Batang - Badan Pusat Statistik (BPS) Batang kembali menggelar “Sensus Malamâ€, untuk memgetahui data penduduk sebenarnya. Menariknya sensus kali ini dilakukan kepada warga yang tergolong tuna wisma atau mereka yang tidak bertempat tinggal dan orang-orang yang terganggu jiwanya.
Batang - Badan Pusat Statistik (BPS) Batang kembali
menggelar “Sensus Malamâ€, untuk memgetahui data penduduk sebenarnya. Menariknya
sensus kali ini dilakukan kepada warga yang tergolong tuna wisma atau mereka
yang tidak bertempat tinggal dan orang-orang yang terganggu jiwanya.
Sensus Malam dilakukan untuk mengetahui jumlah tuna
wisma yang tidak bertempat tinggal dan tidak memiliki keluarga, khususnya yang
menjadikan kawasan publik sebagai tempat tinggal.
Sensus tersebut juga melibatkan beberapa instansi
terkait di antaranya Satpol PP untuk membantu pengamanan, Dinas Komunikasi dan
Informatika yang mendokumentasikan serta mempublikasikannya kepada masyarakat.
“Sensus tersebut dilakukan dalam waktu semalam
dengan menyisir tempat-tempat yang sering digunakan tuna wisma berteduh di
malam hari antara lain : ruko, pasar, terminal, pelabuhan dan lainnya,†kata
Kepala BPS Batang Eddy Prawoto, usai mendampingi petugas gabungan di Jalan
Jendral Sudirman, Kabupaten Batang, Selasa (15/9/2020).
Lebih lanjut, ia menerangkan, tuna wisma ada di
antara mereka yang mampu memberikan keterangan dengan lancar, sehingga
memudahkan petugas melakukan pendataan.
“Sensus bagi tuna wisma tentu sangat bermanfaat
untuk mempermudah Pemerintah Daerah dalam mengambil kebijakan secara makro
untuk jangka panjang. Seluruh petugas diterjunkan di 15 Kecamatan, sehingga
datanya akan terlihat jelas dan khusus hasil penyusuran di Kota Batang petugas
mendata tuna wisma sejumlah 22 orang,†jelasnya.
Sensus Malam sangat berguna bagi masyarakat,
terlebih saat ini Indonesia sedang dilanda pandemi Covid-19 dan kebutuhan dasar
warga pun mendesak supaya terpenuhi. Harapannya melalui kegiatan yang serentak
digelar BPS di seluruh Nusantara ini menjadi potret nyata, bahwa sebenarnya ada
tuna wisma yang tidak bisa hidup dengan layak dan nyaman.
Sementara, Petugas Satpol PP, Wiranto mengutarakan,
Sensus Malam pun dapat dijadikan sebagai media untuk mendata jumlah tuna wisma
yang sering tidur di ruko di sepanjang jalan Pantura.
“Area Kota Batang yang sering dimanfaatkan tuna
wisma tidur yaitu di Jalan Gajah Mada, Sambong dan Kandeman,†tuturnya. (MC
Batang, Jateng/Heri/Jumadi)