Kadisdikbud Batang Minta, Makanan MBG Dicantumkan Batas Jam Konsumsi

Rabu, 30 September 2026 Jumadi Dibaca 53 kali Pendidikan dan Latihan
Kadisdikbud Batang Minta, Makanan MBG Dicantumkan Batas Jam Konsumsi
Kepala Disdikbu Batang Bambang Suryantoro Sudibyo mengimbau, Makanan MBG Dicantumkan Batas Jam Konsumsi.
Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang meminta seluruh pihak sekolah untuk tidak menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG). Imbauan ini disampaikan guna mengantisipasi kekhawatiran masyarakat yang dinilai masih memendam trauma pascadugaan kasus keracunan makanan.

Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang meminta seluruh pihak sekolah untuk tidak menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG). Imbauan ini disampaikan guna mengantisipasi kekhawatiran masyarakat yang dinilai masih memendam trauma pascadugaan kasus keracunan makanan.

Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo, menegaskan bahwa sekolah memegang peranan penting dalam mendukung keberlangsungan program pemerintah ini. Penolakan inj mungkin sebagian masyarakat mereka masih trauma.

Meski memahami kecemasan para orang tua, Bambang meminta agar penolakan tidak datang dari pihak institusi pendidikan. Jika ada wali murid yang berkeberatan, mekanisme penolakan telah disiapkan melalui koordinator wilayah.

“Silakan, yang penting saya sarankan kepada sekolah, sekolah jangan menolak. Kalau orang tua menolak silakan, karena dari Korwil Satdik juga memberikan semacam formulir bagi orang tua yang tidak mau menerima MBG. Tetapi alhamdulillah untuk Batang khususnya, kok belum ada selentingan yang mau mundur. Kalau dari pihak sekolah saya pastikan tidak ada yang menolak,” katanya saat ditemui di Kantornya, Rabu (30/9/2026).

Bambang menjelaskan, penolakan dari pihak orang tua murid wajib disertai dengan dokumen resmi agar pendistribusian porsi dapat disesuaikan. Guna menjaga keamanan dan keselamatan para siswa penerima manfaat, Kepala Disdikbud menyampaikan beberapa arahan penting. Selain mengingatkan manfaat positif program, ia juga meminta siswa dan guru lebih waspada terhadap kondisi makanan yang diterima.

“Satu, ini programnya kan baik. Yang kedua, sekolah jangan menolak. Yang ketiga, kalau memang dirasa pada saat menerima makanan itu mencurigakan atau kurang layak, ya jangan dimakan, gitu aja. Yang keempat, tapi jangan dibawa pulang, kembalikan saja,” tegasnya.

Terkait kepastian kualitas dan ketahanan sajian, Bambang menyarankan agar penyedia makanan mencantumkan batas waktu konsumsi (kadaluarsa) pada setiap kemasan. Langkah ini dianggap penting agar penerima bantuan mengetahui batas aman mengonsumsi makanan tersebut.

“Kalau saran saya, sebaiknya iya. Jadi siswa, guru, atau siapa pun yang mendapatkan MBG tahu bahwa, 'Oh, ini batas akhir harus dimakan, minimal menyantumkan Jam berapa gitu harus ada,” ujar dia.

Di sisi lain, menanggapi sorotan publik terkait unggahan video salah satu guru di Kecamatan Bawang yang sempat viral di media sosial mengenai porsi MBG, Bambang mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi setelah insiden dugaan keracunan.

Menyikapi riuh komentar di media sosial, pihak dinas meminta para tenaga pendidik untuk lebih tenang dan tidak merespons masalah secara berlebihan.

“Yang penting gini, kita imbau kepada para guru untuk menyikapi dengan bijaklah masalah seperti itu,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Hadirkan Guru Tamu, SMK Bhakti Praja Batang Siapkan Mental Siswa sebelum Magang Hadirkan Guru Tamu, SMK Bhakti Praja Batang Siapkan Mental Siswa sebelum Magang
Hadirkan Guru Tamu, SMK Bhakti Praja Batang Siapkan Mental Siswa sebelum Magang
Batang - Mengenalkan budaya kerja perlu ditanamkan sejak remaja, khususnya bagi kalangan pelajar jenjang SMK yang merupakan institusi pendidikan untuk mencetak calon-calon tenaga kerja profesional. Salah satu upaya yang diintensifkan oleh SMK Bhakti Praja Batang, yakni dengan menghadirkan guru tamu berkompeten, untuk membekali siswa sebelum memasuki masa pemagangan maupun unia kerja yang sesungguhnya.
30 Sep 2026 Jumadi 45
DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyiapkan anggaran Rp3,8 miliar untuk memperbaiki dua ruas jalan yang banyak dikeluhkan masyarakat, yakni Jalan Depok-Juragan dan Bakalan-Ujungnegoro.
30 Sep 2026 Jumadi 123
Perusahaan Alat Kesehatan Jepang Kunjungi LPK Ar Rasyid Batang, Jajaki Potensi SDM Perusahaan Alat Kesehatan Jepang Kunjungi LPK Ar Rasyid Batang, Jajaki Potensi SDM
Perusahaan Alat Kesehatan Jepang Kunjungi LPK Ar Rasyid Batang, Jajaki Potensi SDM
Batang Perusahaan alat kesehatan asal Jepang, melakukan kunjungan ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ar Rasyid di Kabupaten Batang. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia serta peningkatan kompetensi tenaga kerja.
30 Sep 2026 Jumadi 117
Budayakan Transaksi Digital, SMK Bhakti Praja Fasilitasi Pelajar Mobile Banking Budayakan Transaksi Digital, SMK Bhakti Praja Fasilitasi Pelajar Mobile Banking
Budayakan Transaksi Digital, SMK Bhakti Praja Fasilitasi Pelajar Mobile Banking
Batang - Di tengah canggihnya teknologi masyarakat dituntut untuk berupaya menyesuaikan, termasuk sistem pembayaran yang berbasis digital di hampir seluruh kegiatan perekonomian. Menilik pentingnya pemanfaatan digitalisasi sistem pembayaran, SMK Bhakti Praja menggandeng Bank Jateng Cabang Batang untuk memberikan layanan pembuatan fasilitas Bima Mobile, bagi 441 siswa.
30 Sep 2026 Jumadi 38
Ketua PGRI Batang Dorong Guru PPPK Diangkat PNS Tanpa Tes Ketua PGRI Batang Dorong Guru PPPK Diangkat PNS Tanpa Tes
Ketua PGRI Batang Dorong Guru PPPK Diangkat PNS Tanpa Tes
Batang Angin segar berembus bagi ribuan guru dan tenaga kependidikan (tendik) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Batang. Kebijakan pemerintah pusat yang membuka ruang alih status PPPK menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta kepastian anggaran gaji dari pusat membawa harapan baru setelah puluhan tahun mengabdi.
30 Sep 2026 Jumadi 200
Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor
Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor
Batang - Semangat bedol desa mbangun desa yang digaungkan oleh kelompok pemuda di kawasan lereng pegunungan Desa Bawang perlahan tapi pasti mulai membuahkan hasil manis. Berawal dari niat memberdayakan potensi lokal, hamparan tanaman kopi peninggalan era kolonial Belanda kini bertransformasi menjadi komoditas ekspor kelas dunia yang menggerakkan roda perekonomian warga desa hutan.
29 Sep 2026 Jumadi 142