TPHD di Seharusnya Mahir Berbahasa Arab

Kamis, 05 Oktober 2017 Lukman Hadi Lukito Dibaca 746 kali Kegiatan Keagamaan
TPHD di Seharusnya  Mahir Berbahasa Arab
Untuk lebih mempermudah berkomunikasi dengan baik Tim Pembimbing Haji Daerah dan Kelompok Bimbingan Haji Indonesia, orang yang di tunjuk sebagai petugas tersebut di harapkan mampu berbahasa Arab.

Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan Jamaah Haji Kabupaten Batang Ansori Naim dalam silaturahmi jamaah haji yang berlangsung di Pendopo kantor Bupati Batang Rabu,4/10.

“ Jamaah Haji kita terkadang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang Arab ketika, untuk itu harus ada orang yang menjerjemaahkan sehingga seringa ada aja jamah kita yang tertinggal bus saat berangkat ketempat lain. “ Kata Ansor Naim

Ansori Naim juga meminta kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Batang untuk selektif dalam penunjukan petugas KBIH, karena untuk melancarkan komunikasi terhadap jamaah daerah yang kebanyakan tidak bisa berbahasa Arab.

“ kami harap ada proses seleksi petugas KPIH harus bisa berkomunikasi dengan bahasa arab, atau sebegai prasarat untuk menjadi petugas TPHD.” Pintanya

Usulan tersebut juga di respon oleh Bupati Batang wihaji yang hadir dalam silaturahmi mengatakan, usulan petugas TPHD atau KBIH yang harus bisa berbahasa arab merupakan usulan yang baik untuk kedepan, karena itu juga bagian dari pelayanan bagi jamaah haji kita.

“ usulan itu kita akan selipkan di saat manasik haji, namun bukan sebagai prasarat untuk menjadi petugas TPHD,tapi bagian dari materi yang salah satu penentuan menjadi petugas TPHD.” Katanya Bupati Wihaji

Bupati Wihaji juga menyampaikan selamat kepada jamah haji Kabupaten Batang semoga menjadi haji yang mabrur, dan bagi yang meninggal dunia di tanah suci itu merupakan kehendak Allah dan semoga kgusnul khotimah.

“ semoga menjadi haji mabrurmabruroh dan menjadi kebaikan kita semua, menjadi touladan di masiing – masing daerah, serta menjadi contoh kebaikan yang selalu mensyiarkan islam dan bertambah rajin dalam beramal.” Pinta Bupati Batang

Kepala Seksi Penyelenggaran Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang Darwanto mengatakan, jumlah jamaah haji Kabupaten Batang sebanyak 652 berangkatkan melalui Embarkasih Adi Sumarmo Solo yang masuk dalam 3 Kloter ( kelompok terang).

Namun ada dua jamaah Haji asal Kabupaten Batang yang meninggal duinia di tanah suci Madinah Al-Munawaroh atas nama Ruma’ani binti Syafi’I, Jemaah haji yang tergabung dalam kloter 54 SOC Solo yang berasal dari Dukuh Bangunsari Barat Rt 5 Rw 4 Kelurahan Proyonanggan Kecamatan Batang.

Dan yang kedua jamaah atas nama Kenap bin Camun, yang berasal dari Desa Lebo Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang yang juga berasal dari Kloter 54 SOC Solo.

Dalam kesempatan tersebut Darwanto mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Batang yang telah memberiikan pelayanan yang baik kepada jamaah haji kabupaten Batang, pelayanan tersebut dari proses pemberangkatan dan pemulangan Haji di biayayi oleh Pemerintah Kabupaten Batang.

“ Baru kali ini pemberangkatan dan pemulangan haji di biayayai olleh Pemerinth Kabupaten Batang ini sangat membantu sekali jamaah Kabupaten Batang.” Kata Darwanto. (Edo/McBatang)

Berita Lainnya

Pengumpulan Minyak Jelantah di Batang Raih Rekor MURI, Hasilkan Cuan Rp90 Juta Untuk Bioavtur Pengumpulan Minyak Jelantah di Batang Raih Rekor MURI, Hasilkan Cuan Rp90 Juta Untuk Bioavtur
Pengumpulan Minyak Jelantah di Batang Raih Rekor MURI, Hasilkan Cuan Rp90 Juta Untuk Bioavtur
Batang Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setda Batang M Fathoni menegaskan bahwa aksi pengumpulan minyak goreng bekas atau jelantah di lingkungan Sekretariat Daerah bukan sekadar mengejar angka. Gerakan ini merupakan langkah nyata Pemerintah Kabupaten Batang dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pemanfaatan energi terbarukan.
13 Apr 2026 Jumadi 18
Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral
Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral
Batang - Kabupaten Batang bersiap menghelat pesta rakyat yang tak biasa. Memperingati hari jadinya Ke-60, tradisi Kirab Budaya tahun ini tampil lebih kolosal dan sakral, membawa atmosfer keagungan Kasultanan Yogyakarta ke tanah Batang.
12 Apr 2026 Jumadi 81
Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT
Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT
Batang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan dalam rangka Ziarah Kebangsaan sekaligus pembinaan Paguyuban Ketua Rukun Tetangga (PPRT) di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Minggu (1242026).
12 Apr 2026 Jumadi 128
Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah
Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Kirab Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 dengan mengusung tema Kesultanan Yogyakarta, di Pendopo Kabupaten Batang Minggu (1242026).
12 Apr 2026 Jumadi 107
Berbusana Ala Jogja, Bupati Faiz Wacanakan Batang Kembali ke Era Mataraman Berbusana Ala Jogja, Bupati Faiz Wacanakan Batang Kembali ke Era Mataraman
Berbusana Ala Jogja, Bupati Faiz Wacanakan Batang Kembali ke Era Mataraman
Batang - Peringatan Kembalinya Kabupaten Batang Ke-60, makin semarak karena diliputi nuansa Keraton Yogyakarta yang begitu kental. Dimulai dari busana beskap dan blangkon yang dikenakan Bupati M Faiz Kurniawan bernuansakan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, saat menggelar kirab budaya di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Minggu (1242026).
12 Apr 2026 Jumadi 42
Kesakralan Tombak Kyai Abirawa di Tiap Gelaran Budaya Batang Kesakralan Tombak Kyai Abirawa di Tiap Gelaran Budaya Batang
Kesakralan Tombak Kyai Abirawa di Tiap Gelaran Budaya Batang
Batang - Peringatan Hari Kembalinya Kabupaten Batang Ke-60 digelar meriah dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk ahli waris Tombak Pusaka Kyai Abirawa beserta pengiringnya. Keberadaannya tak bisa dilepaskan dari kelanggengan pemerintahan Kadipaten Batang sejak era Mataram Islam, bahkan saat gelaran Malam Satu Sura yang penuh Kesakralan.
12 Apr 2026 Jumadi 12