Batang - Mungkin demam memilih pemimpin yang beradab dan bermartabat tanpa money politik di Kabupaten Batang masih menjadi trending topik.
Dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan berlangsung pada 29 September 2019 dengan jumlah 205 desa, ada 29 desa siap berkomitmen menggelar pilkades beradab dan bermartabat tanpa money politik.
Gerakan moral ini digagas Pemkab Batang tanpa money politik di 29 desa dan mendapat dukungan dari Polres Batang, dengan membentuk satgas anti money politik dan satgas anti bobotoh yang siap menjaga Pilkades aman, damai, beradab dan bermartabat.
Gerakan ini rupanya menjadi magnet bagi Warga RT 2 RW 3 di Kertonegaran, Kelurahan Proyonanggan Tengah, Kabupaten Batang, Minggu (22/9/2019), dengan memberikan contoh pemilihan umum bersih tanpa kecurangan.
Hal itu diterapkan dalam pemilihan ketua RT yang digelar di tengah-tengah pemukiman.Meski hanya pemilihan tingkat RT, namun perkara kandidat maupun tata cara pemilihan disamakan dengan Pilkada serta Pilpres.
Bahkan sebelum melakukan pencoblosan, warga menggelar arak-arakan dengan menyerukan Pemilu bersih tanpa kecurangan. Warga pun menyambut acara secara antusias karena baru pertama kali digelar.
“Ini hal baru bagi kami, kalau pada umumnya pemilihan ketua RT tanpa ada rangkaian acara di tempat kami berbeda,†papar Sugiyono (68) warga setempat.
Sugiyono menjelaskan suasana acara layaknya pemilihan kepala daerah, karena ada arak-arakan dan poto seluruh calon dipampang di gang pemukiman.
“Semoga saja yang terpilih nanti bisa mewakili suara warga, karena ketua RT akan jadi bapaknya warga,†jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Ketua RT, Waluyo Pujo Semedi (55), menuturkan, pemilihan tanpa kecurangan sengaja digelar untuk memberikan contoh ke masyarakat.
“Sebentar lagi kan ada digelar Pilkades, lalu dilanjutkan Pilkada. Maka dari itu warga RT 2 Kertonegaran menggelar pemilihan ini. Dengan harapan bisa menjadi contoh serta menyampaikan pesan pemilihan bersih dari kecurangan,†ujarnya.
Pujo menerangkan, semua fasilitas serta hiburan disumbang oleh masyarakat Kertonegaran.
“Kami hanya dimodali Rp500 ribu, dan acara ini menghabiskan empat kali lipatnya. Namun acara bisa sukses dengan pemilih sebanyak 278, hal itu atas dukungan dari masyarakat untuk menyuarakan pemilihan bersih,†tambahnya. (Humas Batang, Jateng/Edo)