KUPS Perempuan Batang Tingkatkan Nilai Pengolahan Bunga Telang dan Rosella

Rabu, 01 Juli 2026 Jumadi Dibaca 186 kali IKM UKM UMKM
KUPS Perempuan Batang Tingkatkan Nilai Pengolahan Bunga Telang dan Rosella
Sejumlah peserta kegiatan Pelatihan Diversifikasi Produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di UPTD Balai Pelayanan Saintifikasi Jamu (BPSJ) Pekalongan Kota.
Pekalongan Upaya pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan perhutanan sosial terus diperkuat melalui kegiatan Pelatihan Diversifikasi Produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) melalui Pengolahan Bunga Telang dan Bunga Rosella bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Perempuan Kabupaten Batang.

Pekalongan – Upaya pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan perhutanan sosial terus diperkuat melalui kegiatan Pelatihan Diversifikasi Produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) melalui Pengolahan Bunga Telang dan Bunga Rosella bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Perempuan Kabupaten Batang.

Kegiatan ini diselenggarakan di UPTD Balai Pelayanan Saintifikasi Jamu (BPSJ) Pekalongan Kota, Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini bagian dari Program Meningkatkan Akses Perempuan terhadap Lahan Melalui Program Perhutanan Sosial dan Meningkatkan Kewirausahaan Sosial Mereka pada Komoditas Wanatani Berkelanjutan.

Pelatihan diikuti oleh anggota KUPS Perempuan Kabupaten Batang yang selama ini mengelola berbagai komoditas HHBK. Peserta memperoleh pengetahuan mengenai manfaat kesehatan bunga telang dan bunga rosella, teknik pengolahan menjadi bubuk herbal, standar kebersihan dan keamanan pangan, pengemasan produk, hingga praktik langsung pembuatan produk yang siap dipasarkan.

Kepala UPTD Balai Pelayanan Saintifikasi Jamu (BPSJ) Pekalongan Kota Teuku Reza Fadli, menyampaikan inovasi pengolahan tanaman herbal menjadi produk bernilai tambah merupakan langkah strategis dalam meningkatkan daya saing produk lokal.

“Bunga telang dan bunga rosella memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk herbal berkualitas. Melalui pelatihan ini kami berharap peserta tidak hanya menguasai teknik pengolahan yang baik dan higienis, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar mutu sehingga memiliki daya saing di pasar,” jelasnya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai manfaat herbal bagi kesehatan yang disampaikan oleh narasumber BPSJ, dilanjutkan dengan praktik pengolahan bunga telang dan bunga rosella menjadi bubuk herbal menggunakan peralatan yang sesuai standar. Peserta juga dikenalkan pada teknik pengemasan produk agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Perwakilan PUPUK Surabaya Endang Susilowati, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas perempuan menjadi bagian penting dalam penguatan program perhutanan sosial.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mengembangkan usaha keluarga. Melalui pelatihan diversifikasi produk HHBK ini, kami berharap KUPS Perempuan mampu menciptakan produk inovatif yang bernilai tambah, memperluas akses pasar, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” ungkapnya.

Kabupaten Batang memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman herbal, khususnya bunga telang (Clitoria ternatea) dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa). Selama ini kedua komoditas tersebut umumnya dipasarkan dalam bentuk segar maupun kering. Melalui inovasi pengolahan menjadi bubuk herbal, produk memiliki daya simpan lebih lama, lebih praktis digunakan, serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi kelompok usaha perempuan.

Sementara itu, salah seorang peserta dari KUPS Lembah Wangi, Desa Tombo Bandar, Kabupaten Batang, Lekha mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat bagi kelompoknya.

“Selama ini kami hanya mengetahui bunga telang dan rosella dijual dalam bentuk kering. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami memperoleh pengetahuan bagaimana mengolahnya menjadi bubuk herbal yang lebih praktis, menarik, dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Kami berharap ilmu ini dapat kami terapkan dan dikembangkan bersama anggota KUPS,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi
Tarik Investor ke Kawasan Industri Jateng, Ahmad Lutfi Siap jadi Marketing Investasi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak para bupati dan wali kota menjadi mitra promosi investasi untuk menarik investor ke kawasan industri di Jawa Tengah dengan menjamin keamanan, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta infrastruktur yang memadai. Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mendorong agar 70 persen tenaga kerja di KEK Industropolis berasal dari warga Batang, disertai transfer teknologi dan keterlibatan UMKM lokal. Pangdam IVDiponegoro juga memastikan keamanan wilayah demi menciptakan iklim investasi yang kondusif.
23 Okt 2026 Jumadi 103
Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol
Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol
Batang Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang mengembangkan gerakan penghijauan melalui penanaman pohon aren di kawasan Reservoir Timur Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
23 Okt 2026 Jumadi 110
Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun
Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih penghargaan Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan. Penghargaan tersebut diserahkan di Ballroom Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
23 Okt 2026 Jumadi 93
Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang
Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang
Batang - Ancaman abrasi dan terjangan banjir rob bukan lagi cerita baru bagi masyarakat di kawasan pesisir Jawa Tengah. Di Kabupaten Batang saja, tamparan gelombang air laut kini telah merambah dan merendam lebih dari 400 hektare lahan pesisir. Menghadapi tantangan alam yang kian mengkhawatirkan ini, penanganan tidak lagi bisa mengandalkan satu pihak semata.
23 Okt 2026 Jumadi 94
Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah
Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah
Batang - Memperingati Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten Batang menggelar kegiatan Ngaji Bandongan yang menghadirkan ratusan pelajar dari jenjang SMP dan SMASMK sederajat, di Serambi Masjid Agung Darul Muttaqin, Kabupaten Batang, Jumat (23102026). Kegiatan tersebut menjadi upaya Pemda untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta keilmuan melalui kajian kitab Adabul Alimul Wal Muta'alim karangan KH Hasyim Asy'ari.
23 Okt 2026 Jumadi 68
Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan
Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan dari detikjateng-jogja. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Pemkab Batang mendorong realisasi investasi hingga Rp8,5 triliun, melampaui target RPJMD, melalui kemudahan perizinan dan pemberian insentif bagi investor. Pemkab Batang juga berupaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal melalui program Dapat Kerja (Daker), yang turut mendukung penurunan pengangguran dan pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 8,29 pada kuartal II 2026.
23 Okt 2026 Jumadi 82