Tanpa ada yang menduga bahwa kiprah tim dari utara pulau jawa Persibat Batang dapat menembus persaingan di Liga 2 Indonesia sampai babak 16 besar. Dari awal kiprah nya saat masih di tangani oleh Lukas Tumbuan Persibat banyak sekali mengalami kegagalan. Dari kalahnya dengan tim tetangga Persip Pekalongan di kandang sampai posisi peringkat terbuncit dari tim peserta lain.
Persibat Batang pada saat ini sebagai tim yang bisa dikatakan under dog yang bisa saja memberikan kejutan selanjutnya kepada tim yang ada pada satu grup. Lolos nya Persibat Batang ke babak 16 besar juga sebagai hal yang luar biasa untuk warga Batang dan khususnya suporter Persibat Batang. Pada sabtu kemarin (23/9) dalam rangka mensyukuri lolosnya Persibat Batang ke babak 16 besar para pengurus dan beberapa suporter Persibat Batang menunaikan Nadzar nya untuk jalan kaki dari mess Persibat Batang hingga Alun-alun Limpung sejauh kurang lebih 28 Km yang akan di tempung sekitar 4-5 jam.
Start yang diawali dengan doa yang dipimpin langsung oleh Ketua umum Danang Aji Saputra dan di lanjutkan dengan mulai nya perjalanan. Menurut salah satu rombongan Suradex bahwa jalan kaki ini dilakukan sebagai nadzar lolosnya Persibat ke babak 16 besar “Ini sebagai bentuk janji kami pada saat pertemuan dulu bahwa jika Persibat Batang lolos 16 besar saya dan mas sipenk akan melakukan jalan kaki dari stadion sampai limpung dan memang kami juga sudah mempersiapkan segalanya termasuk fisik kami dan semangat kami terutama untuk Persibat” Tandas suradex ketua Roban rewo-rewo.
Selain suporter bebrapa pengurus juga ikut serta dalam jalan kaki ini diantara lain Ketua Umum Persibat Batang Danang aji Saputra dan Adhimas Bramanti selaku Manajer Persibat “jalan kaki ini adalah sebagai wujud rasa syukur kami atas keberhasilan Persibat Batang yang lolos ke 16 Besar perjalanan ini tak sebanding dengan perjuangan para pemain di lapangan yang terpenting semoga kekompakan ini selalu terjaga” tandas Danang.
Sedangkan manajer Persibat disela-sela perjalannan nya juga berpesan bahwa perlunya kepedulian masyarakat Batang untuk sepak bola “Diharapakan masyarakat Batang lebih peduli akan perjuangan Persibat yang telah mengharumkan nama Batang di level nasional dan hasil 16 besar ini adalah anugerah terbesar dari tuhan untuk kita” kata Bram”. (Media Persibat/McBatang)
Batang - Banjir rob yang melanda pesisir Pantura Jawa Tengah kian mengancam sektor pariwisata. Di Kabupaten Batang, lebih dari dua hektare lahan milik pemerintah daerah di kawasan wisata Pantai Sigandu kini dilaporkan terendam air laut dan mengalami abrasi parah.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 dengan menggelar upacara di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Senin (2962026). Seluruh peserta tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia sebagai simbol keberagaman sekaligus penguatan nilai-nilai keluarga dalam bingkai persatuan.
Batang - Keberhasilan TK Ibunda Kabupaten Batang meraih penghargaan tingkat Jawa Tengah menjadi bukti bahwa layanan pengasuhan anak yang terintegrasi dengan pendidikan usia dini mampu memberikan manfaat nyata bagi keluarga sekaligus mendukung produktivitas masyarakat. Prestasi tersebut disampaikan usai Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Senin (2962026).
Batang - Regenerasi seniman mural di Kabupaten Batang terus dioptimalkan dengan lahirnya muralis yang berhasil mempersembahkan prestasi terbaiknya di beberapa ajang mural tingkat nasional. Kemampuan dan konsistensi dalam menggoreskan kuas di atas tembok yang disertai kritik membangun, membawa namanya kian dikenal di tengah-tengah nama muralis kenamaan lainnya.
Batang - Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) secara aktif memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD) untuk menggelar layanan jemput bola dan sosialisasi sertifikasi halal Manfaatkan Momentum CFD.
Batang - Batang Art Festival (BAF) yang telah menjadi even spektakuler Dewan Kesenian Daerah (DKD) tiap dua tahunan, menarik perhatian ribuan pasang mata. Tampilan estetik bertema "Babad Alas Roban", menjadi media bagi seniman menggambarkan semangat pemimpin bersama warganya membersihkan anasir dalam proses pembangunan.