Tim Survei Pemkab Batang Tinjau Tiga Lokasi Islamic Center

Selasa, 08 Oktober 2019 Jumadi Dibaca 1.034 kali Pembangunan
Tim Survei Pemkab Batang Tinjau Tiga Lokasi Islamic Center
Batang - Tim Survei dari Pemerintah Kabupaten Batang meninjau lokasi Islamic Center yang berada di tiga lokasi yang berbeda, Selasa ( 8/10/2019).

Tiga lokasi itu di antaranya di Jl. Tentara Pelajar Kelurahan Kauman, Desa Tumbrep Kecamatan Bandar dan Dukuh Petamanan, Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang. 

Tim  survei lokasi tanah terdiri dari Asisten Pemerintahan Sekda Batang Retno Dwi Irianto, Aisten Pembangunan Sekda Batang Wondi Ruki Isnanto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ketut Mariadji, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Supraptu dan Ketua Forum Komunikasi Bimbingan Haji Indonesia (FKBHI) Kabupaten Batang KH. Zainal Arifin. 

"Tim pembangunan Islami center masih meninjau tiga lokasi, nanti Bupati Batang Wihaji yang menentukan lokasinya atas pertimbangan dari tim survei," jelas Asisten Tata Pemerintahan Sekda Batang Retno Dwi Irianto 

Dari tiga lokasi ini, lanjutnya, semua tanah milik Pemkab Batang yang pertama di Kuman Batang tanah hasil bengkok, tanah Desa Tumbrep dikelola oleh Perusda dan tanah di Banyuputih. 

"Survei ini untuk mengetahui sisi kelebihan masing - masing lokasinya tanahnya, tingkat kesulitan dan sampai akses infrastruktur jalannya yang nantinya sebagai bahan masukan Bupati untuk memutuskan lokasinya," terangnya.

Ia juga mengatakan bahwa tanah yang dibutuhkan untuk lokasi Pembangunan Islamic Center minimal dua hektar, tapi kita harapkan lebih dari itu. Karena akan dikembangkan untuk mendukung wisata yang berbasis lingkungan. 

"Bukan sekadar untuk Islamic center, tapi sebagai tempat wisata berbasis lingkungan yang mengangkat potensi daerah," sambungnya. 

Ia menyampaikan Islamic Center memang sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Detail Engineering Design (DED) masuk di tahun 2020. 

Ketua Forum Komunikasi Bimbingan Haji Indonesia Pelaksana Kabupaten Batang KH. Zainal Arifin mengatakan, Islamic Center memang aspirasi dari jamaah haji yang menginginkan gedung sejak kepimpinan Bupati Bambang Bintoro. Karena selama ini kalau menggelar manasik haji harus ke luar daerah Batang. 

"Atas desakan dari FKBIH Kabupaten Batang yang jumlahnya 17 anggota mendesak Pemkab di era kepemimpinan Bupati Bambang Bintoro, berarti sudah 13 tahun lebih namun karena keterbatasan anggaran belum terealisasi," ujarnya. 

Dijelaskan pula bahwa di tahun 1975 Kabupaten Batang yang naik haji hanya 15 orang, dan di tahun 2019 mencapai 987 orang. 

"Artinya tingkat tingkat keimanan masyarakat Kabupaten Batang naik, dan bisa dipastikan naik pula tingkat ekonominya, maka Islamic center sebagai media syiar agama dan manasik haji perlu diwujudkan," terangnya. 

KH Zaenal Arifin juga menambahkan tanah di tiga lokasi seperti tanah di Batang lokasinya terlalu sempit begitu juga akses jalannya, sebetulnya strategis di dalam kota. 

“Kalau di Banyuputih luas tanahnya hanya 1,8 hektar, namun juga banyak permasalahan secara sosiologi dan harus ijin ke Kementerian Perhubungan, untuk lokasi ketiga di Desa Tumbrep Kecamatan Bandar luasan tanahnya mencapai 3,1 hektar,” pungkasnya. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Berita Lainnya

Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
10 Apr 2026 Jumadi 33
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 130
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 138
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 84
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 43
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 51