Batang - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Batang mendapat kunjungan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Batang, untuk dilakukan survei terhadap pelayanan yang diberikan kepada warga binaan maupun pengunjung, di Rutan Kelas IIB Rowobelang, Kabupaten Batang, Rabu (28/8/2019).
Kepala BPS Batang, Tina Wahyufitri mengatakan, survei ini dilakukan oleh BPS, dengan tujuan agar KemenPAN-RB mengetahui kualitas pelayanan publik terutama di Rutan Kelas IIB Batang yang bebas dari KKN.
“Kedepan perilaku korupsi akan semakin ditekan, dan berubah menjadi budaya pelayanan yang bersih,†katanya.
Langkah-langkah inovatif, dilakukan Kepala Rutan Kelas IIB Batang, Yusup Gunawan bersama seluruh jajarannya untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di lingkungan kerja.
“Layanan yang kami berikan kepada masyarakat luar, yaitu membuat Layanan Kunjungan Terpadu berupa informasi dan pengaduan,†tutur Yusup.
Pelayanan lain untuk memangkas waktu pemeriksaan pengunjung adalah disiapkan Minimarket Rutan Batang (RB). Apabila para pengunjung membeli di minimarket itu, otomatis tidak perlu lagi dilakukan pemeriksaan oleh petugas, karena barang-barang dan makanan akan diserahkan di dalam ruang pengunjung.
“Hal itu juga untuk meminimalisir adanya pungutan liar dan peredaran gelap narkoba di dalam Rutan,†ungkapnya.
Pihak Rutan Batang juga menyiapkan Layanan Terpadu Satu Pintu khusus untuk mempermudah para warga binaan yaitu Gerai Pemasyarakatan. Di dalamnya terdapat suatu sistem yang mampu memback-up data dari 300 tahanan maupun narapidana.
“Mereka cukup datang ke anjungan, dengan menempelkan sidik jarinya. Maka seluruh data mulai dari waktu masuk, pemotongan masa tahanan hingga kapan waktu bebas, semuanya sudah tercantum,†paparnya.
Faisol, salah satu warga binaan usai disurvei oleh petugas BPS, mengungkapkan, bahwa selama berada di Rutan Kelas IIB B merasa nyaman, karena semua yang dibutuhkan warga binaan tersedia dengan lengkap. Terdapat pelayanan pendidikan, kesehatan, perpustakaan, Blok Pesantren Darul Taubah untuk memperdalam ilmu agama dan balai latihan kerja.
“Dulu sebelum menjadi warga binaan, saya nggak bisa membaca Alquran sama sekali, tapi di sini sudah bisa mengaji, tahu hukum-hukum Islam, tanggung jawab seorang ayah kepada anaknya dan cara berbakti kepada kedua orang tua dengan baik,†terang Faisol yang telah menghuni Rutan selama satu tahun. (MC Batang, Jateng/Heri)