Semarang - Diputuskan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), Pemerintah Kabupaten Batang bersama Konsersium Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dan BUMN akan membentuk Joint Venture (JV) untuk mengelola KIT Batang.
Semarang - Diputuskan masuk dalam Proyek Strategis
Nasional (PSN), Pemerintah Kabupaten Batang bersama Konsersium Kawasan Industri
Terpadu (KIT) Batang dan BUMN akan membentuk Joint Venture (JV) untuk mengelola
KIT Batang.
Menurut Bupati Batang Wihaji, satu diantara
permasalahan dalam progres pembangunan KIT, adalah belum dikeluarkannya
wewenang JV dari Kementerian BUMN.
"JV memang belum terbentuk, kami berharap
Kementerian BUMN segera mengeluarkannya, karena wewenang JV ada di Kementerian
BUMN," kata Bupati Batang Wihaji usai rapat koordinasi percepatan KIT Batang
di Hotel Gumaya Semarang, Senin (30/11/2020).
Selain itu, guna mempercepat pembanguan KIT Batang
sesuai arahan Presiden Joko Widodo, dalam Perpres nomor 109 tahun 2020,
persiapan pembangunan fasilitas juga akan dilakukan.
Menurut Bupati Batang Wihaji, sesuai arahan dan
permintaan Pemerintah pusat lewat Kemenko Bidang Perekonomian, Pemkab Batang bersama
konsersium akan memastikan fasilitas di KIT untuk para investor.
"Fasilitas yang akan dibangun sesuai permintaan
investor, nantinya kami juga akan berkoordinasi dengan Badan Koordinasi
Penanaman Modal (BKPM) sebagai marketing negara, termasuk kepastian lahan,
listrik, gas, air bersih dan baku," tuturnya.
Ia juga menuturkan, semua pekerjaan yang tengah
dikebut sesuai dengan arahan Presiden, dengan tujuan untuk bersaing dengan
Kawasan Industri (KI) di negara lain.
"Untuk itu percepatan dilakukan, dengan harapan
investor yang tengah menunggu mendapat kepastian dan mulai masuk ke KIT
Batang," jelasnya.
Tidak hanya itu Pemkab Batang bersama BKPM akan
ajukan draf investor yang fix menanamkan modal ke Pemerintah Pusat.
Permintaan dari Kemenko Bidang Perekonomi terkait
list investor, dijelaskannya juga akan segera disodorkan.
"Kami akan berkoordinasi dengan BKPM untuk
listing tersebut, selain itu kami akan mengalisis permasalahan yang ada di KIT
Batang dan segera mencari solusinya," pungkasnya. (MC Batang,
Jateng/Edo/Jumadi)