Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak para bupati dan wali kota menjadi mitra promosi investasi untuk menarik investor ke kawasan industri di Jawa Tengah dengan menjamin keamanan, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta infrastruktur yang memadai. Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mendorong agar 70 persen tenaga kerja di KEK Industropolis berasal dari warga Batang, disertai transfer teknologi dan keterlibatan UMKM lokal. Pangdam IVDiponegoro juga memastikan keamanan wilayah demi menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Batang - Provinsi Jawa Tengah secara intensif meningkatkan angka investasi dalam membangun daerah, hal ini dikarenakan besaran APBD maupun PAD di Kabupaten/Kota hanya berkisar 18 pesen. Maka dalam Forum Investasi Jawa Tengah yang diinisiasi oleh Detik.com, dimanfaatkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi, untuk menarik investor menanamkan modalnya di sejumlah kawasan ekonomi khusus yang tersebar di beberapa titik.
Ahmad Lutfi memastikan, keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas, agar para investor berkenaan untuk berinvestasi di Jawa Tengah.
“Kami bersama para bupati dan walikota siap menjadi marketing untuk menarik investor ke Jawa Tengah dengan memberi kepastian hukum dan rasa aman,” katanya, saat menjadi pemateri dalam Forum Investasi Jawa Tengah, di KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23/10/2026).
Kunci utamanya yakni tidak adanya premanisme maupun perizinan yang dipermudah, sehingga investor makin mudah dan nyaman berinvestasi di KEK. Dari sisi pengupahan, Provinsi Jawa Tengah selalu bersaing dengan melengkapi sarana prasarana penunjang.
“Sarana transportasi pun kami permudah, akses makin dekat dan nyaman. Itulah yang menjadi kunci kenyamanan investor apabila menanamkan modalnya ke kawasan industri di Jawa Tengah,” tegasnya.
Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengupayakan agar 70 persen warga Batang yang menjadi tenaga kerja yang tersebar di perusahaan-perusahaan di KEK Industropolis. Di samping itu, tidak hanya menjadi tenaga kerja, namun lebih dari itu, harus ada transfer teknologi, bagi masyarakat setempat.
“Yang tidak kalah pentingnya, kami juga mengupayakan agar pelaku UMKM pun terdampak secara langsung dengan keberadaan KEK Industropolis melalui perusahaan-perusahaannya. Jadi semuanya terdampak secara langsung dari sisi perekonomian,” ungkapnya.
Dari sisi keamanan dan kenyamanan, Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Sudaryanto memastikan kondusivitas wilayah agar terjamin, sehingga lingkungan aman terkendali. Investor dipastikan memiliki kepastian keamanan selama menanamkan modalnya di Kawasan Ekonomi Khusus di Jawa Tengah. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)