Batang - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) secara aktif menggelar berbagai program sosialisasi percepatan digitalisasi, termasuk literasi digital, implementasi identitas resmi desa dan peningkatan kapasitas pemerintah desa. Rangkaian kegiatan ini ditujukan untuk mewujudkan transformasi digital di berbagai daerah.
Batang - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) secara aktif menggelar berbagai program sosialisasi percepatan digitalisasi, termasuk literasi digital, implementasi identitas resmi desa dan peningkatan kapasitas pemerintah desa. Rangkaian kegiatan ini ditujukan untuk mewujudkan transformasi digital di berbagai daerah.
Pelaksana tugas (Plt) Diskominfo Batang Puji Setiyowati mengatakan, dalam survei yang dilakukan oleh Diskominfo Batang, Desa Surodadi direncanakan akan dijadikan pilot projek kampung digital.
“Pemilihan ini didasarkan atas pertimbangan pada berbagai indikator keberhasilan penerapan teknologi digital yang telah berjalan dengan baik di lingkungan desa,” katanya saat melakukan pendampingan monitoring di Balai Desa Surodadi, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Kamis (25/6/2026).
Puji menyebutkan bahwa, salah satu pendukung utama adalah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Surodadi yang telah menerapkan digitalisasi dalam berbagai aktivitas sekolah, mulai dari sistem absensi, pelaporan kegiatan, hingga transaksi pembelian di kantin sekolah.
“Tidak hanya di sektor pendidikan, Pemerintah Desa Surodadi juga telah mengimplementasikan layanan administrasi berbasis digital, seperti pengelolaan surat-menyurat, pelayanan kependudukan termasuk pengurusan KTP, hingga penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) dalam proses administrasi pemerintahan,” jelasnya.
Puji berharap, semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan modern bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Diskominfo Batang Cahyo Wiyato mengatakan, Desa Surodadi adalah sebagai desa yang akan dijadikan pilot project "Kampung Digital" berawal dari potensi dan komitmen yang kuat dari perangkat desa serta warganya, dalam digitalisasi berbagai sektor ditingkat desa.
“Penguatan lingkungan sebagai penyangga kawasan industri, seperti munculnya kampung Inggris di lingkungan sekolah perlu dibarengi dengan pembentukan kampung digital. Harapannya penduduk sekitar Industri tidak tergusur oleh para pendatang dan tetap mempunyai peluang dengan pesatnya Industri,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Jumadi)