Batang - Kegiatan Kepolisian Resor Batang dalam rangka kepedulian sosial terhadap masyarakat Desa Wonodadi di wilayah Kecamatan Bandar yang terdampak kekurangan air bersih serta pemberian bantuan sosial terhadap warga masyarakat yang kurang beruntung.
Kegiatan bantuan sosial tersebut dihadiri Kasat Binmas Polres Batang AKP Akhmad Almunasifi, Iptu Marsono, Wakapolsek Bandar Iptu Darmanto, Kanit Shabara, anggota Polsek serta petugas medis Polres Batang yang dipimpin dr. Sucipto di Dukuh Sidodadi, Desa Wonodadi, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Senin (14/10/2019).
Kepolisian Resor Batang memberikan bantuan kepada warga yang kurang beruntung, yang benar-benar membutuhkan karena secara fisik lemah. Polres Batang juga bekerjasama dengan PDAM Kabupaten Batang untuk memberikan bantuan air bersih kepada warga masyarakat desa Wonodadi yang terdampak kekeringan.
Kasat Binmas AKP Akhmad Almunasifi saat memberikan bantuan air bersih mengatakan, bahwa bantuan air bersih ini berasal dari sumbangan PDAM diperuntukkan kepada warga masyarakat Desa Wonodadi Kecamatan Bandar yang kekurangan air bersih.
Ia juga mengharapkan, semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga Desa Wonodadi yang benar-benar membutuhkan air bersih, ini adalah bentuk kepedulian jajaran Kepolisian Resor Batang Polda Jawa terhadap warga masyarakatnya yang terdampak kekurangan air bersih.
“Bantuan air bersih ini semoga bermanfaat bagi warga Wonodadi khususnya dukuh yang kekurangan air bersih, †ungkap Kasat Binmas Polres Batang AKP Akhmad Almunasifi.
Sementara, Kasubag Pemasaran PDAM Kabupaten Batang Slamet Taryoto mengatakan, bahwa total bantuan dari PDAM Kabupaten Batang pada hari ini berjumlah 8000 liter di Salurkan di dua tempat yakni dukuh Sidodadi sama dukuh Wonosido.
Salah seorang penerima bantuan air bersih, Samsudin warga Dukuh Sidodadi Desa Wonodadi, Kecamatan Bandar, mengurarakan, tiap kali datang musim kemarau tempatnya mengalami Kekeringan, dan hampir tiap tahun pasti kekurangan air. Kalau tidak ada bantuan warga cari air kurang lebih 1 km jarak tempuh dengan medan menanjak.
“Kekeringan terparah kurang lebih tiga bulan semenjak lebaran. Ada aliran sungai pun tidak mengalir, †ungkap Samsudin. (MC Batang, Jateng/Heri)