Batang - Data kasus kekerasan Seksual di Kabupaten Batang masih terlihat tinggi. Tercatat di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2020 besok.
Batang - Data
kasus kekerasan Seksual di Kabupaten Batang masih terlihat tinggi. Tercatat
di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB)
Kabupaten Batang menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada
tanggal 23 Juli 2020 besok.
“Kasus kekerasan
sepanjang tahun 2020 ada 19 kasus kekerasan, 80 persennya adalah anak
perempuan. Kekerasan sendiri jika kita amati dari segi pendidikan, dan
lingkungan keluarga.†Kata Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak DP3AP2KB Kabupaten Batang Esti Herlina saat ditemui di Kantor DP3AP2KB
Kabupaten Batang, Rabu (22/7/2020).
Kekerasan pada
anak dan perempuan di Kabupaten Batang sendiri sebetulnya sudah ada Peraturan
Daerah (Perda) untuk melindungi hak-hak anak yaitu Perda Nomor 11 tahun 2019.
Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten
Batang meskipun dengan anggaran terbatas selalu mensosialisasikan Perda
tersebut ke desa-desa dengan lisan meskipun belum bisa secara cetak.
Ia menjelaskan,
kami melihat permasalahan kasus kekerasan seksual ini terjadi karena 97 persen
anak Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas sudah melihat film
porno, ini data yang ada dan kami telah mengkonfirmasi ke anak-anak, karena
kita sendiri mempunyai forum anak yang kualitatif.
“Data
perkembangan kasus kekerasan di Kabupaten Batang dibagi berapa jenis diantaranya seksual ada 8 Kasus, Kekerasan
Dalam Rumah Tangga (KDRT) ada 6 kasus, Pelantaran ada 1 kasus, dan Anak Berhadapan
dengan Hukum (ABH) ada 4 kasus.†Terangnya.
Kalau dilihat
dari data memang masih sedikit tetapi P2TP2A Kabupaten Batang tidak bisa
memastikan berapa angka kekerasan yang terjadi di lapangan karena masing banyak
yang tidak melaporkan kasus kekerasan yang dialami.
Diharapkan,
masyarakat yang terkena kekerasan pada anak dan perempuan melaporkan ke kami untuk melindungi
hak-haknya. Jangan khawatir ketika dilaporkan tidak akan mencoreng nama baik
keluarga yang terkena, karena semua data
diprivasi.
“Menjelang
memperingati HAN kami mengharapkan perhatian khusus dari Kepala Daerah
Kabupaten Batang untuk serius menangani kekerasan yang terjadi di Kabupaten
Batang.†Pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)