Kiprah Batik Rifaiyah Batang di Kancah Internasional

Jumat, 02 Oktober 2020 Jumadi Dibaca 2.137 kali Ekonomi
Kiprah Batik Rifaiyah Batang di Kancah Internasional
Batang - Mengenakan busana bermotif batik kini menjadi sebuah kebanggaan masyarakat Indonesia, setelah ditetapkannya batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi pada 2 Oktober 2009 oleh Unesco.

Batang - Mengenakan busana bermotif batik kini menjadi sebuah kebanggaan masyarakat  Indonesia, setelah ditetapkannya batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi pada 2 Oktober 2009 oleh Unesco.

Salah satu batik yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Batang, khususnya Desa Kalipucang, adalah Batik Rifaiyah yang mulai pembuatan hingga motifnya syarat akan makna keagamaan.

Pembatik Rifaiyah, Miftakhutin dari Desa Kalipucang Wetan menuturkan, ditetapkannya Hari Batik Nasional membuat dirinya bersama para pelaku UMKM batik lainnya makin termotivasi menghasilkan karya-karya unik lainnya.

“Mempertahankan budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu, menjadi tugas penting bagi generasi muda, supaya tidak hilang dan tetap lestari hingga anak cucu di masa depan,” kata Mbak Utin sapaan akrabnya, saat ditemui di kediamannya, Desa Kalipucang Wetan, Kabupaten Batang, Jumat (2/10/2020).

Dinamakan Batik Rifaiyah, karena para pembatik merupakan santri dari Syekh Ahmad Rifai dengan beragam corak dan motif yang dihasilkan.

Ada Batik Tiga Negeri yakni Lancur, Gemblong Sak Iris, Kotak Kitir, Ila Ili. Ada pula Bang Biron seperti Pelo Ati, Nyak Pratin, Gendakan dan Liris. Para peminatnya tidak hanya dari lokal dan nasional saja, namun hingga ke kancah internasional melalui wisatawan yang datang langsung ke griya batik.

Batik-batik yang dijual mulai dari Rp500 ribu hingga termahal Rp3,5 juta yang pernah dipesan oleh Afifi Syakkur, seorang pengusaha dan kolektor batik asal Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Tak hanya pecinta batik dalam negeri, sejumlah wisatawan mancanegara pun menaruh perhatian istimewa pada motif-motifnya antara lain dari Jerman, Amerika Serikat, Singapura, Jepang, Thailand, Korea dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Pembatik di Desa Kalipucang Wetan sampai saat ini berjumlah 100 orang, yang terdiri dari usia 25-70 tahun.

Ia memaparkan, generasi milenial lebih tertarik dan bangga untuk menjadi marketing untuk memasarkan produk asli Desa Kalipucang.

“Mayoritas pembatik berusia senja, karena jumlah pembatik muda hanya sebanyak 10 orang. Untuk regenerasi sejak dini, diperlukan pelatihan khusus mulai dari pihak sekolah yang memasukkan pelajaran membatik ke dalam muatan lokal,” tuturnya.

Di masa pandemi memang para pengrajin sedikit mengalami kesulitan untuk memasarkan ke konsumen. Namun pihaknya sedikit tertolong dengan masih banyaknya konsumen dari berbagai instansi Pemerintah Kabupaten Batang yang masih setia dengan Batik Rifaiyah.

“Proses produksi tetap stabil, hanya penjualan yang mengalami penurunan hingga 50%. Semula tiap pekannya bisa menjual lebih dari 25 buah, tapi semenjak ada Covid-19 hanya  mampu menjual 5-10 buah,” tandasnya.

Sementara itu, ditemui secara terpisah, Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Disperindagkop dan UKM Batang, Budi Santosa mengatakan, Hari Batik Nasional menjadi stimulus bagi pengrajin batik supaya lebih menunjukkan eksistensinya dalam menerapkan ide-ide kreatifnya yang dituangkan berbentuk seni membatik.

“Teman-teman pembatik harus disemangati untuk produksi dan masyarakat yang ikut membeli, jadi sama-sama saling menopang perekonomian lokal, agar tetap hidup dan berputar,” imbaunya.

Ia menambahkan, melalui peringatan Hari Batik Nasional, Disperindagkop dan UKM berupaya mendorong seluruh pihak menghidupkan UKM di bidang perbatikan khususnya Batik Rifaiyah yang tetap eksis di tengah pandemi Covid-19. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 73
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 121
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 126
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 72
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 37
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 43