Batang - Meningkatnya angka kasus pergaulan bebas pada kalangan remaja di Kabupaten Batang perlu menjadi perhatian serius semua sektor, tak terkecuali pada sektor pendidikan. Momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA Islam Ahmad Yani Batang yang berlangsung sejak 13 15 Juli 2024 dimanfaatkan tidak hanya sebagai ajang untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur (budaya) sekolah bagi peserta didik baru.
Batang - Meningkatnya angka kasus pergaulan bebas pada kalangan remaja di Kabupaten Batang perlu menjadi perhatian serius semua sektor, tak terkecuali pada sektor pendidikan. Momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA Islam Ahmad Yani Batang yang berlangsung sejak 13 – 15 Juli 2024 dimanfaatkan tidak hanya sebagai ajang untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur (budaya) sekolah bagi peserta didik baru.
Namun juga sebagai ajang edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan pergaulan bebas pada remaja khususnya usia sekolah. Menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dan Duta Genre Batang.
Koordinator MPLS SMA Islam Ahmad Yani Batang Rota Esti Afiki menjelaskan, pentingnya edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja khususnya di usia SMA untuk mencegah pergaulan bebas yang dirasa makin marak akhir-akhir ini.
“Edukasi dengan menggandeng DP3AP2KB ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran bersama akan pentingnya pencegahan pada remaja agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang dampaknya akan merugikan generasi muda kedepannya,” katanya saat ditemui di SMA Islam Ahmad Yani Batang, Kabupaten Batang, Senin (13/7/2026).
Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DP3AP2KB Batang Kholifatul Farida melalui Rais mengapresiasi langkah persuasif yang dilakukan sekolah dalam mencegah pergaulan bebas remaja serta edukasi yang dilakukan pada momentum MPLS ini.
“Ini kegiatan yang bagus dan perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan dini dikalangan remaja, dan juga untuk mengedukasi remaja bagaimana menyiapkan masa depan sesuai dengan apa yang di cita-citakan,” jelasnya.
Kegiatan berjalan semakin seru dengan kehadiran Duta Genre Batang yang memberikan materi tentang bagaimana memotivasi diri untuk bisa meraih apa yang menjadi cita-cita.
Salah satu peserta MPLS Jovita mengaku sangat senang dan termotivasi terlebih saat Duta Genre memberikan edukasi tentang bagaimana menjadi generasi emas bagi bangsa Indonesia.
“Sangat menyenangkan dan bisa lebih memahami dan menjaga diri untuk bergaul agar tidak mudah tergiur dengan pergaulan bebas. MPLS adalah kegiatan pertama masuk sekolah yang harus bersifat mendidik dan menyenangkan dalam mengenalkan lingkungan sekolah bagi para murid baru,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Jumadi)