Batang – Sebanyak 230 peserta dari Sekolah Luar Biasa (SLB) se Eks-Karesidenan Pekalongan, mengikuti kegiatan Pertemuan Pramuka Luar Biasa (PPLB) di Bumi Perkemahan Selopajang Timur, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jumat (26/7/2019).
Walaupun memiliki keterbatasan fisik mereka tampak menikmati kegiatan, yang tak kalah layaknya dengan siswa-siswa normal.
Pramuka luar biasa dengan berkebutuhan khusus dari SLB N Batang tampil apik menari tarian Babalu Batang, meski tuna rungu dan grahita secara gemulai menari tarian khas perjuangan Batang.
Bupati Batang Wihaji usai membuka kegiatan ini merasa terharu dan sempat meneteskan air mata ketika berduet bersama Aulia Siswa SLB Pemalang.
"Tidak ada manusia yang sempurna yang dilahirkan di dunia, maka kewajiban Pemerintah melayani semua, kita diberi kesempatan yang sama oleh negara untuk mendapatkan hak - haknya," ujarnya.
Orang-orang berkebutuhan khusus di era revolusi industri 4.0 dengan teknologi bisa menjawab semuanya lanjutnya, bahkan menjadi pemimpin penerus Bangsa, manusia semua punya kekurangan dan kelebihan yang berbeda-beda.
"Pemkab Batang dalam rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib menyediakan lima persen dari kebutuhan untuk penyandang disabilitas, hari ini teknologi mampu menjawab semuanya," jelasnya.
Oleh karena itu, sambungnya, saya berharap jangan putus asa, karena kita adalah juara di bidangnya masing - masing.
Sementara, Ketua Panitia Pelaksana Sujarwo yang juga kepala sekolah SLBN Batang menjelaskan, PPLB Cabang Dinas XI, XII wilayah Eks Karesidenan Pekalongan diikuti oleh Pramuka penggalang dan penegak pramuka berkebutuhan khusus, mereka memiliki hambatan pendengaran, penglihatan dan hambatan keterbatasan fisik.
"Peserta dari semua siswa pramuka SLB se-Eks Karesidenan Pekalongan, setiap sekolahan mengirimkan 24 orang dengan jumlah total Pramuka Luar biasa mencapai 320 orang," terangnya.
Kegiatan PPLB dilaksanakan selama tiga hari dimulai sejak 26-28 Juli 2019. Peserta akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yakni lomba kepramukaan, hasta karya kain perca, kebersihan lingkungan dan pentas seni. (Humas Batang, Jateng/Edo)