Kalipucang Kulon Awali Pembentukan Desa Layak Anak di Batang

Senin, 04 November 2019 Jumadi Dibaca 1.043 kali Sosial
Kalipucang Kulon Awali Pembentukan Desa Layak Anak di Batang
Batang - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang, mengapresiasi langkah Desa Kalipucang yang menginisiasi terbentuknya Desa Layak Anak, sebagai realisasi Kabupaten Layak Anak (KLA).

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Batang, Muchlasin melalui Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Esti Herlina mengharapkan semua desa se-Kabupaten Batang menjadi Desa Layak Anak. Terlebih beberapa bulan yang lalu, Kabupaten Batang memperoleh penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, sebagai Kabupaten Layak Anak dengan predikat Pratama di Makassar.

“Kami mengarahkan bulan depan sudah membuat SK Gugus Tugas di desa itu,” pinta Esti saat ditemui di Kantor DP3AP2KB Kabupaten Batang, Senin (4/11/2019).

Ia menambahkan, selama ini Dana Desa lebih diutamakan untuk perbaikan sarana prasarana. Padahal kepentingan masyarakat desa tidak hanya infrastruktur saja, melainkan pemberdayaan warganya. 

“Pemberdayaan itu nantinya digunakan untuk peningkatan kapasitas masyarakat yakni peningkatan pengetahuan tentang KLA, hukum pernikahan dini dan pencerahan terhadap sesama warga bahwa ada pengaruh buruk dari penyalahgunaan narkoba,” paparnya.

Menurutnya, pembangunan KLA tidak hanya bergantung pada DP3AP2KB saja, tetapi merupakan kerja dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

“Salah satunya di dunia pendidikan, saat ini sudah dibuat Zona Selamat Sekolah, mulai dari SMPN 1 Batang hingga Kandeman. Zona itu adalah sebuah tanda dengan warna merah, agar para pengendara berhati-hati, paling tidak mengurangi kecepatan saat mulai mendekati kawasan itu, sehingga anak-anak selamat sampai ke gerbang sekolah,” tegasnya.

Ditemui di tempat yang berbeda, Kepala Seksi Pelayanan Desa Kalipucang Kulon, Dwi Listiyowati menuturkan, untuk mendukung KLA, warga Desa Kalipucang Kulon sudah mulai diberdayakan melalui berbagai kegiatan yang memiliki kaitan dengan perlindungan anak.

“Seperti kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) dan Posyandu yang sebetulnya sudah biasa dilakukan tapi ada sebagian warga yang belum tahu betapa pentingnya itu. Maka ke depan aparat desa bersama warga harus bekerja keras, supaya Desa Layak Anak terwujud dengan baik, demi menyukseskan KLA,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri)


Berita Lainnya

Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan
Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan
Batang - Ketua yayasan Bhakti Praja Korpri Batang Retno Dwi Irianto, mengukuhkan Eko Susilowati, sebagai kepala sekolah SMA Bhakti Praja Limpung masa Bhakti 2026 - 2030 menggantikan Suripah, yang telah habis masa Bhaktinya, di SMA Bhakti Praja Limpung, Kabupaten Batang, Kamis (29102026).
29 Okt 2026 Jumadi 51
Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut
Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut
Polda Jawa Tengah meluncurkan program Pancanaka di Desa Depok, Kabupaten Batang, untuk memperkuat kemitraan polisi dengan nelayan dalam mencegah penyelundupan narkoba melalui jalur laut, meningkatkan keselamatan saat melaut, serta mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir melalui bantuan sosial dan penebaran benih ikan bandeng.
29 Okt 2026 Jumadi 69
Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan
Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan
Batang - Dinding tinggi bukan lagi sekadar rintangan, melainkan panggung pembuktian bagi ketangguhan para atlet muda. Kontingen Kabupaten Batang kembali mengukir tinta emas di ajang PORPROV XVII Jawa Tengah 2026. Cabang olahraga panjat tebing sukses memecah kebuntuan dengan mempersembahkan medali emas perdana lewat aksi luar biasa di nomor Speed Relay Putri.
29 Okt 2026 Jumadi 54
Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan
Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan
Sidawung Camp di Desa Tombo, Kabupaten Batang, mengembangkan wisata berbasis ekowisata melalui kegiatan berkemah, hiking, dan canyoning yang dipadukan dengan edukasi lingkungan serta penanaman pohon. Konsep ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong partisipasi pengunjung dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan secara berkelanjutan.
29 Okt 2026 Jumadi 51
Bupati Batang Ajak Pemuda Tak Takut Gagal dan Terus Mengukir Prestasi Bupati Batang Ajak Pemuda Tak Takut Gagal dan Terus Mengukir Prestasi
Bupati Batang Ajak Pemuda Tak Takut Gagal dan Terus Mengukir Prestasi
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengajak generasi muda untuk berani bermimpi, tidak takut gagal, terus belajar, dan mengukir prestasi. Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, ia menekankan pentingnya membangun karakter pemuda yang patriotik, gigih, dan berempati, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman. Pemuda diharapkan berperan aktif dalam pembangunan melalui karya, pengabdian, dan kepedulian terhadap masyarakat.
28 Okt 2026 Jumadi 143
Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto
Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menginstruksikan Bappeda dan DPMPPR untuk segera melakukan survei terhadap jembatan penghubung di Desa Ngroto, Kecamatan Reban, yang ambrol akibat hujan deras pada 24 Oktober 2026. Pemkab Batang akan mengkaji kemungkinan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mempercepat perbaikan jembatan. Sementara itu, warga terpaksa menempuh jalur alternatif hingga 10 kilometer dari rute normal 3 kilometer, sehingga menghambat mobilitas dan aktivitas masyarakat.
28 Okt 2026 Jumadi 175