Batang - Mendekati musim penghujan yang akan segera datang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, melakukan pemangkasan dahan untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang di kawasan Dracik Kampus, Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kabupaten Batang, Senin (18/11/2019).
Pelaksana Urusan Jalan Kabupaten, DPUPR, Slamet menuturkan, tidak semua pohon dilakukan penebangan, tetapi hanya pohon-pohon yang terlihat membahayakan dan rawan tumbang di musim penghujan.
“Kalau musim hujan pohon yang dipangkas biasanya yang berada di pinggir jalan karena bisa membahayakan pengguna jalan atau penghuni rumah,†ujarnya.
DPUPR untuk UPTD I, memiliki kewenangan di Kecamatan Batang, Kandeman dan Warungasem.
“Tugas saya secara khusus menangani wilayah Batang yang terbagi di 49 titik ruas jalan,†katanya.
Pemangkasan dahan harus sesuai instruksi pimpinan, jika masih dikategorikan belum terlalu membahayakan, cukup dipangkas dahannya. Namun apabila dirasa dapat membahayakan bagi warga yang melintas, segera dilakukan penebangan pohon dengan tetap memperhatikan lingkungan.
“Kami tidak asal menebang pohon, karena kalau pun ditebang harus disiapkan pohon pengganti, atau jika pohon tidak terlalu membahayakan, cukup dipangkas secukupnya, supaya tumbuh daun-daun baru, sehingga lingkungan tetap asri,†terangnya.
Wakil Kepala Bidang Kehumasan SMAN 1 Batang, Subagyo menerangkan, beberapa waktu lalu, pihaknya melayangkan surat meminta supaya DPUPR memangkas pohon yang dapat mengganggu kenyamanan warga sekolah.
“Pohon-pohon itu sudah melebihi tingginya dan dahannya mengganggu. Ketika musim hujan lebat sekali, kadang-kadang banyak dahan yang patah, masuk ke dalam kelas bahkan menimpah kendaraan guru dan siswa,†jelasnya.
Pemangkasan dahan pohon ini, lanjut dia, juga bermanfaat supaya memperlancar jaringan, agar tidak mengganggu jaringan Telkom maupun PLN, sehingga mengurangi terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan.
Beberapa waktu lalu, ada dahan yang menimpa mobil, bahkan saat hujan lebat pernah dahan yang rendah menjadi jalur masuk air lewat jendela, akhirnya ruang kelas basah.
“Untuk menyambut hadirnya musim hujan, pihak sekolah meminta secara khusus DPUPR memangkas dahan pohon di lingkungan sekitar, agar tidak terjadi hal serupa,†tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri)