Batang - Kasus baru positif Covid-19 ada 10 santri pondok pesantren (Ponpes) Selamat dan 15 petugas Unit Pelayanan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau jembatan timbang di Kecamatan Subah dinyatakan positif terpapar Covid-19.Hal ini diketahui setelah hasil Swab Test mereka keluar dari laboratorium yang ada di Semarang.
Batang
- Kasus baru positif Covid-19 ada 10 santri pondok pesantren (Ponpes) Selamat
dan 15 petugas Unit Pelayanan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau
jembatan timbang di Kecamatan Subah dinyatakan positif terpapar Covid-19.Hal
ini diketahui setelah hasil Swab Test mereka keluar dari laboratorium yang ada
di Semarang.
“Untuk
hasil Swab Test yang sudah kita terima, ada 10 santri dan 15 petugas UPPKB
positif Covid-19†kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang saat
ditemui di Kantor Dinkes, Kabupaten Batang, Selasa (29/9/2020).
Ia
menjelaskan, Awalnya petugas dari puskesmas subah melakukan kegiatan Rapid Test
terhadap sejumlah santri di Ponpes Selamat, Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis
dan petugas UPPKB Subah. Langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan kedua
tempat itu rentan terhadap penyebaran Covid-19.
Setelah
hasil Swab Test keluar, hasilnya 10 santri Ponpes Selamat positif dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG). Guna meminimalisir
penyebaran covid- 19 pihak Ponpes diminta untuk melakukan isolasi mandiri.
Selain itu, Dinkes Batang juga melakukan pemantauan perkembangan dan memberikan
edukasi serta melakukan tracking keseluruh pengurus dan santri Ponpes.
“Kami
juga merekomendasikan pihak Ponpes untuk menghentikan sementara kegiatan
belajar mengajar tatap muka sampai tracing dan trakingnya selesai atau bisa
disebut lockdown sementara,†tandasnya.
Dan
untuk 15 petugas UPPKB Subah yang dinyatakan positif Covid-19 sudah melakukan
isolasi mandiri, mereka semua bukan merupakan warga Kabupaten Batang.
“UPPKB
Subah kami meminta untuk ditutup selama 4 hari agar dilakukan pembersihan
dengan disemprot disinfektan,†Pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)