Ekspor Perdana Bawang Putih Asal Batang

Jumat, 25 September 2020 Jumadi Dibaca 1.307 kali Ekonomi
Ekspor Perdana Bawang Putih Asal Batang
Batang - Bupati Batang Wihaji melepas ekspor perdana komuditas bawang putih ke Taiwan, Hal ini terbalik dengan Pemerintah pusat yang justru malah impor bawang putih.

Batang - Bupati Batang Wihaji melepas ekspor perdana komuditas bawang putih ke Taiwan, Hal ini terbalik dengan Pemerintah pusat yang justru malah impor bawang putih.

Ekspor bawang putih yang dilakukan oleh Kecamatan Bawang, bukan untuk konsusmsi melainkan untuk herbal.

"Bawang putih yang kita ekspor ke Taiwan untuk kebutuhan jamu di Negera Taiwan, bukan untuk konsumsi masyarakat, karena kandungan dan khasiatnya untuk herbal," kata Bupati Batang Wihaji usai melepas ekspor bawang putih di Balai Penyuluhan Pertanian Desa Surjo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jumat (25/9/2020).

Ia pun mengapresiasi petani bawang putih Kecamatan Bawang, karena berhasil membudidaya bawang jenis lumbu hijau yang mampu menjadi produk komoditas unggulan.

"Komuditas ini akan terus kita eksplor terus sebagai kekuatan petani Kecamatan Bawang khususnya Bawang Putih," jelasnya.

Ia pun menjelaskan, untuk kebutuhan ekspor bawang putih di Negara Taiwan masih cukup banyak, dan petani Batang belum mampu memenuhinya.

"Kebutuhanya mereka meminta 1.000 ton per tahun, kita hanya mampu 25 ton per tahun. Kalau nanti ada keuntungan dari petani, saya yakin petani Batang akan ikut menanam bawang untuk memenuhi kebutuhan ekspor," tandasnya.

Sementara, perwakilan Gapoktan Pateni bawang putih Ali mengatakan, ekspor bawang putih dalam minggu ini hanya bisa mengirim 25 ton dan akan terus diupayakan agar tercapai target ekspor yang dibutuhkan.

"Ekspor ini kita lewat PT Green Herbal yang setiap hari kita kirim lima ton setiap harinya," ungkapnya.

Keunggulan bawang putih varietas lumbu hijau ada pada tingkat kepedasan dan kandungan minyaknya lebih banyak.

"Bawang putih yang kita ekspor dihargai per kilonya Rp23.000,00, dalam situasi pandemi Covid-19 harga tersebut sangat membantu petani, karena kemarin harga bawang konsumsi dilokal harga jual anjok total hingga Rp5.000,00 sampai Rp7.000,00," terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Batang, Heru Yuwono mengatakan potensi pengembangan bawang putih di Kabupaten Batang sejumlah 1.000 hektar, yang tersebar di Kecamatan Bawang, Blado dan Reban.

"Program pengembangan bawang putih merupakan program Kementerian pertanian sejak tahun 2018 yang semula 150 hektar, karena ada rekofusing adanya Covid-19 menjadi seluas 50 hektat," tuturnya.

Untuk produktivitas bawang putih di Kabupaten Batang sudah sesuai target nasional yaitu 6 ton per hektar.

"Produktivitas bawang putih saat ini mencapai 14 ton per hektar, untuk penanaman diatas 900 mdpl dan produktivitas 8 ton per hektar untuk penanaman 800 mdpl," tegasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 74
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 122
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 127
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 76
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 37
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 44