Bisnis Budidaya Ikan Guppy Saat Pandemi Covid-19 Dapat Menghasilkan

Senin, 28 September 2020 Jumadi Dibaca 1.790 kali Ekonomi
Bisnis Budidaya Ikan Guppy Saat Pandemi Covid-19 Dapat Menghasilkan
Batang - Penyebaran Covid-19 yang begitu cepat ikut mempengaruhi putaran roda ekonomi dan sejumlah sektor usaha di tanah air hampir nyaris berhenti yang berdampak kepada karyawan banyak yang di PHK.

Batang - Penyebaran Covid-19 yang begitu cepat  ikut mempengaruhi putaran roda ekonomi dan sejumlah sektor usaha di tanah air hampir nyaris berhenti yang berdampak kepada karyawan banyak yang di PHK.

Saat sejumlah usaha gulung tikar, justru budidaya ternak ikan Guppy semakin menjajikan di tengah pandemi Covid-19.  Pembudidaya ternak ikan Guppy sanggat terlihat sumringah karena mereka sangat produktif. Peluang bisnis ikan Guppy ini dilihat oleh Nugroho Sutrisno (30) yang tadinya karyawan pabrik yang terkena PHK.

“Pada awalnya setelah PHK dari pekerjaan tidak tahu mau ngapain hanya di rumah saja. Setelah melihat tayangan youtube tentang budidaya ternak Guppy ini saya tertarik untuk memelihara. Saat itu saya hanya membeli beberapa pasang saja kepada pembudidaya yang sudah mempunyai nama dengan membeli indukan yang kualitas bagus,” Kata Nugroho Sutrisno saat ditemui di Karangasem Selatan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Senin (28/09/2020).

“Ternak Guppy juga hanya iseng-iseng mencari kesibukan sebelum mencari pekerjaan lagi. Selama 3 bulan merawat indukan Guppy akhirnya mempunyai anak dan menjadi besar seperti indukannya,” ungkapnya.

Karena banyaknya anak yang dihasilkan indukannya saya berniat untuk menjualnya karena lahan budidaya  yang masih ala kadarnya saja, tetapi malahan banyak permintaan  hasil ternak ikan saya.

“Banyak pembeli mengungkapkan, bahwa Guppy hasil ternak saya mempunyai kualitas yang bagus dan disukai pecinta ikan hias di Kabupaten Batang,” jelasnya.

Ia menjelaskan, harga ikan Guppy yang  dibudidayakan dijual  kisaran  harga antara Rp50.000,00 sampai Rp100.000,00 per pasang dengan mengacu pada kualitas jenis ikannya

“Jenis ikan Guppy yang saya budidayakan ada ikan Guppy Albino Full Red(AFR), Albino Full Platinum (AFP), Half Black Blue (HB BLUE), Half Black Red (HB RED),  mini panda , Platinum Red Tail Big Ear (PRTBE),” tuturnya.

Selama 3 Bulan ini saya sudah menjual 40 pasang ikan Guppy yang saya budidayakan sendiri jika diuangkan menjadi Rp4.000.000,00 lumayan untuk bertahan hidup pada pandemi Covid-19 sekarang. Untuk penjualan melalui media online Facebook.

“Kedepannya ikan Guppy budidaya saya dapat mempunyai standar penilaian kontes dalam komunitas Indonesia Guppy Forum,” harapnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 74
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 122
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 127
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 76
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 37
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 44