Batang - Hari Buruh atau May Day ditetapkan pada 1 Mei Tahun 1886, hari yang menjadi sejarah perjuangan kaum buruh di Dunia dalam menunutut kesejahteraan dan keadilan.
Batang - Hari Buruh atau May Day ditetapkan pada 1 Mei Tahun 1886, hari yang menjadi sejarah
perjuangan kaum buruh di Dunia dalam menunutut kesejahteraan dan keadilan.
Namun hari ini para buruh mengurungkan niatnya
kebiasaan untuk menuntut hal tersebut.
Pasalnya ditengah wabah pandemi Covid-19, semua
sendi perekonomian terdampak, tidak terkecuali kaum buruh yang terkena imbas
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dirumahkan.
Untuk mengurangi beban hidup mereka, Bupati Batang
Wihaji bersama Kapolres Batang AKBP Abdul Waras dan Komandan Kodim 0736 Batang
Letkol Kav Henry RJ Napitupulu membagikan ratusan paket sembako yang
berlangsung di Kantor Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI)
Kabupaten Batang, Jumat (1/5/2020).
Bupati Batang Wihaji mengatakan, ditengah keprihatinan
ini para buruh untuk bersabar karena semuanya terdampak. Maka yang dibutuhkan
sekarang adalah kebersamaan dan kepedulian masyarakat untuk saling
membantu.
"Saya apresiasi Kapolres Batang yang
menginisiasi kegiatan bakti sosial, dengan membagikan paket sembako,"
katanya.
Setidaknya paket sembako yang diterima bagian dari
ikthtiar meringankan beban hidup warga yang terdampak yakni kaum buruh.
Sementara, Kapolres Batang AKBP Abdul Waras
mengatakan, pekerja merupakan satu diantara kita yang terdampak ditengah wabah
pandemi Corona, maka untuk meringankan beban hidup jajaran Polres, Pemkab Batang
dan Kodim 0376 Batang menyalurkan bantuan paket sembako.
"Ada sekitar 300 paket sembako yang kita
siapkan untuk para pekerja yang terdampak Covid-19," tuturnya.
Ia pun berharap, kepada para buruh untuk tetap
bersabar karena semuanya juga terdampak, dengan tetap mentaati imbauan Pemerintah.
"Saya minta kepada kaum buruh untuk tetap
menjaga kekompakan dan bersabar serta selesaikan permasalahan dengan cara
musyawarah," tandasnya.
Ia juga berharap kepada masyarakat untuk sementara
melaksanakan ibadah ramadan seperti salat tarawih dilaksanakan dirumah, begitu
juga dengan salat jumat.
"Bukan kita menghalangi, tapi karena kondisi
wilayah kita lagi dilanda pandemi Corona maka untuk sementara ibadah dibulan
ramadan ini demi kebaikan semua," pintanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPC KSPI Kabupaten
Batang Bambang Suhartono mengatakan, rasa terimakasih atas perhatiannya kepada
kaum buruh, karena ditengah pandemi Corona, pekerja di Kabupaten Batang sudah
ada ratusan pekerja yang dirumahkan.
"Sudah sekitar 400 pekerja sudah dirumahkan,
dan alhamdulilah belum ada yang di PHK," ungkapnya.
Ia berharap, untuk tahun depan tidak ada lagi upah
minimum, tetapi upah yang benar sesuai kemampuan masing-masing perusahaan
minimal Rp2,1 juta. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi).