Batang - Penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Batang dari hari ke hari masih tinggi. Tadi malam ada penambahan 15 kasus positif Covid-19, sehingga sekarang totalnya 421 positif Covid-19 yang sembuh ada 280.
Batang
- Penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Batang dari hari ke hari masih tinggi.
Tadi malam ada penambahan 15 kasus positif Covid-19, sehingga sekarang totalnya
421 positif Covid-19 yang sembuh ada 280.
“Sekarang
ini banyak klaster-klaster baru yang ada di Kabupaten Batang seperti pondok
pesantren slamet, kemudian klaster keluarga di Jrakahpayung, dan yang baru-baru
ini klaster keluarga di Tegalsari,†Kata Kepala Dinkes Batang Muchlasin saat
ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Senin (5/10/2020).
Ia
menjelaskan, munculnya klaster baru Covid-19 terdapat di tegalsari ada 4 orang
yang positif Covid-19, suaminya bekerja di salah satu pabrik swasta terbesar di
Kabupaten Batang, 3 orang dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) melakukan
isolasi mandiri dan 1 orang kepala keluarga dirawat di rumah sakit.
“Munculnya
klaster baru kasus positif Covid-19 membuat Dinkes Batang melakukan upaya terus
testing Polymerase Chain Reaction (PCR) dan tracking, jadi kita melakukan testing PCR dengan target 111 orang
stiap hari sesuai target dari Gubernur Jawa Tengah, sehingga setiap minggunya
harus tercapai 777 orang,†ungkapnya.
Lebih
lanjut, pelaksanaan testing PCR dengan melibatkan 21 Puskemas yang tersebar di
seluruh Kabupaten Batang, mereka semua melakukan itu di wilayahnya
masing-masing, nanti kita intruksikan puskemas ada target tertentu supaya bisa
testing PCR.
Testing PCR ditujukan untuk orang-orang yang
berisiko, yang mempunyai penyakit gula, penyakit hipertensi, penyakit jantung,
usia lanjut, dan ibu hamil.
Untuk
usia lanjut yang pertama dilakukan memeriksa penyakit gulanya terlebih dahulu
jika ada kita langsung lanjut testing PCR. Kita tegaskan untuk testing itu
tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk yang diperiksa alias gratis.
“Alhamdulillah,
sekarang ini sudah banyak orang yang sadar akan kesehatannya dengan inisiatif
sendiri periksa. Karena sekarang mereka tidak malu untuk melalukan periksa
testing PCR karena kita sudah sosialisasikan itu merupakan bukan aib melainkan
untuk melindungi keluarga kita sendiri,†Pungkasnya. (MC Batang,
Jateng/Roza/Jumadi)