Pemaparan Laporan SAKIP, Bupati Batang Diapresiasi Kemenpan RB

Selasa, 30 Juli 2019 Jumadi Dibaca 905 kali Pemerintahan
Pemaparan Laporan SAKIP, Bupati Batang Diapresiasi Kemenpan RB

Semarang - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB), mengapresiasi Bupati Batang Wihaji atas pemaparan penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Batang Tahun 2018 di Hotel Grand Arkenso Kota Semarang, Selasa (30/7/2019).

"Pemaparan yang disampaikan Bupati Batang Wihaji sangat bagus, namun saya minta copynya untuk penilaian lebih lanjut," ujar Kepala Bidang Pengaduan Masyarakat Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan RB Laode Muhamad Rahadian Rere. 

Ia juga mengatakan dalam penilaian SAKIP harus melalui tim Panel, dimana data-data ini diuji oleh tim-tim penguji dimana data yang disampaikan sesuai dengan realitas di lapangan. 

"Oleh karena itu, kami akan turun langsung ke Pemkab Batang untuk mencari sampel atau contoh ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), karena evaluasi kinerja terus bergulir tidak hanya di tahun 2018 saja, tapi juga beberapa tahun ke belakang sesuai prosedur standar penilaian kami," jelasnya. 

Bupati Batang Wihaji dalam paparannya menjelaskan, bahwa perubahan tata kelola pemerintahan dipengaruhi oleh 45 persen dari pimpinan, 35 sistem, dan 20 persen dari komitmen lainnya. Akuntabilitas kinerja merupakan bagian dari komitmen kita agar ke depan lebih baik dalam segi pelayanan terhadap masyarakat. 

"Harus ada perubahan tata pemerintahan daerah yang harus mengacu pada efektif, efisien dan sederhana. Pemkab Batang terus berusaha mengefektifkan segala layanan dan program yang terukur agar sasaran dan indikatornya jelas," tegasnya.

Ia juga menyampaikan penyelarasan Sasaran Strategis (SS), Indikator Kinerja Utama (IKU), dan target IKU secara vertikal dari level unit/pegawai yang lebih tinggi ke level lebih rendah.

"Untuk penyelarasan strategis dari visi diterjemahkan menjadi empat prioritas, dengan indikator sasaran tujuan prioritasnya pada masing - masing OPD," ujarnya. 

Bupati juga menjelaskan bahwa potensi efisiensi perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2017-2022 yang sebelumnya ada 171 program dan 724 kegiatan dengan nilai anggaranya mencapai Rp764.849.021.213,00 setelah ada revisi menjadi 102 program dan 485 kegiatan, sedangkan dari hasil evaluasi ada 69 program dan 239 kegiatan dengan anggaran yang bisa diefisiensi sebesar Rp75.699.716.343,00.

"Dari pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang tahun 2018 mengalami kenaikan 5,72 persen dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar 5,55 persen," sambungnya.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) setiap tahunnya mengalami peningkatan, lanjutnya, di tahun 2018 mencapai 67,86 dari tahun 2017 yang hanya 67,35, dengan rata - rata lama sekolah 6,62 tahun. Usia harapan hidup 74 tahun, pengeluaran perkapita Rp9.203 juta per tahun, rata - rata lama sekolah 11,88 per tahun. 

"Angkatan kerja tahun 2018 sebanyak 406.670 orang dengan presentasi tingkat partisipasi angkatan kerja tahun 2014 mencapai 71,67 persen tahun 2015 mencapai 67,62 persen, tahun 2017 mencapai 67,70 persen dan tahun 2018 mencapai 70,05 persen. 

Bupati menambahkan dengan indeks kemiskinan tahun 2018 mencapai Rp256.549,00 perkapita per bulan dengan jumlah 66.080 orang atau 8,69 persen adapun tahun 2017 mencapai Rp249.920,00 dengan jumlah 81.500 orang atau 10,80 persen. 

"Di bidang pekerjaan umum dan penataan ruang memiliki ruas jalan kabupaten sepanjang 552,42 km dengan kondisi baik yaitu 303,82 km. Untuk daerah irigasi sebanyak 20.329.89 hektar yang 10.008.41 ha dalam kondisi baik,"paparnya. 

Ia menerangkan untuk pembangunan sistem kinerja terintegrasi dan berkelanjutan, Pemkab Batang menjadi salah satu model penerapan sistem informasi terintegrasi, dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi serta dalam upaya peningkatan good government. 

"Batang Resources Integration and Collaboration System (BRICS) telah di revisi oleh  Komisi Pemberantas Korupsi (KPK)  dan direplikasi oleh 14 kabupaten di Indonesia," pungkasnya. 

Adapun penilaian SAKIP Pemkab Batang, di tahun 2017 nilainya baru mencapai nilai B atau 62,64, yang diharapakan dalam penilaian tahun 2018 menargetkan nilai angka 70-80 dengan predikat BB atau sangat baik yakni Pemerintahan yang akuntabel, berkinerja baik, dan handal. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Berita Lainnya

Menjemput Impian Air Bersih dan Sanitasi Layak di Ujung Kampung Kabupaten Batang Menjemput Impian Air Bersih dan Sanitasi Layak di Ujung Kampung Kabupaten Batang
Menjemput Impian Air Bersih dan Sanitasi Layak di Ujung Kampung Kabupaten Batang
Batang Pembangunan tidak melulu soal megahnya gedung bertingkat atau mulusnya aspal jalan protokol. Bagi warga kurang mampu, kemerdekaan yang sesungguhnya terkadang sesederhana mengalir lancarnya air bersih di dapur mereka, atau tersedianya fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) yang sehat dan layak di dalam rumah.
13 Jul 2026 Jumadi 15
Forum Anak Perkenalkan Permainan Tradisional pada Momen CFD Forum Anak Perkenalkan Permainan Tradisional pada Momen CFD
Forum Anak Perkenalkan Permainan Tradisional pada Momen CFD
Batang Suasana Car Free Day (CFD) di Kabupaten Batang semakin semarak dengan kehadiran Forum Anak yang menggelar kegiatan pengenalan permainan tradisional kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Kegiatan ini bertujuan mengajak generasi muda mengenal kembali permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus alternatif aktivitas yang sehat, edukatif, dan menyenangkan.
12 Jul 2026 Jumadi 130
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 941
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 172
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 226
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 257