Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batang dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menggelar tes urine kepada pejabat eselon II dan III di aula Kantor Bupati Kabupaten Batang, Jumat (22/11/2019).
“Kalau kita berharap masyarakat tidak kena narkoba, harus diberi contoh yang baik. Saya perintahkan Pemda mulai dites dulu, dan alhamdulillah dari laporan BNNK Batang, 129 Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) semuanya negatif,†tutur Bupati Batang Wihaji usai mengikuti tes urine.
Bupati mengharapkan setelah Pimpinan OPD dilakukan tes urine, semua masyarakat Batang ikut menjaga kesehatan supaya bebas dari peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika, sehingga dapat mewujudkan Desa yang Bersih Dari Narkoba (BERSINAR).
“Kalau sudah dites, seandainya ada, jangan takut karena tidak akan dipidanakan, tapi direhabilitasi,†tegasnya.
Bupati Wihaji menambahkan, kegiatan serupa akan terus dirutinkan setiap tahunnya, agar Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab. Batang bebas dari peredaran gelap narkotika.
Sementara di hadapan rekan media, Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen. Pol. Beni Gunawan mengapresiasi aksi nyata yang telah dilakukan Pemkab. Batang yaitu menggerakkan seluruh pejabatnya mengikuti tes urine. Hal itu sesuai perintah Presiden Republik Indonesia, yang mengharapkan ASN bebas dari penyalahgunaan narkoba.
“Kegiatan lain yang dilakukan yaitu preventif, apabila ada penyalahguna katakanlah hasilnya positif, tidak akan dipidanakan. Bahkan akan segera kami rehabilitasi,†ujarnya.
Lebih lanjut Brigjen. Pol. Beni memastikan, informasi ini harus diketahui oleh masyarakat, karena sebagian besar mereka belum mengetahui.
“Bagi yang sudah tes urine, ternyata pegawainya ada yang terkena, maka tidak akan dipersalahkan. Tapi sebaliknya kalau belum pernah ikut tes urine patut dipertanyakan, sudah melakukan upaya apa saja sebagai pimpinan, dalam melakukan pencegahan narkoba,†paparnya.
Ia menambahkan, Jawa Tengah merupakan tempat transit yang mudah digapai para bandar narkoba dari seluruh kota maupun provinsi di Indonesia.
“Bahkan sudah kami lakukan pemetaan, ada 10 jaringan internasional yang masuk ke Jawa Tengah. Berbagai modus sudah bisa kami tangani, dalam bentuk microwave, organ tubuh dan transportasi darat, seperti beberapa waktu lalu di jalan tol,†terangnya.
Saat ini, lanjutnya, di Indonesia sudah ada 74 jenis narkoba yang masuk. Adanya kegiatan semacam informasi, diseminasi dan edukasi bersama jajaran Pemkab dan Polres yang bersinergi dengan BNN, mudah-mudah peredaran narkoba dapat ditekan semaksimal mungkin dan dimusnshkan.
Beni mengharapkan, Desa Bersinar yang ada di Kabupaten Batang dapat diikutsertakan dalam lomba, karena di setiap kabupaten/kota lain sudah dibentuk. (MC Batang, Jateng/Heri)