Gelaran Budaya Batang Kesakralan Tombak Kyai Abirawa di Tiap Gelaran Budaya Batang
Kesakralan Tombak Kyai Abirawa di Tiap Gelaran Budaya Batang
Batang - Peringatan Hari Kembalinya Kabupaten Batang Ke-60 digelar meriah dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk ahli waris Tombak Pusaka Kyai Abirawa beserta pengiringnya. Keberadaannya tak bisa dilepaskan dari kelanggengan pemerintahan Kadipaten Batang sejak era Mataram Islam, bahkan saat gelaran Malam Satu Sura yang penuh Kesakralan.
12 Apr 2026 Jumadi 12