Malam Puncak Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Batang Tahun 2017 diikuti oleh 30 finalis yang kemudian diseleksi kembali menjadi 6 finalis
Tradisi tahunan dari Kabupaten Batang yang diselenggarakan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga untuk memilih Mas dan Mbak Duta Wisata Tahun 2017 mengemban tugas untuk mempromosikan segala potensi yang dimiliki Batang. Sebagai Duta Wisata harus memiliki brain/kecerdasan, beauty/cantik luar dan dalam, bahavior/tingkah laku yang menjadi tolok ukur Duta Wisata sebagai teladan generasi muda lainnya dan masyarakat Batang.
Bupati Batang Wihaji menyampaikan hal tersebut dalam acara Malam Grand Final Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Batang Tahun 2017 yang dihadiri Wakil Bupati Suyono, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bambang Supriyanto, Pimpinan OPD, seluruh Kepala Dinas Pariwisata juga Mas dan Mbak dari Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang dan Kota Pekalongan di Jalan Veteran Kabupaten Batang, Jum’at malam (15/9).
Dalam sambutannya Bupati mengatakan dalam periode ini pariwisata akan dijadikan sebagai salah satu kekuatan dengan melaunching “Visit To Batang 22” pada 29 September sekaligus membuka Batang Expo yang diselenggarakan mulai 29 September – 3 Oktober 2017 bertempat di Alun- alun dan Jalan Veteran Batang.
“Launching Visit To Batang 22 yang akan menjadikan Batang sebagai Kabupaten Industri dan Pariwisata pada tahun 2022. Mas dan Mbak Duta Wisata adalah tradisi yang baik harapannya akan semakin baik serta yang terpilih nanti akan mampu bersaing di Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Jawa Tengah,” harapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bambang Supriyanto menambahkan tujuan diadakannya Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Batang Tahun 2017 ini adalah untuk memilih Mas dan Mbak yang bertugas mempromosikan kegiatan yang bersifat membangun di Kabupaten Batang.
"Tahap pertama Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata setelah proses seleksi administrasi dan fisik dari 108 peserta menghasilkan 60 peserta. Tahap kedua seleksi wawancara, tertulis dan penampilan, maka terpilih 30 finalis yang diseleksi kembali menjadi 6 finalis. Para Duta Wisata nantinya dapat menjadi motor penggerak sehingga akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Batang,” tuturnya.
Dan setelah keenam finalis menjawab pertanyaan yang diajukan para dewan juri maka terpilihlah Ricky Anggra dari Kecamatan Blado menjadi Mas Duta Wisata dan Asih Mei Purwati dari SMA N 1 Batang menjadi Mbak Duta Wisata Kabupaten Batang Tahun 2017.
Sedangkan sebagai Runner Up kedua Mas dan Mbak Duta Wisata yaitu Yuli Aprianto dari Perwakilan Umum dan Tara Febriana dari Kecamatan Bandar. (Heri/McBatang)
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.