Kemenparekraf Lakukan Sertifikasi Kompetensi Pelaku Usaha Batik Batang

Senin, 05 Oktober 2020 Jumadi Dibaca 849 kali Ekonomi
Kemenparekraf Lakukan Sertifikasi Kompetensi Pelaku Usaha Batik Batang
Batang - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI menyelenggarakan sertifikasi kompetensi kepada para pelaku usaha di bidang industri perbatikan di Aula Hotel Sendang Sari, Kabupaten Batang, Senin (5/10/2020).

Batang - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI menyelenggarakan sertifikasi kompetensi kepada para pelaku usaha di bidang industri perbatikan di Aula Hotel Sendang Sari, Kabupaten Batang, Senin (5/10/2020).

“Sertifikasi kompetensi itu adalah pengakuan kepada orang-orang sudah berkecimpung di dunia usaha tersebut,” kata Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kemenparekraf RI, Muhammad Rifky Fauzan.

Ia menerangkan, program ini tidak hanya dikaksanakan di Kabupaten Batang saja, tetapi sebelumnya juga telah dilakukan kepada 80 perajin batik di Kabupaten Magelang, 100 perajin di Kabupaten Batang dan berikutnya 100 perajin ke Kabupaten Rembang.

“Kegiatan ini berkat usulan dari teman-teman Dinas Pariwisata yang bekerja sama dengan anggota komunitas. Dan ini tidak berakhir sampai di sini, karena akan ada kegiatan-kegiaran selanjutnya,” tegasnya.

Langkah ke depan, lanjut dia, Kemenparekraf akan terus-menerus memperbaiki karena kawan-kawan perajin membutuhkan penyegaran.

“Kami akan memberikan pelatihan pemasaran, contohnya mereka bisa memanfaatkan saudara-saudaranya yang mempunyai media sosial untuk mempromosikan dan menjual produk-produknya secara online. Pangsa pasarnya sudah jelas yakni hingga internasional, karena batik itu berkaitan dengan selera banyak Kepala Negara,” tuturnya.

Maka di zaman milenial ini, para pelaku usaha harus mampu memanfaatkan gawai yang dimiliki, karena pemasaran yang lebih cepat diterima konsumen adalah secara online.

“Pelatihan dan sertifikasi juga termasuk stimulus dari Pemerintah Pusat kepada para perajin. Stimulus tidak serta merta berbentuk bantuan, namun bisa diklasifikasikan yaitu untuk peningkatan kompetensi, metode penjualan online, membangun alur cerita pada corak batik yang beragam.

Menurutnya, batik Kabupaten Batang memiliki ciri khas tersendiri dan dapat dijadikan satu alur cerita dengan nama “Batik Batang Punya Cerita”.

Sementara itu, Kepala Disparpora Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso memaparkan, empat motif batik yang dapat dijadikan satu alur cerita antara lain: Batik Rifaiyah, Batik Batangan, Batik Warna Alam dan Batik Gringsing, sesuai klasifikasinya.

“Saya sangat berterima kasih kepada Kemenparekraf RI, dengan adanya sertifikasi batik ini sebagai wujud pengakuan secara nasional kepada para pembatik kita. Hasil pelatihan dan sertifikasi ini akan tercatat dalam database kementerian yang dapat dilihat oleh seluruh Indonesia untuk berbagai kepentingan,” ungkapnya.

Pihaknya bersama Kemenparekraf RI akan mendorong para perajin supaya dapat meningkatkan kreativitas dalam pemasaran.

“Tantangannya supaya batik ini bisa dibudayakan sekaligus menghidupi mereka,” Pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 73
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 121
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 126
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 72
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 37
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 43