Kreativitas dan Konsistensi Dibutuhkan untuk Bertahan Saat Pandemi

Jumat, 04 Desember 2020 Jumadi Dibaca 1.165 kali Ekonomi
Kreativitas dan Konsistensi Dibutuhkan untuk Bertahan Saat Pandemi
Batang - Di masa pandemi Covid-19 seluruh pelaku ekonomi kreatif dan komunitas dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan era kenormalan baru. Dua hal yang harus dimiliki adalah daya kreativitas dan konsistensi supaya dapat bertahan serta tetap produktif.

Batang - Di masa pandemi Covid-19 seluruh pelaku ekonomi kreatif dan komunitas dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan era kenormalan baru. Dua hal yang harus dimiliki adalah daya kreativitas dan konsistensi supaya dapat bertahan serta tetap produktif.

Pernyataan itu disampaikan oleh Bupati Batang Wihaji saat menjadi narasumber bersama Sastrawan Sosiawan Leak, dalam talkshow dengan tema “Kreativitas Ala Kenormalan Baru”, yang digelar secara virtual melalui Batang TV, Kamis (3/12/2020).

“Pemerintah Daerah siap mengayomi dengan adanya anggaran dan menginspirasi para pelaku ekonomi kreatif sehingga memunculkan inovasi terbaru, serta menimbulkan kekuatan yang luar biasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menerangkan, demikian pula bagi komunitas yang memiliki kreativitas sederhana, namun berkat piawai memanfaatkan teknologi, mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah yang luar biasa.

“Saya tanya, berapa subscriber-nya? 100 ribu dan pemasukannya Rp6 juta/bulan. Itu merupakan sesuatu yang inspiratif, di saat pandemi dipaksa kreatif, dan hari ini momentumnya tepat, karena di dalamnya ada pemberdayaan sumber daya manusia,” jelasnya.

Bupati Wihaji mempersilakan untuk meniru hal yang baik, tapi jangan hanya sekedar latah, tapi harus ada konsistensi dengan karakter dan keunikan masing-masing.

“Pelaku ekonomi kreatif dan komunitas harus berkarakter, sehingga menimbulkan sesuatu yang baru,” tandasnya.

Sementara itu, Sastrawan Sosiawan Leak mengutarakan, dengan adanya Pemerintah memang bertugas untuk menghidupkan melalui anggaran, namun di sisi lain harus ada insan-insan yang menginspirasi sehingga mampu menjadi penyemangat.

“Di dalamnya ada Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) maupun Kementerian Ekonomi Kreatif memang memfasilitasi hingga mengawal, tetapi agar semangatnya sampai hingga perubahan yang diharapkan adalah tugas dari masyarakat,” tegasnya.

Sosiawan mencontohkan, adanya pasar online yang banyak diminati kalangan milenial. Di dalamnya tidak terdapat gudang, tidak mempunyai pegawai atau marketing dan tidak punya barang. Semuanya digerakkan oleh satu orang dengan subscriber yang luar biasa banyaknya.

“Salah satu karakter dari ekonomi kreatif adalah cendikiawan, dunia usaha dan didukung Pemerintah sebagai pemegang kebijakan. Ini kemudian akan menjadi ekosistem dari ekonomi kreatif yang disebut industri kreatif, dengan usaha yang beragam dan tidak terbatas,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 71
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 121
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 126
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 72
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 36
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 41