Batang - Koperasi Indonesia harus memiliki kesiapan dan bekal sumber daya yang handal dan didasari oleh tekad untuk siap berubah dalam menyikapi tantangan kekinian, tidak hanya sekedar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi semata, namun menyangkut persoalan mindset dan juga perubahan dalam sistem tata kelola.
Hal ini ditegaskan Wakil Bupati Batang Suyono saat memberikan sambutan dalam rangka Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-72 di Pendopo Kantor Bupati Batang, Selasa (30/7/2019).
“Pengurus koperasi harus konsisten, berani bersikap menolak intimidasi dari pihak luar serta kepentingan lainnya, hal ini demi tegaknya kemajuan dan keselamatan koperasi,†ujarnya.
Lembaga keuangan seperti koperasi, lanjutnya, seharusnya melaksanakan ketentuan Undang-Undang nomor 25 tahun 1992, yakni melaksanakan kegiatan tahunan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
“Pada dasarnya koperasi harus bisa beradaptasi dan bertransformasi dalam menghadapi lingkungan yang senantiasa berjalan dinamis, insan koperasi disiapkan untuk mempunyai kreativitas dan inovasi yang tinggi untuk menata organisasi dan strategi bisnisnya,†terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Batang Subiyanto mengatakan, untuk koperasi yang saat ini mati suri, Pemkab Batang akan melakukan pendekatan untuk pembinaan.
“Saat ini ada 70 koperasi yang sudah memiliki Nomor Induk Koperasi (NIK) yang diterbitkan oleh Kementrian Koperasi, adapun yang dinyatakan sehat atau aktif sebanyak 71 koperasi,†jelasnya.
Perkembangan koperasi di Kabupaten Batang setiap tahun terus mengalami peningkatan yang signifikan, lanjutnya, melalui Disperindagkop dan UKM Kabupaten Batang upaya revitalisasi keberadaan koperasi terus dilakukan. Tidak hanya untuk berdiri, koperasi di Kabupaten Batang dituntut untuk berkontribusi bagi perkembangan perekonomian di Kabupaten Batang. (MC Batang, Jateng/Jumadi)