Batang - Zaman sekarang, bahasa Inggris menempati kedudukan penting sebagai bahasa internasional yang digunakan di berbagai bidang, mulai dari hiburan, pendidikan, perdagangan, hingga politik. Dimanapun seseorang berada dan dari manapun ia berasal, bahasa Inggris mampu menjadi jembatan komunikasi yang dimengerti secara luas.
Batang - Zaman sekarang, bahasa Inggris menempati kedudukan penting sebagai bahasa internasional yang digunakan di berbagai bidang, mulai dari hiburan, pendidikan, perdagangan, hingga politik. Dimanapun seseorang berada dan dari manapun ia berasal, bahasa Inggris mampu menjadi jembatan komunikasi yang dimengerti secara luas.
Di saat yang bersamaan, dalam menjalani hidup sehari-hari, menjaga kesehatan sangatlah penting. Diantara hal yang diperlukan agar tubuh tetap sehat adalah menjaga kebersihan lingkungan dan membiasakan perilaku hidup sehat. Maka dari itu, edukasi pola hidup sehat sangatlah penting diberikan sejak usia dini agar kebiasaan hidup sehat sudah tertanam sejak kecil.
Melihat adanya peluang memadukan edukasi tentang perilaku hidup sehat dengan pembelajaran bahasa Inggris, mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Reguler Tim II Universitas Diponegoro Semarang mendesain dan memasang poster-poster bilingual bertema “perilaku hidup sehat”.
Mahasiswa program studi Sastra Inggris di Universitas Diponegoro Semarang Ahmad Shafi Maulana mengatakan, program pemasangan poster ini bertujuan memenuhi dua dari tujuh belas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang digalangkan PBB, yaitu SDG 4 (pendidikan bermutu) dan SDG 6 (air bersih dan sanitasi).
“Awalnya mendesain dua poster: poster pertama menampilkan grafis orang melempar bola kertas ke dalam tempat sampah dengan slogan “Buanglah sampah pada tempatnya”, sementara poster kedua memuat infografis tentang enam langkah mencuci tangan dengan bersih,” katanya saat ditemui di area SDN 01 Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Senin (17/8/2026).
Kedua poster yang sudah jadi kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris lalu dicetak berpasangan Indonesia-Inggris. Poster bertema “Enam langkah mencuci tangan” dicetak dua pasang, dan poster bertema “Buanglah sampah pada tempatnya” dicetak satu pasang. Poster ditempelkan di jendela kelas 4, 5, dan 6. Masing-masing kelas dipasangi satu pasang poster.
“Kan tema multidisiplin dua kita tentang kebersihan dan sanitasi desa, dan dari awal memang ideku sudah membuat poster, terus kepikiran: ‘kenapa nggak aku bikin versi bahasa Inggrisnya juga ya? Kan aku juga memberi bimbingan bahasa Inggris ke anak-anak SD’,” terangnya.
Shafi juga menambahkan, bahwa ia sadar, anak-anak ini nggak akan langsung berubah perilakunya habis melihat poster-poster ini.
“Tapi paling tidak, ilustrasi dan pesan posternya akan nempel di otak mereka. Harapannya, setiap mereka mencuci tangan atau membuang sampah, mereka akan ingat posternya ‘Kak Shafi’, dan penanaman kebiasaannya, ya, dimulai dari situ,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Ahmad Shafi/Jumadi)