Batang - Menindaklanjuti 50 penyandang disabilitas penerima manfaat, Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini Temanggung, menggelar sosialisasi Program Rehabilitasi Sosial Berbasis Keluarga (PRSBK) dalam bentuk Terminasi di Pendopo Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Senin (28/10/2019).
Dari 50 Penerima Manfaat, para penyandang disabilitas, dilaporkan evaluasi selama enam bulan terakhir dalam bentuk dunia usaha maupun penguatan modal cukup sukses.
Kepala Sub Bagian Umum BBRSPDI Kartini Temanggung Sis Pranyoto, mengatakan PRSBK ini sudah terminasi atau sudah selesai, oleh karena itu kami serahkan kepada Dinas terkait yaitu Dinas Sosial Batang.
“Maka dari itu program ini untuk dilanjutkan seperti pengelolaan kader, pengembangan bantuan kemudian bimbingan dan sebagainya kepada penyandang disabilitas. Sehingga, mereka bisa hidup mandiri dan sejahtera, terutama bagi keluarga mereka bahkan dapat menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi,†jelasnya.
Ia berharap dengan adanya kegiatan ini dapat berlanjut dengan maksud ada anak-anak yang belum tersentuh atau belum teridentifikasi, supaya nanti ada pelayanan.
Dalam kesempatan yang sama Kepala Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Batang Anwar Sanusi mengatakan sangat berterimakasih oleh BBRSPDI Kartini Temanggung yang telah memberikan bantuan dan program Rehabilitasi Sosial Berbasis Keluarga tentunya di Kecamatan Blado dengan jumlah 11 Desa.
11 Desa ini yaitu Desa Blado, Desa Cokro, Desa Selopajang Barat, Desa Selopajang Timur, Desa Kalipancur, Desa Gondang, Desa BAwang, Desa Besani, Desa Keputon, Desa Wonobodro serta Desa Kalisari.
“Dengan diadakan kegiatan RSBK selama enam bulan ini, merupakan suatu kemajuan dan keberhasilan bagi penyandang disabilitas, anak-anak berubah total dari yang tidak bisa menjadi mau melakukan kebersihan dirinya masing-masing,†terangnya.
Selain itu, salah satu kader Desa Blado Eko Prasetyo Aji menyampaikan sangat bangga sekali karena dapat terlibat dan merawat para penyandang disabilitas dalam PRSBK.
“Kegiatan ini dapat membimbing penyandang disabilitas dengan bentuk menjaga kebersihan, sehingga dapat mandiri mengelola bantuan usaha yang sesuai inginkan,†ujarnya.
Para kader berharap terutama bagi yang belum mendapatkan giliran pelayanan dari PRSBK dapat terlayani, karena di Kecamatan Blado cukup banyak penyandang disabilitas. Selain itu sebagai orang tua dapat memberikan kasih sayang yang lebih terhadap anak-anaknya penyandang disabilitas.
“Meskipun program ini telah berakhir diharapkan orang tua lebih memperhatikan anak-anaknya. Di samping itu lingkungan, tetangga dan warga sekitar tidak mengucilkan para penyandang disabilitas,†pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Jumadi)