Simulasi Penanggulangan Bencana Gas Beracun Gunung Api Dieng

Minggu, 27 Oktober 2019 Jumadi Dibaca 778 kali Sosial
Simulasi Penanggulangan Bencana Gas Beracun Gunung Api Dieng
Batang Pemerintah Kabupaten Batang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, menggelar Jambore Relawan Penanggulangan Bencana dalam rangka Kesiapsiagaan Rencana Kontijensi Bencana Erupsi Gas Beracun Gunung Api Dieng di Desa Gerlang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Minggu (27/10/2019).

Kegiatan yang digelar selama dua hari pada 26-27 Oktober 2019 ini, dihadiri Wakil Bupati Batang Suyono, Danramil 09/Blado Kapten Cba Suwanto, Perwakilan Kodim/0736 Batang Kapten Inf Noor Rofiq, Kapolres Batang diwakili  Kasatbimas AKP Munasipi, serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Batang Ulul Azmi. 

Ketua Koordinator Relawan Sudjatmiko mengatakan kegiatan simulasi ini digunakan sebagai contoh bagi warga Gerlang apabila kemungkinan terjadi bencana gas beracun, harapannya para relawan serta masyarakat cepat mengerti dan memahami seperti yang sudah dilatihkan.

"Dengan pelatihan ini, setidaknya kita harus menguasai semua materi kegiatan berkaitan bencana. Khususnya masyarakat Gerlang yang rawan terkena bencana erupsi gas beracun dari gunung api Dieng. Bagi semua yang mengikuti kegiatan agar memperdalam ilmu tentang penanggulangan bencana," jelasnya.

Ia mengaku bersyukur karena kegiatan berjalan dengan sukses walau masih ada kekurangan kekurangan dimana tidak adanya peran tim psikososial, padahal korban yang paling trauma adalah anak. Kedepan akan diadakan pelatihan khusus, yang melibatkan anak-anak.

Sementara, Seksi Operasional Kodim 0736/Batang Kapten Inf Noor Rofik menyampaikan, pelaksanaan latihan penanggulanan bencana agar memperhatikan apa yang menjadi evaluasi. untuk perbaikan kedepan tiap semester bagi masyarakat tangguh dalam tanggap bencana.

"Kedepan akan dibentuk masyarakat yang tangguh, apabila sudah tangguh akan mudah menangani bencana, namun apabila ada kekurangan bukan hal yang perlu dirisaukan, akan tetapi apabila ada kegiatan simulasi tanggap bencana agar diperbaiki,” jelasnya.

Potensi bencana alam di wilayah ini tidak sebanyak daerah lain seperti di wilayah Kabupaten Banjarnegara, lanjutnya, daerah Gerlang ini juga terancam terkena bencana akibat erupsi gunung api Dieng, angin kencang, hingga cuaca ekstrem. Khusunya lagi ancaman dari gas beracun Gunung Berapi Dieng. (MC Batang, Jateng/Ardhy)


Berita Lainnya

Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan
Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan
Batang - Ketua yayasan Bhakti Praja Korpri Batang Retno Dwi Irianto, mengukuhkan Eko Susilowati, sebagai kepala sekolah SMA Bhakti Praja Limpung masa Bhakti 2026 - 2030 menggantikan Suripah, yang telah habis masa Bhaktinya, di SMA Bhakti Praja Limpung, Kabupaten Batang, Kamis (29102026).
29 Okt 2026 Jumadi 101
Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut
Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut
Polda Jawa Tengah meluncurkan program Pancanaka di Desa Depok, Kabupaten Batang, untuk memperkuat kemitraan polisi dengan nelayan dalam mencegah penyelundupan narkoba melalui jalur laut, meningkatkan keselamatan saat melaut, serta mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir melalui bantuan sosial dan penebaran benih ikan bandeng.
29 Okt 2026 Jumadi 98
Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan
Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan
Batang - Dinding tinggi bukan lagi sekadar rintangan, melainkan panggung pembuktian bagi ketangguhan para atlet muda. Kontingen Kabupaten Batang kembali mengukir tinta emas di ajang PORPROV XVII Jawa Tengah 2026. Cabang olahraga panjat tebing sukses memecah kebuntuan dengan mempersembahkan medali emas perdana lewat aksi luar biasa di nomor Speed Relay Putri.
29 Okt 2026 Jumadi 88
Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan
Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan
Sidawung Camp di Desa Tombo, Kabupaten Batang, mengembangkan wisata berbasis ekowisata melalui kegiatan berkemah, hiking, dan canyoning yang dipadukan dengan edukasi lingkungan serta penanaman pohon. Konsep ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong partisipasi pengunjung dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan secara berkelanjutan.
29 Okt 2026 Jumadi 86
Bupati Batang Ajak Pemuda Tak Takut Gagal dan Terus Mengukir Prestasi Bupati Batang Ajak Pemuda Tak Takut Gagal dan Terus Mengukir Prestasi
Bupati Batang Ajak Pemuda Tak Takut Gagal dan Terus Mengukir Prestasi
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengajak generasi muda untuk berani bermimpi, tidak takut gagal, terus belajar, dan mengukir prestasi. Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, ia menekankan pentingnya membangun karakter pemuda yang patriotik, gigih, dan berempati, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman. Pemuda diharapkan berperan aktif dalam pembangunan melalui karya, pengabdian, dan kepedulian terhadap masyarakat.
28 Okt 2026 Jumadi 151
Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto
Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menginstruksikan Bappeda dan DPMPPR untuk segera melakukan survei terhadap jembatan penghubung di Desa Ngroto, Kecamatan Reban, yang ambrol akibat hujan deras pada 24 Oktober 2026. Pemkab Batang akan mengkaji kemungkinan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mempercepat perbaikan jembatan. Sementara itu, warga terpaksa menempuh jalur alternatif hingga 10 kilometer dari rute normal 3 kilometer, sehingga menghambat mobilitas dan aktivitas masyarakat.
28 Okt 2026 Jumadi 181