Batang - Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang kini mayoritas dilakukan di segela jenjang pendidikan menjadi salah satu solusi di masa pandemi yang mengharuskan guru maupun siswa menggunakan pulsa atau kuota untuk menunjang kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR).
Batang - Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang
kini mayoritas dilakukan di segela jenjang pendidikan menjadi salah satu solusi
di masa pandemi yang mengharuskan guru maupun siswa menggunakan pulsa atau
kuota untuk menunjang kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR).
Maka demi memperlancar kegiatan BDR, salah satu
provider kartu seluler memberikan bantuan subsidi kuota kepada para pelajar
sesuai program dari Kementerian Agama Republik Indonesia, melalui Kantor
Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Batang yang akan disalurkan mulai dari
tingkat Raudatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten Batang.
“Saya sangat mengapresiasi bantuan subsidi kuota
untuk membantu PJJ atau BDR, sebab hingga saat ini Kemenag belum mengizinkan
pembelajaran tatap muka. Yang masih menjadi penghalang tentu kuota yang minim
untuk para siswa, guru dan orang tua, maka subsisdi ini sangat membantu kami,â€
kata Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Batang Munif di Aula
Koperda Kemenag Kabupaten Batang, Senin (21/9/2020).
Kemenag Pusat telah menjalin kesepakatan dengan
salah satu provider yang memiliki misi mempermudah akses BDR.
“Kuota yang diperlukan dalam sekali BDR mencapai
lebih dari satu Giga Bite (GB), bahkan ada orang tua yang harus menjual ternak
hanya untuk memenuhi kebutuhan kuota, sementara kebutuhan sehari-hari pun belum
tercukupi,†tuturnya.
Lebih lanjut, dia menerangkan, rencananya terdapat
sekitar 40 ribu kartu yang akan dibagikan kepada anak didik dengan tepat waktu.
Dengan jumlah sekolah yaitu RA sebanyak 125, Madrasah Ibtidaiyah (MI) 123,
Madrasah Tsanawiyah (MTs) 34 dan MA 12.
“Semoga pihak Madrasah sudah tidak risau lagi,
sehingga PJJ bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya melalui fasilitas Google
Clasroom, E-learning Madrasah maupun Zoom telah disediakan dari provider,
sehingga pembelajaran lebih maksimal,†harapnya.
Sementara, Manajer provider salah satu kartu
seluler, Edi Joko mengutarakan, program donasi atau subsidi kuota sebelumnya
telah dilakukan di sekolah-sekolah yang berada di bawah Disdikbud Batang.
Demikian pula pihaknya juga menyambut positif program nasional dari Kemenag RI
dengan membagikan subsidi kuota ke Madrasah se-Kabupaten Batang.
Pihaknya juga mengapresiasi Kemenag Batang yang
mengizinkan untuk mendistribusikan bantuan kuota bagi seluruh pelajar Madrasah
yang bernaung di bawah Kemenag.
“Jadi untuk tahap awal kami berikan 30 GB secara
cuma-cuma, yang diperuntukkan bagi kebutuhan pembelajaran, sehingga tepat
sasaran. Di samping itu, sebagai apresiasi kami berikan tambahan kuota sebesar
55 GB,†ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pengawas MTs dan MA,
Minarsih menuturkan, kuota saat ini memang sangat dibutuhkan anak didik
khususnya di tingkat Madrasah karena mayoritas dari kalangan ekonomi menengah
ke bawah.
“Bantuan kuota ini sangat bermanfaat karena dalam
proses pembelajaran melalui E-learning Madrasah membutuhkan kuota yang banyak.
Dalam sehari membutuhkan 8-10 GB, sehingga orang tua merasa keberatan jika
tidak dibantu dengan program subsidi kuota,†tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)