Batang - Banyaknya warga terdampak pandemi Covid-19 secara ekonomi, membuat para ustadz dan wali murid dari SDIT Ar-Raudloh berinisiatif untuk memberikan bantuan berupa 6 kwintal beras. Bantuan diberikan langsung oleh Pembina Yayasan Ar-Raudloh KH. M. Saefudin Zuhri kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ulul Azmi, di Posko Gugus Tugas, Jalan Veteran Kabupaten Batang, Jumat (8/4/2020).
Batang - Banyaknya warga terdampak pandemi Covid-19
secara ekonomi, membuat para ustadz dan wali murid dari SDIT Ar-Raudloh
berinisiatif untuk memberikan bantuan berupa 6 kwintal beras. Bantuan diberikan
langsung oleh Pembina Yayasan Ar-Raudloh KH. M. Saefudin Zuhri kepada Kepala
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ulul Azmi, di Posko Gugus Tugas,
Jalan Veteran Kabupaten Batang, Jumat (8/4/2020).
Sebelumnya, pihak SDIT Ar-Raudloh telah
berkoorodinasi dengan Tim Gugus Tugas, bahwa saat ini bantuan yang paling
dibutuhkan oleh terdampak pandemi Corona adalah bahan pangan.
“Awalnya kami melihat warga yang tinggal di sekitar
Pondok Pesantren Raudlotul Muta’alimin dan SDIT Ar-Raudloh mengalami PHK,
karena perusahaannya tutup. Maka kami berkeinginan sedikit memberikan
kebahagiaan kepada yang membutuhkan, termasuk saudara-saudara kita lainnya yang
juga merasakan kesulitan yang sama,” kata KH. M. Saefudin Zuhri.
KH. Saefudin memandang, bahan pangan yang dapat
bertahan lama yaitu beras sebagai wujud sedekah di bulan Ramadan.
“Ramadan merupakan bulan berbagi, penuh ampunan dan
kesabaran. Ketika kita melakukan suatu kebaikan atau sebuah kewajiban sama
halnya melakukan 70 kewajiban di luar Ramadan,” tuturnya.
Menurutnya, inilah momentum yang tepat untuk
berbagi, terutama saudara-saudara pengelola pesantren atau sekolah yang
memiliki rezeki berlebih, marilah berbagi kepada masyarakat terdampak pandemi
Covid-19.
“Semoga sedekah dari kami yang tidak seberapa ini
memberikan inspirasi kepada sahabat dan saudara saya serta teman-teman
seperjuangan untuk bisa bersama-sama berbagi kepada siapapun yang membutuhkan,
sesuai arahan Bupati Batang Wihaji,” tambahnya.
Sementara, Kepala SDIT Ar-Raudloh Dracik, Nur Salim
mengatakan, rencana pemberian bantuan kepada terdampak pandemi Covid-19 telah
dirancang sejak awal Maret lalu. Maka bersama seluruh wali murid dan anak didik
mengumpulkan sedekah yang diwujudkan dalam bentuk beras untuk kebutuhan pokok
para terdampak, termasuk warga yang menjalani karantina.
“Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas wali murid
dan siswa yang ikut merasakan kesedihan dari warga terdampak, semoga bisa
memberikan kebahagiaan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPBD Batang, Ulul
Azmi mengutarakan, bantuan dari Pondok Pesantren Raudlotul Muta’alimin dan SDIT
Ar-Raudloh sangat bermanfaat terutama bagi terdampak pandemi virus Corona secara
ekonomi, karena banyak warga yang mengalami PHK.
“Jadi semuanya terdampak dari sisi pekerjaan apalagi
yang mengutamakan jasa sangat merasakan pengaruhnya. Nantinya beras akan kami
bagikan kepada penyedia jasa seperti tukang becak, pengemudi ojek daring,
pedagang UMKM, juru parkir dan para pemudik yang dikarantina di desa pun
mendapat bantuan sembako dari para dermawan melalui Posko Gugus Tugas,”
pungkasnya.
Ulul menambahkan, kegiatan berbagi dari SDIT
Ar-Raudloh dan Pondok Pesantren Raudlotul Muta’alimin dapat menjadi teladan
bagi warga lain yang mempunyai kemampuan atau kecukupan rezeki agar ikut
berbagi kepada mereka terdampak pandemi Covid-19. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi).