Batang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan Program Multidisiplin 2 melalui penyusunan infografis Bank Sampah berbasis data di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Senin (1782026). Program ini dilakukan sebagai upaya mengenalkan pengelolaan dan pemilahan sampah kepada masyarakat, khususnya anak-anak, melalui penyajian informasi yang lebih sederhana dan menarik.
Batang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan Program Multidisiplin 2 melalui penyusunan infografis Bank Sampah berbasis data di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Senin (17/8/2026). Program ini dilakukan sebagai upaya mengenalkan pengelolaan dan pemilahan sampah kepada masyarakat, khususnya anak-anak, melalui penyajian informasi yang lebih sederhana dan menarik.
Kegiatan diawali dengan mengikuti proses pengumpulan sampah Bank Sampah secara door to door bersama pengelola. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN turut mengamati proses pengumpulan dan penimbangan sampah yang berasal dari masyarakat. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengetahui secara langsung bagaimana Bank Sampah berjalan di Desa Kedungsegog.
Setelah mengikuti kegiatan tersebut, Karina Cahya Asih, mahasiswa Program Studi S-1 Statistika, Fakultas Sains dan Matematika, mengumpulkan data hasil penimbangan sampah dari pengelola Bank Sampah mengatakan, data yang diperoleh kemudian digunakan sebagai bahan dalam penyusunan infografis yang menampilkan informasi mengenai pengelolaan dan pemilahan sampah di Desa Kedungsegog.
“Infografis ini tidak hanya mencakup informasi tentang jenis-jenis sampah, tetapi juga menyajikan data hasil pengumpulan sampah Bank Sampah dalam bentuk grafik dan informasi singkat. Penyajian ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami kondisi pengumpulan sampah di Desa Kedungsegog lebih mudah,” jelasnya.
Menurut Karina, menggunakan data dalam infografis adalah cara untuk menghubungkan edukasi tentang sampah dengan kehidupan sehari-hari.
“Data dari Bank Sampah saya coba sajikan dalam bentuk yang lebih sederhana dan menarik, agar informasi tentang sampah tidak hanya angka, tetapi juga lebih mudah dipahami oleh anak-anak,” terangnya.
Infografis yang telah disusun kemudian digunakan dalam sosialisasi pemilahan sampah kepada siswa SD Negeri Kedungsegog 2. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN mengajak siswa untuk mengenal berbagai jenis sampah, memperkenalkan Bank Sampah di Desa Kedungsegog, dan menjelaskan data yang terdapat dalam infografis.
“Pelajar juga diajak membaca grafik dan menemukan informasi menarik pada infografis. Salah satunya adalah data tentang jenis sampah yang paling banyak dikumpulkan oleh Bank Sampah. Penyampaian dilakukan secara interaktif agar siswa tidak hanya melihat data, tetapi juga memahami makna dari informasi yang disajikan,” ungkapnya.
Karina juga menyebutkan bahwa, program ini menunjukkan bahwa data dari kegiatan sederhana di masyarakat dapat diolah menjadi media edukasi. Melalui infografis, data hasil pengumpulan sampah Bank Sampah tidak hanya berupa catatan, tetapi bisa membantu masyarakat, khususnya anak-anak, memahami kondisi pengelolaan sampah di lingkungan mereka sendiri.
“Program Multidisiplin 2 ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production) melalui edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung upaya menjaga lingkungan dengan membangun kebiasaan memilah sampah sejak usia sekolah,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip berharap infografis yang telah dibuat dapat terus dimanfaatkan sebagai media edukasi mengenai Bank Sampah dan pemilahan sampah. Edukasi yang dimulai dari anak-anak diharapkan dapat mendorong kebiasaan memilah sampah di rumah dan meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan Desa Kedungsegog. (MC Batang, Jateng/Karina/Jumadi)