Penandatangan kerjasama antara Sekda Batang Nasikhin Kabupaten dengan Sekda Kabupaten Sikka, Halmahera Selatan, Karanganyar, cianjur
Setelah Kabupaten Batang memaparkan tentang E–Government di hadapan Komisi Pemeberantasan Korupsi dengan sistem yang transparan dan akuntabel setahun yang lalu, KPK merekomendasi Kabupaten Batang sebagai pusat rujukan peyelenggaraan daerah untuk Kabupaten dan Kota di Indonesia.
Kepala Bapelibang Kabupaten Batang Sabino Suwondo mengatakan, rekomendasi KPK menjadi prestasi yang sangat luar biasa bagi Batang, karena dinilai baik dalam penyelanggaraan daerah dengan sistem e-Bugeting sampai dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah secara elektronik (E-SAKIP).“kita sudah memiliki enam sistem aplikasi yaitu e- planing, e – bugeting, Simpelbang, LPSE ( Lembaga Pelelangan Secara Elektonik ), e- Sakip, e- Bansos, dan e- hibah, pemapapran sistem Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo saat itu disambut dengan baik oleh KPK yang dinilai transparan dan akuntabel, sehingga merekomendasikan Batang sebagai pusat rujukan.” Kata Sabino Suwondo saat di temui di Kantornya Senin,18/9.
Ia juga mengatakan bahwa sistem aplikasi yang digunkan oleh pemkab Batang sangat mudah di terapkan dan tidk begitu ribet, sehingga mudah sekali untuk di kloning oleh pemerintah daerah yang lain untuk bisa menggunkan sisitem yang sama.
“Untuk Kabupaten di Indoenisa yang sudah melakukan kerjasama ada enam yaitu Kabupaten Grobogan, Sukoharjo, Demak, Wonosobo, Banjarnegara, Tegal dan Sekarang ada tambahan lagi Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah, Kabupaten Cianjur Jawa Barat, Kabupaten Sikka NTT ( Nusa Tenggara Timur ), Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara dan ada juga Kabupaten Manggarai dan Cilacap yang sudah Ke Batang tapi belum MOU.” Jelas Sabino Suwondo.
Menurut Sabino Suwondo yang mengatakan kerjasama penyelanggaraan pemerintah daerah yang akuntabel dan transparan akan meng kloning sistem aplikasi yang ada di Kabupaten Batang, selain itu pemkab Batang juga akan memberikan bimbingan teknis atau pelatihan terhadap ASN yang sudah bekerjasama untuk dapat di terapkan di daerahnya.
“Pemkab Batang juga akan melakukan pendampingan saat menentukan kebijakanya secara teknis penggunaan aplikasi tersebut, dalam waktu dekat ini kita juga di undang Kabupaten Halmahera Selatan dalam rangka memberikan penjelasan kebijakan secara teknis aplikasi.” Katanya. (Edo/McBatang)
Batang - Banjir rob yang melanda pesisir Pantura Jawa Tengah kian mengancam sektor pariwisata. Di Kabupaten Batang, lebih dari dua hektare lahan milik pemerintah daerah di kawasan wisata Pantai Sigandu kini dilaporkan terendam air laut dan mengalami abrasi parah.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 dengan menggelar upacara di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Senin (2962026). Seluruh peserta tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia sebagai simbol keberagaman sekaligus penguatan nilai-nilai keluarga dalam bingkai persatuan.
Batang - Keberhasilan TK Ibunda Kabupaten Batang meraih penghargaan tingkat Jawa Tengah menjadi bukti bahwa layanan pengasuhan anak yang terintegrasi dengan pendidikan usia dini mampu memberikan manfaat nyata bagi keluarga sekaligus mendukung produktivitas masyarakat. Prestasi tersebut disampaikan usai Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Senin (2962026).
Batang - Regenerasi seniman mural di Kabupaten Batang terus dioptimalkan dengan lahirnya muralis yang berhasil mempersembahkan prestasi terbaiknya di beberapa ajang mural tingkat nasional. Kemampuan dan konsistensi dalam menggoreskan kuas di atas tembok yang disertai kritik membangun, membawa namanya kian dikenal di tengah-tengah nama muralis kenamaan lainnya.
Batang - Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) secara aktif memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD) untuk menggelar layanan jemput bola dan sosialisasi sertifikasi halal Manfaatkan Momentum CFD.
Batang - Batang Art Festival (BAF) yang telah menjadi even spektakuler Dewan Kesenian Daerah (DKD) tiap dua tahunan, menarik perhatian ribuan pasang mata. Tampilan estetik bertema "Babad Alas Roban", menjadi media bagi seniman menggambarkan semangat pemimpin bersama warganya membersihkan anasir dalam proses pembangunan.