Kiprah Batik Rifaiyah Batang di Kancah Internasional

Jumat, 02 Oktober 2020 Jumadi Dibaca 2.173 kali Ekonomi
Kiprah Batik Rifaiyah Batang di Kancah Internasional
Batang - Mengenakan busana bermotif batik kini menjadi sebuah kebanggaan masyarakat Indonesia, setelah ditetapkannya batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi pada 2 Oktober 2009 oleh Unesco.

Batang - Mengenakan busana bermotif batik kini menjadi sebuah kebanggaan masyarakat  Indonesia, setelah ditetapkannya batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi pada 2 Oktober 2009 oleh Unesco.

Salah satu batik yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Batang, khususnya Desa Kalipucang, adalah Batik Rifaiyah yang mulai pembuatan hingga motifnya syarat akan makna keagamaan.

Pembatik Rifaiyah, Miftakhutin dari Desa Kalipucang Wetan menuturkan, ditetapkannya Hari Batik Nasional membuat dirinya bersama para pelaku UMKM batik lainnya makin termotivasi menghasilkan karya-karya unik lainnya.

“Mempertahankan budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu, menjadi tugas penting bagi generasi muda, supaya tidak hilang dan tetap lestari hingga anak cucu di masa depan,” kata Mbak Utin sapaan akrabnya, saat ditemui di kediamannya, Desa Kalipucang Wetan, Kabupaten Batang, Jumat (2/10/2020).

Dinamakan Batik Rifaiyah, karena para pembatik merupakan santri dari Syekh Ahmad Rifai dengan beragam corak dan motif yang dihasilkan.

Ada Batik Tiga Negeri yakni Lancur, Gemblong Sak Iris, Kotak Kitir, Ila Ili. Ada pula Bang Biron seperti Pelo Ati, Nyak Pratin, Gendakan dan Liris. Para peminatnya tidak hanya dari lokal dan nasional saja, namun hingga ke kancah internasional melalui wisatawan yang datang langsung ke griya batik.

Batik-batik yang dijual mulai dari Rp500 ribu hingga termahal Rp3,5 juta yang pernah dipesan oleh Afifi Syakkur, seorang pengusaha dan kolektor batik asal Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Tak hanya pecinta batik dalam negeri, sejumlah wisatawan mancanegara pun menaruh perhatian istimewa pada motif-motifnya antara lain dari Jerman, Amerika Serikat, Singapura, Jepang, Thailand, Korea dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Pembatik di Desa Kalipucang Wetan sampai saat ini berjumlah 100 orang, yang terdiri dari usia 25-70 tahun.

Ia memaparkan, generasi milenial lebih tertarik dan bangga untuk menjadi marketing untuk memasarkan produk asli Desa Kalipucang.

“Mayoritas pembatik berusia senja, karena jumlah pembatik muda hanya sebanyak 10 orang. Untuk regenerasi sejak dini, diperlukan pelatihan khusus mulai dari pihak sekolah yang memasukkan pelajaran membatik ke dalam muatan lokal,” tuturnya.

Di masa pandemi memang para pengrajin sedikit mengalami kesulitan untuk memasarkan ke konsumen. Namun pihaknya sedikit tertolong dengan masih banyaknya konsumen dari berbagai instansi Pemerintah Kabupaten Batang yang masih setia dengan Batik Rifaiyah.

“Proses produksi tetap stabil, hanya penjualan yang mengalami penurunan hingga 50%. Semula tiap pekannya bisa menjual lebih dari 25 buah, tapi semenjak ada Covid-19 hanya  mampu menjual 5-10 buah,” tandasnya.

Sementara itu, ditemui secara terpisah, Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Disperindagkop dan UKM Batang, Budi Santosa mengatakan, Hari Batik Nasional menjadi stimulus bagi pengrajin batik supaya lebih menunjukkan eksistensinya dalam menerapkan ide-ide kreatifnya yang dituangkan berbentuk seni membatik.

“Teman-teman pembatik harus disemangati untuk produksi dan masyarakat yang ikut membeli, jadi sama-sama saling menopang perekonomian lokal, agar tetap hidup dan berputar,” imbaunya.

