Batang - Dalam rangka memperingati 10 Muharram 1441 Hijriah, Wakil Bupati Batang Suyono mengajak masyarakat untuk melakukan tradisi menyantuni anak yatim.
"Ayo mari kita berusaha menyantuni anak yatim, dengan kita bersedekah saya meyakini tidak mengurangi harta kita, tapi akan menambah rezeki kita, karena itu merupakan firman Allah," kata Wakil Bupati Batang Suyono saat menghadiri 10 Muharram 1441 H di Masjid At Taqwa Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Selasa (10/9/2019).
Terlebih 10 Muharam menjadi hari istimewa bagi anak yatim atau orang jawa biasa menyebutnya dengan hari raya anak yatim, lanjutnya, terdapat banyak keistimewaan jika kita memberikan santunan kepada anak yatim, di Alquran juga telah dijelaskan setiap kita mengusap sehelai rambut anak yatim maka kita akan diangkat derajadnya.
"Fakir miskin, anak yatim dan lansia menjadi tanggung jawab kita yang mempunyai rezeki berlebih, di Alquran juga telah dijelaskan bahwa rezeki yang kita terima 2,5 persennya milik anak yatim dan orang tidak mampu," jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Batang Suyono memberikan santunan kepada 180 anak yatim, dengan nominal mulai dari Rp100 ribu hingga Rp180 ribu per orang.
"Jangan dilihat nilainya, apalagi sampai berpikiran ria atau pamer, ini bagian dari memberikan contoh kepada masyarakat untuk belajar saling berbagi kepada sesama, karena tidak akan mengurangi harta kita, namun sebaliknya," terangnya.
Wabup menyampaikan anak yatim masih sangat membutuhkan bantuan maupun bimbingan kita untuk memgarungi kehidupannya. Untuk itu, kita yang ada di sekitar harus memiliki kepekaan dan menjadi orang tua pengganti bagi anak yatim.
"Anak yatim harus mempunyai mimpi dan berani menggapai mimpi, di sinilah peran kita untuk mewujudkannya agar masa depanannya lebih baik lagi," sambungnya.
Berbagi memang sudah menjadi kebiasaan Wakil Bupati saat berkunjung ke desa-desa, karena beranggapan sebagai pemimpin wajib hukumnya membagikan rezekinya kepada anak yatim, lansia dan masyarakat kurang mampu.
"Mobil saya selalu siap sedia beras, ketika kunjungan ke desa ada masyarakat tidak mampu, langsung kita kasih beras," ujarnya.
Wakil Bupati juga berpesan kepada generasi milenial agar manfaatkan teknologi dengan bijak, gunakan teknologi gawai untuk belajar atau hal positif lainya. Jangan sampai kita menjadi korban teknologi sampai terjerumus ke hal-hal yang negatif yang dapat merusak otak maupun perilaku kita. (Humas Batang, Jateng/Edo)