Batang - Saat ini Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Batang, gencar untuk terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat dengan membawa misi untuk mewujudkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang damai dan tanpa politik uang.
Untuk mendukung cita-cita itu, Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga, mengharapkan terjalinnya kerja sama yang baik antara tokoh agama, tokoh masyarakat untuk mendukung proses Pilkades yang jujur, adil dan bermartabat.
“Kita turun ke masyarakat memberikan pemahaman tentang Pilkades tanpa politik uang. Kabupaten Batang harus menjadi maju, sejahtera dan hebat,†jelasnya, usai acara Silaturahmi Kamtibmas dalam rangka Pilkades yang Beradab dan Bermartabat di Aula Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Sabtu (14/9/2019).
Kapolres berharap, jangan sampai hanya karena Pilkades hubungan tali silaturahmi menjadi putus. Calon kades jika mau maju harus dengan cara yang baik, sampaikan program-program, yang mendukung kesejahteraan warga dengan pendekatan kemanusiaan.
“Hindari cara kekerasan, tapi gunakanlah cara yang beradab dan bermartabat. Sehingga, jika nantinya menang maka akan terhormat. Terlebih yang kalah juga terhormat, segala sesuatu tinggal niatan baik kita,†pinta Kapolres.
Sementara itu, Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan sebisa mungkin agar pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Batang dilakukan dengan cara beradab dan bermartabat. Mari ciptakan suasana Pilakdes yang menyenangkan, jaga kondusivitas, wujudkan rasa tertib, aman, jujur dan adil.
“Mari kita saling handarbeni, mulai dari titik nol pilkades kita laksanakan secara beradab dan bermartabat. Saya meyakini semua bakal calon yang akan maju semuanya berikhtiar ingin menjadi Kepala Desa. Jadi kepala desa itu memang lebih kompleks. Kepala desa juga bukan pejabat politik tapi prosesnya dengan cara politik,†tandasnya.
Sementara itu, Kadispermasdes Kabupaten Batang, Agung Wisnu Bharata, menambahkan bahwa pelaksanaan Pilkades tanpa politik uang akan mengajak masyarakat untuk hidup guyub rukun. Mampu menghindari gejolak maupun perselisihan masyarakat antar sesama pendukung bakal calon.
“Hingga saat ini dari sebanyak 206 desa yang tersebar di 15 wilayah kecamatan, baru ada sekitar 17 desa siap melaksanakan Pilkades 2019 tanpa money politik. Hindari perpecahan yang akan berujung pada tindakan hukum,†imbuhnya. (MC Batang, Jateng/Heri)