Ia menambahkan, melalui peringatan Hari Batik Nasional, Disperindagkop dan UKM berupaya mendorong seluruh pihak menghidupkan UKM di bidang perbatikan khususnya Batik Rifaiyah yang tetap eksis di tengah pandemi Covid-19. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Jalan Kaki dari Jakarta ke Bali, Novrizal Singgah di Batang Bawa Pesan Patriotisme Jalan Kaki dari Jakarta ke Bali, Novrizal Singgah di Batang Bawa Pesan Patriotisme
Jalan Kaki dari Jakarta ke Bali, Novrizal Singgah di Batang Bawa Pesan Patriotisme
Batang - Ribuan kilometer perjalanan ditempuh Novrizal Eka Fadillah, warga Bogor, Jawa Barat, dengan berjalan kaki dalam aksi Long March Merah Putih Mandiri 2026. Perjalanan tersebut kini memasuki Kabupaten Batang. Novrizal beristirahat sekaligus melakukan wawancara di Kantor Pemerintah Kabupaten Batang, Senin (2192026).
21 Sep 2026 Jumadi 75
Tahan Dampak Rob dan Restorasi Ekosistem, DLH Batang Perkuat Pesisir Pantai Kuripan Tahan Dampak Rob dan Restorasi Ekosistem, DLH Batang Perkuat Pesisir Pantai Kuripan
Tahan Dampak Rob dan Restorasi Ekosistem, DLH Batang Perkuat Pesisir Pantai Kuripan
Batang - Kawasan pesisir Pantai Kuripan di Kabupaten Batang kini tengah berpacu dengan waktu. Di balik gulungan ombaknya, ada ancaman nyata yang perlahan mengintai: garis pantai yang makin menyusut dari tahun ke tahun akibat erosi dan bahaya banjir rob.
21 Sep 2026 Jumadi 57
Cukup Baca Buku di Graha Pustaloka, Es Krim Gratis Menantimu Cukup Baca Buku di Graha Pustaloka, Es Krim Gratis Menantimu
Cukup Baca Buku di Graha Pustaloka, Es Krim Gratis Menantimu
Batang - Beragam cara untuk menarik minat anak mencintai buku dan segala serba serbi kegiatan bernuansa literasi, mulai dari sarana prasarana yang memadai, hingga memberikan penghargaan. Salah satu strategi yang dimanfaatkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Batang yakni dengan memberikan hadiah berupa satu es krim secara cuma-cuma, bagi pengunjung yang melakukan aktivitas literasi, sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca anak.
21 Sep 2026 Jumadi 45
Satpol PP Batang Berupaya Menjaga Ketertiban Umum dan Gelar Operasi Pekat Satpol PP Batang Berupaya Menjaga Ketertiban Umum dan Gelar Operasi Pekat
Satpol PP Batang Berupaya Menjaga Ketertiban Umum dan Gelar Operasi Pekat
Batang - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Batang menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) menyusul banyaknya laporan warga terkait dugaan peredaran minuman beralkohol hingga praktik prostitusi dan permesuman. Operasi penegakan Peraturan daerah (Perda) melibatkan Satpol PP, Disparpora, Disperindagkop, Polresta Batang dan Kodim 0736Batang.
20 Sep 2026 Jumadi 59
WCD Batang Gelar Aksi Bersih, Dorong Kepedulian Masyarakat Jaga Lingkungan WCD Batang Gelar Aksi Bersih, Dorong Kepedulian Masyarakat Jaga Lingkungan
WCD Batang Gelar Aksi Bersih, Dorong Kepedulian Masyarakat Jaga Lingkungan
Batang World Cleanup Day (WCD) Kabupaten Batang menggelar aksi bersih bersama melalui kegiatan bertema Gerakan Bersih Sungai, Lingkungan dan Jalan di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Minggu (2092026).
20 Sep 2026 Jumadi 302
Pemkab Batang Ajak Warga Terapkan Bersih-Bersih Sampah Pemkab Batang Ajak Warga Terapkan Bersih-Bersih Sampah
Pemkab Batang Ajak Warga Terapkan Bersih-Bersih Sampah
Batang - Pertumbuhan aktivitas di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) turut berdampak pada meningkatnya volume sampah di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang.
20 Sep 2026 Jumadi 151