Batang - Wilayah Indonesia dilalui oleh garis khatulistiwa, yang merupakan cincin api pasifik dimana terdapat 127 gunung berapi aktif. Salah satunya di Desa Gerlang, Kabupaten Batang berdekatan dengan Gunung Dieng yang masih aktif secara geografis dan klimatologi dengan kontur curam dan sangat rawan bencana.
Hal ini dikatakan oleh Wakil Bupati Batang Suyono saat memberikan sambutan Pembukaan Jambore Relawan Penanggulangan Bencana dalam rangka Kesiapsiagaan Rencana Kontijensi Bencana Erupsi Gas Beracun Gunung Api Dieng di Desa Gerlang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Sabtu (26/10/2019).
“Kegiatan ini sangat penting untuk mengingatkan diri kita agar menjadi manusia yang tanggap dan peka terhadap segala sesuatu kejadian di lingkungan masing-masing,†ujarnya.
Jadilah relawan yang tanggap dan berintegritas, lanjutnya, didasari atas keinginan sendiri tanpa dipaksa serta sigap setiap mendengar bencana tanpa ada perintah agar segala sesuatu yang terjadi bisa segera ditangani.
“Saya sangat berterima kasih kepada rekan relawan bencana di Kabupaten Batang yang tentu sudah melakukan kegiatan relawan di tempat lain, ini adalah bagian dari membawa nama baik Kabupaten Batang,†terangnya.
Sementara, Ketua Koordinator Relawan Sudjatmiko mengatakan Jambore Relawan Penanggulangan Bencana digelar selama dua hari pada 26-27 Oktober 2019 dan diikuti sekitar 175 relawan yang terdiri dari TNI, Polri, SAR, Setkom, dan Organisasi Masyarakat relawan penanggulangan bencana.
“Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan relawan, aparat, dan masyarakat dengan satu perintah komando,†terangnya.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Batang Suyono, Danramil 09/Blado Kapten Cba Suwanto, Perwakilan Kodim/0736 Batang Kapten Inf Noor Rofiq, Kapolres Batang diwakili Kasatbimas AKP Munasipi, serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Batang Ulul Azmi. (MC Batang, Jateng/Ardhy)