Dinsos Batang Jemput Bola Layani Warga, Pemulihan Bansos Terindikasi Judol

Kamis, 10 September 2026 Jumadi Dibaca 289 kali Pelayanan Publik
Dinsos Batang Jemput Bola Layani Warga, Pemulihan Bansos Terindikasi Judol
Gambar Ilustrasi warga mengurus data bansos di Kantor Dinsos Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Masa sanggahan bagi ribuan penerima bantuan sosial (bansos) yang terblokir akibat indikasi judi online (judol) di Kabupaten Batang kini menjadi tumpuan harapan warga. Langkah ini diambil Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batang untuk memverifikasi ulang data, mengingat sedikitnya 7.586 penerima bansos di wilayah tersebut terkena penangguhan dengan 5.322 kasus di antaranya merupakan temuan baru pada 2026.

Batang - Masa sanggahan bagi ribuan penerima bantuan sosial (bansos) yang terblokir akibat indikasi judi online (judol) di Kabupaten Batang kini menjadi tumpuan harapan warga. Langkah ini diambil Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batang untuk memverifikasi ulang data, mengingat sedikitnya 7.586 penerima bansos di wilayah tersebut terkena penangguhan dengan 5.322 kasus di antaranya merupakan temuan baru pada 2026.

Hingga saat ini, Dinsos Batang mencatat 203 pengajuan sanggahan yang masuk dalam proses pemeriksaan. Menariknya, dari ratusan sanggahan tersebut, 75 orang tegas membantah terlibat judol dan menduga NIK mereka telah dicuri atau disalahgunakan pihak lain. Dari deretan klaim tersebut, 30 pengajuan telah resmi disetujui, 18 pengajuan mengantongi persetujuan Pusdatin, dan 27 lainnya terpaksa ditolak lantaran berkas belum lengkap seperti absennya foto rumah atau dokumen yang butuh koreksi.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos Batang Fidiastuti mengatakan, di sisi lain, sebanyak 128 warga memilih jujur. Mereka terang-terangan mengakui pernah terjerat judol, namun menyatakan telah kapok dan bertobat dari aktivitas haram tersebut.

“Meski sanggahan diproses, Dinsos menegaskan bahwa pulihnya hak bansos tidak bisa terjadi secara instan. Penanganan penerima yang terindikasi judol wajib mengekor aturan ketat dari Kementerian Sosial. Langkah awal dimulai dari penutupan atau penonaktifan akun terkait judol yang kemudian dilaporkan via pemerintah desa. Begitu akun dipastikan mati, warga memang bisa diusulkan kembali, namun kepastian cairnya bantuan tetap bergantung pada kuota pusat dan pemenuhan desil kesejahteraan,” katanya saat ditemui di Kantornya, Kamis (10/9/2026).

Fidiastuti juga menegaskan, bahwa kepastian waktu pengaktifan kembali penuh berada di tangan pusat. Tidak bisa ditentukan, manut Kemensos. Kalau dapat kuota ansis, baru tahap III, baru bisa cair lagi kalau sudah terkonfirmasi dan desil sesuai.

“Guna menjemput bola dan mengurai benang kusut keluhan warga terutama soal bansos terblokir Dinsos Batang menggencarkan program Tilik Sedulur. Lewat aksi blusukan rutin tiap Selasa ke desa-desa ini, masyarakat tak hanya mendapat kejelasan status bantuan, tetapi juga dipandu langsung untuk mengajukan proses sanggahan jika merasa identitasnya disalahgunakan,” jelasnya.

Tujuannya memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, terutama banyaknya kasus bantuan yang tidak cair karena terindikasi judol.

Fidiastuti juga menambahkan, pelayanan ini terbuka luas untuk seluruh warga tanpa memandang status penerima bansos. Namun, realita di lapangan menunjukkan arus warga dominan datang untuk mengadukan dana bantuan yang tiba-tiba macet.

“Bisa langsung ditangani, dilayani oleh tim kami pada saat ternyata yang bersangkutan masuk dalam kategori yang blokir karena judol dan kita membantu untuk memberikan layanan selanjutnya, salah satunya adalah sanggahan,” ujar dia.

