Bupati Batang Minta Dinkes Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak

Rabu, 19 Juni 2019 Jumadi Dibaca 562 kali Kesehatan
Bupati Batang Minta Dinkes Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak

Batang - Hadir dalam halal bihalal Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, Bupati Batang Wihaji intruksikan Kepala Puskesmas dan bidan untuk menekan angka kematian Ibu dan bayi. 

"Kita memang tidak bisa menghentikan takdir kematian, tapi kita harus berikhtiar agar kematian ibu melahirkan dan balita tidak terus bertambah," pinta Bupati Batang Wihaji di Gedung Korps Pegawai Republik Indonesia Kabupaten Batang, Rabu (19/6/2019).
Oleh karena itu, lanjutnya, Kepala Puskesmas dan bidan untuk mengawal ibu melahirkan atau nginceng wong meteng, karena barangkali ada penyakit lain atau kelainan pada janin bisa ditangani lebih lanjut untuk di rujuk ke Rumah Sakit.
Ia juga meminta petugas pelayanan kesehatan untuk mengedepankan suasana kebatinan atau psikologis masyarakat. Sehingga, masyarakat atau pasien merasa terlayani dengan baik.
"Jangan karena kedatangan saya disini jadi semuanya baik, tapi ada maupun tidak ada saya pelayanan harus baik dan memahami suasana kebatinan warga," ujarnya.
Kepala Dinkes Kabupaten Batang dr. Hidayah Basbhet mengatakan, angka kematian ibu tertinggi yaitu pada tahun kemarin di mana ada kematian 20 jiwa.
"Memang tugas berat bagi kita, angka kematian tahun kemarin menjadi yang tertinggi, mudah-mudahan  angka kematian Ibu melahirkan pada tahun ini mengalami penurunan," jelasnya.
Ia menjelaskan, untuk angka kematian balita atau bayi harus kurang dari 7, sedangkan tahun kemarin ada di angka 13 berarti harus turun sampai 7, balita stunting juga harus kurang dari 20%, sementara di Kabupaten Batang tercatat 25% balita mengalami stunting.
"Tugas berat bagi kepala Puskesmas maupun bidan untuk ikut menurunkan angka stunting, bila menemukan bayi baru lahir laki - laki kalau yang lagi kurang dari 48 cm yang putri kurang dari 47 cm harus intervensi yang artinya hanya ASI eksklusif sampai enam bulan kemudian setelah itu pendamping ASI," terangnya.
Tugas bidan juga harus memberikan penjelasan kepada ibu melahirkan, lanjutnya, agar makan makanan yang sehat, karena masih banyak masyarakat kita yang menjalankan mitos-mitos mengkonsumsi makanan yang tidak sehat.
Dijelaskan pula bahwa Dinkes menemukan masyarakat yang terkena HIV/AIDS cukup banyak dikarenakan kita mencari semua titik titik Spot, oleh karenanya, harus kita turunkan. Artinya kita tidak menemukan terus-menerus, tidak boleh menemukan kasus baru di tahun berikutnya.  
"1 Januari 2020 kita harus ODF jadi masih ada waktu kurang lebih 6 bulan memang baru 56  desa  yang baru ODF,  kalau kita hitung masing kurang lebih 39.000 jamban," ujarnya.
Ia juga meminta kepada bupati untuk dapat memberikan CSR dari perusahaan perusahaan, sehingga 31 Desember 2019 terget dapar tercapai. (Humas Batang, Jateng/Edo)

Berita Lainnya

Lolos Verifikasi Faktual, 7 Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Tulis Menanti Langkah Lanjutan Lolos Verifikasi Faktual, 7 Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Tulis Menanti Langkah Lanjutan
Lolos Verifikasi Faktual, 7 Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Tulis Menanti Langkah Lanjutan
Batang - Langkah pembentukan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, terus menunjukkan perkembangan positif. Sebanyak tujuh KDMP yang telah selesai dibangun kini resmi memasuki tahap pasca-verifikasi faktual (verfal) oleh tim gabungan tingkat kabupaten.
12 Okt 2026 Jumadi 199
Bupati Batang Tekankan PPPK Penuh Waktu Utamakan Pelayanan Publik Bupati Batang Tekankan PPPK Penuh Waktu Utamakan Pelayanan Publik
Bupati Batang Tekankan PPPK Penuh Waktu Utamakan Pelayanan Publik
Batang Pemerintah Kabupaten Batang menggelar orientasi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Penuh Waktu, di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Senin (12102026).
12 Okt 2026 Jumadi 91
Intens Digelar, Cek Kesehatan jadi Upaya Kenali Kerawanan Penyakit Intens Digelar, Cek Kesehatan jadi Upaya Kenali Kerawanan Penyakit
Intens Digelar, Cek Kesehatan jadi Upaya Kenali Kerawanan Penyakit
Batang - Dinas Kesehatan Batang bekerja sama dengan PT. Bhimasena Power Indonesia (BPI) menggelar cek kesehatan gratis bagi warga Desa Ujungnegoro. Hal ini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan warga setempat dari berbagai kerawanan penyakit yang muncul akibat pola hidup dan makan yang kurang baik.
12 Okt 2026 Jumadi 84
Menatap "Sister City": Ketika Persahabatan Anak Sekolah Dekatkan Batang dan Toyama Jepang Menatap "Sister City": Ketika Persahabatan Anak Sekolah Dekatkan Batang dan Toyama Jepang
Menatap "Sister City": Ketika Persahabatan Anak Sekolah Dekatkan Batang dan Toyama Jepang
Batang - Jarak ribuan kilometer antara Kabupaten Batang dan Kota Toyama, Jepang yang terpisahkan oleh samudera dan perbedaan budaya seolah menguap begitu saja saat wajah-wajah sebaya muncul di balik layar. Rasa canggung sempat menyergap. Bagaimanapun, menyapa teman baru dari belahan dunia lain bukan rutinitas harian anak sekolah dasar.
12 Okt 2026 Jumadi 85
Karnaval SCTV Perdana Digelar di Batang, Bupati Faiz Dorong Dapat Go Nasional Karnaval SCTV Perdana Digelar di Batang, Bupati Faiz Dorong Dapat Go Nasional
Karnaval SCTV Perdana Digelar di Batang, Bupati Faiz Dorong Dapat Go Nasional
Batang Karnaval SCTV untuk pertama kalinya digelar di Alun-Alun Kabupaten Batang selama dua hari, Sabtu hingga Minggu. Pemerintah Kabupaten  Batang berharap kegiatan tersebut mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional.
11 Okt 2026 Jumadi 361
SDN Cepokokuning Batang Gelar MUGUS I, Perkuat Tata Kelola Organisasi Pramuka SDN Cepokokuning Batang Gelar MUGUS I, Perkuat Tata Kelola Organisasi Pramuka
SDN Cepokokuning Batang Gelar MUGUS I, Perkuat Tata Kelola Organisasi Pramuka
Batang Pangkalan SDN Cepokokuning, Kwartir Ranting (Kwarran) Batang, menggelar Musyawarah Gugus Depan (MUGUS) I di SDN Cepokokuning, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Minggu (11102026).
11 Okt 2026 Jumadi 280