Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyatakan, meski teknologi menjadi faktor pendukung, ia menegaskan bahwa pembentukan karakter tetap menjadi prioritas utama. Hal ini ia sampaikan di hadapan ratusan pendidik saat menghadiri Halal Bihalal Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) se-Kabupaten Batang di Pendopo Kabupaten Batang, Senin (2042026).
Batang – Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyatakan, meski teknologi menjadi faktor pendukung, ia menegaskan bahwa pembentukan karakter tetap menjadi prioritas utama. Hal ini ia sampaikan di hadapan ratusan pendidik saat menghadiri Halal Bihalal Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) se-Kabupaten Batang di Pendopo Kabupaten Batang, Senin (20/4/2026).
Kegiatan yang penuh kehangatan ini menjadi ajang refleksi bagi para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk kembali menata niat dalam mendidik anak di fase golden period.
Bagi Faiz, mencetak sumber daya manusia yang unggul tidak bisa hanya mengandalkan kecanggihan alat, melainkan sentuhan hati dan pembentukan etika sejak dini.
Dalam arahannya, Faiz menekankan bahwa kompetisi di masa depan tidak hanya butuh otak yang cerdas, tapi juga mental yang tangguh.
“Ya kami mendorong bahwa kita menyiapkan generasi unggul ke depan dan itu golden period-nya di PAUD. Nah itu tidak hanya bicara knowledge, tetapi juga karakter yang unggul, karakter yang baik untuk siap berkompetisi di kompetisi yang akan datang,” jelasnya.
Bupati juga menyoroti tantangan digitalisasi yang kian masif. Meski teknologi mempermudah akses informasi, ia tidak ingin anak-anak Batang kehilangan minat pada buku. Ia pun mendorong para pendidik untuk menyukseskan gerakan 'Sami Bu Sak Bu' (Satu Minggu Satu Buku).
“Ya itu (teknologi) menjadi salah satu penunjang ya. Tetapi yang saya tekankan tadi adalah gerakan ‘Sami Bu Sak Bu’ ini, untuk kembali menggalakkan pada anak-anak kita hobi membaca,” tegasnya.
Faiz menyebutkan, menanamkan budaya literasi sejak dini, adalah investasi jangka panjang. Ia merujuk pada berbagai riset yang menunjukkan bahwa individu sukses di dunia memiliki kebiasaan membaca yang sangat kuat.
“Melalui semangat halal bihalal ini, diharapkan para guru PAUD di Kabupaten Batang kembali ke sekolah dengan semangat baru: tidak hanya mengajar secara kognitif, tetapi menjadi garda terdepan dalam menjaga karakter dan menumbuhkan kecintaan anak pada buku demi menyongsong generasi emas Indonesia,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)