Batang - Pemerintah Kabupaten Batang ingin mewujudkan Pemerintahan Desa yang berbasis Informasi Teknologi (IT), tidak hanya dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi saja dalam penguatan IT, Pemkab juga melakukan kerjasama dengan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Widya Pratama Pekalongan.
Untuk penguatan kerjasamanya Bupati Batang Wihaji telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kabupaten Batang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Batang Agung Wisnu Barata saat ditemui di Kantor Dispermades Kabupaten Batang, Senin (12/8/2019) mengatakan, MoU ini juga dikuatkan dengan kerjasama program magang yang merupakan bentuk pengabdian para civitas akademi bisa belajar dan melakukan penelitian, yang nantinya bisa dikonsumsi oleh masyarakat secara luas atau ada penemuan-penemuan atau inovasi yang pada akhirnya bisa membantu masyarakat terkait informasi teknologi.
"Mahasiswa bisa belajar tentang sistem keuangan desa informasi desa (Sikuedes) melakukan penelitian, pengembangan, dan pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.
Tidak hanya itu, lanjutnya, untuk terlaksana program visi misi Bupati Batang Wihaji dengan program Smart Village, perangkat desa juga akan mendapatkan bimbingan teknis terkait pengelolaan keuangan desa yang transparan dan akuntabel yang berbasis IT.
"Selain itu perangkat desa juga akan mendapatkan pengetahuan tentang pengelolaan Sistem Informasi Desa (SID), yang berbasis aplikasi online berbasis website," jelasnya.
Ia menyampaikan memasuki revolusi industri 4.0 tidak bisa kita hindari, oleh karena itu SID mampu mengintegrasikan, mempermudah, dan mempercepat pengelolaan data, pelayanan publik, serta manajemen informasi untuk pemerintahan di tingkat desa.
"Aplikasi SID, masyarakat akan mudah mengakses informasi tentang profil desa mulai dari administrasi kependudukan, perencanaan, pelaporan data, pengelolaan asset, pengelolaan anggaran, monitoring proyek, komunikasi publik untuk potensi desa, layanan publik, dan beberapa kebutuhan lain sesuai kebutuhan desa, yang secara terus-menerus update dikembangkan," jelasnya.
Melalui kerjasama dengan STIMIK Widya Pratama Pekalongan, lanjutnya, dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang berlangsung 29 September 2019 mendatang akan dilakukan metode penghitung cepat, namun tetap menjaga kearifan lokal poses pilkades. (Humas Batang, Jateng/Edo)