Setelah menyambangi Desa Silurah di Kecamatan Wonotunggal dan Desa Gunungsari di Kecamatan Bawang, tim Dinsos dijadwalkan merapat ke Desa Sidalang, Kecamatan Tersono. Setiap Selasa di setiap minggunya, rencana besok kita mau ke Sidalang, Kecamatan Tersono.

“Aksi jemput bola ini dipastikan bakal berlanjut hingga beberapa bulan ke depan. Sejumlah wilayah telah masuk dalam radar kunjungan berikutnya, seperti Desa Randu pada 15 September dan Desa Keteleng pada 22 September, serta rangkaian desa lain yang membentang sepanjang Oktober hingga November 2026,” pungkasnya. (MCBatang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Gelaran Kenduri Batik jadi Ajang Refleksi Kiprah Pembatik Rifaiyah
Batang - Perayaan Hari Batik di Kabupaten Batang terasa berbeda karena memadukan keagungan karya batik khas Batang yakni Rifaiyah dengan kesejukan wisata alam Sikembang Park. Even Kenduri Batik dipilih sebagai media rasa syukur bagi para pembatik yang selama satu tahun, berjuang keras mengangkat nama dan karya Batik Rifaiyah hingga dikenal di kancah nasional.
17 Okt 2026 Jumadi 100
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Kenduri Batik 2026 Sikembang Batang, Menaikkan Kelas Perajin Lokal Lewat Nuansa Tempo Dulu
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan warisan budaya lokal. Lewat gelaran Kenduri Batik 2026 yang digelar di Destinasi Wisata Sikembang, Kabupaten Batang, Sabtu (17102026), Pemkab Batang memadukan konsep pelestarian alam, pemberdayaan UMKM, serta strategi "naik kelas" bagi para perajin batik.
17 Okt 2026 Jumadi 151
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Sukses Gelar Bazar Kenduri, Pemkab Batang Wacanakan Minggon Jatinan Kembali
Batang - Kenduri Batik yang menjadi salah satu agenda penting Pemkab dalam pelestarian batik khas Batang, memberikan dampak langsung secara ekonomi, dengan dibukanya bazar UMKM. Hal tersebut sebagai bukti Pemda memperhatikan keberlangsungan pergerakan roda ekonomi, terlebih dengan memanfaatkan kereweng sebagai alat tukar, menambah keunikan tersendiri, sehingga even spesial tersebut menghadirkan banyak pengunjung.
17 Okt 2026 Jumadi 106
Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses
Material Pasir Didatangkan, Pembangunan Jalan Terus KITB Mulai Berproses
Batang - Persiapan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Sembung, terus berlanjut. Material pasir dan agregat berupa campuran tanah serta batu mulai didatangkan untuk mendukung pengerjaan sasaran fisik program TMMD Kodim 0736Batang, dalam membangun jalan tembus ke KITB. Tumpukan material yang telah berada di lokasi menjadi bagian dari tahapan persiapan pembangunan jalan.
16 Okt 2026 Jumadi 146
Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional
Realisasi Investasi Kabupaten Batang Lebihi Target Nasional
Batang Kabupaten Batang kembali mengukuhkan posisinya sebagai magnet investasi yang kian memikat. Hingga memasuki triwulan ketiga tahun 2026, laju penanaman modal di daerah ini melonjak tajam hingga berhasil melampaui target nasional yang ditetapkan.
16 Okt 2026 Jumadi 178
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Ketekunan Sesepuh Sembung yang Tetap Merumput Saat Pembangunan Jalan Tembus KITB
Batang - Di tengah hamparan pepohonan jati yang mengering pada musim kemarau, Ratno, salah satu sesepuh Desa Sembung, tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan mencari rumput untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya. Berbekal sabit dan mengenakan caping sebagai pelindung dari terik matahari, ia menyusuri jalan desa menuju area yang biasa menjadi tempatnya mencari rumput, yang saat ini sedang diperbaiki menjadi jalan tembus ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
16 Okt 2026 Jumadi 144