Menjadi Khalifah adalah Sebuah Amanah dari Allah

Rabu, 04 Oktober 2017 Lukman Hadi Lukito Dibaca 7.196 kali Kegiatan Keagamaan
Menjadi Khalifah adalah Sebuah Amanah dari Allah
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. H. M. Zainul Majdi M.A, Al-Hafidz (memegang microphone) menyampaikan tausiah di hadapan para tamu undangan
Salah satu dialog yang dikekalkan di dalam Al Qur’an, yaitu dialog Allah SWT dengan malaikat. Ketika Allah berfirman kepada para malaikat, bahwa manusia akan ditetapkan sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi. Maka menjadi khalifah merupakan sebuah amanah dari Allah yang patut disyukuri dan dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab oleh seluruh umat manusia di muka bumi.

Demikian kutipan ceramah yang disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. H. M. Zainul Majdi M.A, Al-Hafidz saat memberikan tausiah dalam rangka Sarasehan Umat Islam dan Tantangan Kepemimpinan Bangsa ke Depan. Turut hadir dalam sarasehan tersebut, Pengasuh Ponpes Tazakka Bandar KH. Anang Rikza Masyhadi, Ketua Muhammadiyah Batang yang juga Sekda Kabupaten Batang Nasikhin, beberapa aktivis dan para dokter bertempat di Aula RS Qolbu Insan Mulia (QIM) Jalan Urip Sumoharjo Kelurahan Sambong Kabupaten Batang, Minggu (1/10).

Zainul Majdi mengatakan, bahwa malaikat mempertanyakan mengapa manusia ditakdirkan menjadi khalifah, padahal berpotensi menimbulkan kerusakan baik besar maupun kecil, bagi diri sendiri ataupun kelompok. Selain itu manusia juga berpotensi untuk menumpahkan darah. Sementara malaikat lebih sering bertasbih (mensucikan Allah), mengapa harus manusia yang menjadi khalifah.

Menurut beliau, Allah lebih mengetahui alasan dipilihnya manusia sebagai khalifah dibandingkan malaikat. Menjadi khalifah di bumi perlu kualifikasi khusus, tidak cukup hanya pandai bertasbih saja. Tetapi manusia diberikan karunia berupa banyak ilmu pengetahuan.

“Memang ada sebagian dari manusia berpotensi menimbulkan kerusakan dan menumpahkan darah, tetapi Allah maha mengetahui bahwa meski demikian, masih ada manusia yang memiliki sifat yang baik. Terbukti dengan Allah menurunkan para nabi dan rasul, syuhada, orang sholeh serta yang mereka berdedikasi sebagai khalifah di muka bumi,” ucap beliau.

Gubernur NTB Tuan Guru Bajang menambahkan dengan segala tendensi keburukan, ternyata Allah masih jauh lebih percaya kepada manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi, dengan segala potensi yang dimilikinya.

Sementara itu, KH. Anang Rikza Masyhadi yang diwawancarai di ruang kerjanya (Ponpes Tazakka) menerangkan bahwa kehadiran Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. H. M. Zainul Majdi M.A Al-Hafidz atas undangan pribadinya karena sudah menjadi sahabat karibnya sejak dulu. Beliau adalah pemimpin dan ulama sekaligus seorang Hafidz Qur’an dari Al Azhar Kairo.

“Biasanya kalau kita berbicara seorang Ulama dan Umara adalah dua sosok, namun kali ini kedua – duanya ada dalam satu individu. Sangat tepat mengundang beliau supaya bisa memotivasi dan dijadikan suri tauladan bagi para santri, bahwa inilah sosok santri yang juga pemimpin dan sosok pemimpin yang juga santri,” ujar Ustad Anang sapaan akrab beliau.

Menurut Ustad Anang, manusia ternyata memiliki potensi ilmu pengetahuan yang dikaruniai Allah untuk kepemimpinan di bumi, sedangkan malaikat hanya berpotensi di langit saja. Ke depan dengan bekal ilmu pengetahuan dari Allah, manusia seharusnya dapat memimpin untuk memakmurkan bumi, bukan merusak dan menumpahkan darah.

“Khalifah yang dimaksud di sini bukanlah “raja” tetapi dalam arti luas yaitu sebuah tugas secara umum bagi setiap manusia untuk memakmurkan bumi. Pemimpin yang dibutuhkan Indonesia sekarang ini adalah pemimpin yang menjadi benar, bukan sekedar yang mengetahui kebenaran,” pungkas beliau. (Heri/Bahrul/McBatang)

Berita Lainnya

Pengumpulan Minyak Jelantah di Batang Raih Rekor MURI, Hasilkan Cuan Rp90 Juta Untuk Bioavtur Pengumpulan Minyak Jelantah di Batang Raih Rekor MURI, Hasilkan Cuan Rp90 Juta Untuk Bioavtur
Pengumpulan Minyak Jelantah di Batang Raih Rekor MURI, Hasilkan Cuan Rp90 Juta Untuk Bioavtur
Batang Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setda Batang M Fathoni menegaskan bahwa aksi pengumpulan minyak goreng bekas atau jelantah di lingkungan Sekretariat Daerah bukan sekadar mengejar angka. Gerakan ini merupakan langkah nyata Pemerintah Kabupaten Batang dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pemanfaatan energi terbarukan.
13 Apr 2026 Jumadi 19
Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral
Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral
Batang - Kabupaten Batang bersiap menghelat pesta rakyat yang tak biasa. Memperingati hari jadinya Ke-60, tradisi Kirab Budaya tahun ini tampil lebih kolosal dan sakral, membawa atmosfer keagungan Kasultanan Yogyakarta ke tanah Batang.
12 Apr 2026 Jumadi 81
Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT
Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT
Batang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan dalam rangka Ziarah Kebangsaan sekaligus pembinaan Paguyuban Ketua Rukun Tetangga (PPRT) di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Minggu (1242026).
12 Apr 2026 Jumadi 128
Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah
Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Kirab Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 dengan mengusung tema Kesultanan Yogyakarta, di Pendopo Kabupaten Batang Minggu (1242026).
12 Apr 2026 Jumadi 107
Berbusana Ala Jogja, Bupati Faiz Wacanakan Batang Kembali ke Era Mataraman Berbusana Ala Jogja, Bupati Faiz Wacanakan Batang Kembali ke Era Mataraman
Berbusana Ala Jogja, Bupati Faiz Wacanakan Batang Kembali ke Era Mataraman
Batang - Peringatan Kembalinya Kabupaten Batang Ke-60, makin semarak karena diliputi nuansa Keraton Yogyakarta yang begitu kental. Dimulai dari busana beskap dan blangkon yang dikenakan Bupati M Faiz Kurniawan bernuansakan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, saat menggelar kirab budaya di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Minggu (1242026).
12 Apr 2026 Jumadi 42
Kesakralan Tombak Kyai Abirawa di Tiap Gelaran Budaya Batang Kesakralan Tombak Kyai Abirawa di Tiap Gelaran Budaya Batang
Kesakralan Tombak Kyai Abirawa di Tiap Gelaran Budaya Batang
Batang - Peringatan Hari Kembalinya Kabupaten Batang Ke-60 digelar meriah dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk ahli waris Tombak Pusaka Kyai Abirawa beserta pengiringnya. Keberadaannya tak bisa dilepaskan dari kelanggengan pemerintahan Kadipaten Batang sejak era Mataram Islam, bahkan saat gelaran Malam Satu Sura yang penuh Kesakralan.
12 Apr 2026 Jumadi 12